HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Categories: Blog

Tahapan,Kelebihan dan Kekurangan Dari Spiral Model

Pengertian Spiral Model

Siklus hidup pengembangan perangkat lunak umumnya dikenal beberapa model seperti salah satunya disebut dengan Spiral Model.Perlu diketahui bahwa,Spiral Model sudah didukung dengan penanganan risiko.

Spiral Model sebagaimana namanya,memiliki diagram representasi berbentuk menyerupai spiral.Dalam spiral itu terdapat beberapa loop yang jumlah tidak diketahui secara pasti,bergantung pada fase proses pengambangan perangkatnya.

Perlu diperhatikan bahwa fasenya sendiri jumlahnya akan beragam pada kebutuhan pengembangan produk.Estimasinya mungkin akan divariasikan oleh manajer proyeknya berdasarkan risiko yang mungkin terjadi.Untuk itu,manajer proyek memiliki peranan yang sangat penting dalam Spiral Model.

Sejarah Perkembangan Spiral Model

Tahun 1986,Spiral Model pertama kali diperkenalkan oleh Barry Boehm melalui makalah yang berjudul “A Spiral Model of Software Develompment and Enhancement.Lalu tahun 1986,Barry Boehm memperkenalkan Spiral Model lebih jauh lagi yaitu sebagai diagram yang direproduksi hingga pengggunaan beberapa pendekatan seperti :

  • Incremental.
  • Waterfall.
  • Prototyping.

Menurut Barry Boehm,Spiral Model digambarkan sebagai suatu generator model proses yang disesuaikan dengan proyek dan risikonya.Bahkan pola pola risiko tertentu mungkin terlihat dengan Spiral Model.Perlu diketahui juga bahwa,kesalahpahaman timbul ketika Spiral Model disederhanakan secara berlebihan.Menurut Barry Boehm,kesalahpahaman tersebut meliputi :

  • Spiral Model hanya urutan dari model waterfall yang memiliki sifat incremental.
  • Urutan spiral tunggal menjadi satu satunya patokan dalam pelaksanaan kegiatan proyek.
  • Setiap kegiatan dalam diagram Spiral Model harus dilakukan dalam urutan sebagaimana yang ditunjukkan dalam diagram.

Memilih Metodologi Spiral

Pertama.Suatu proyek yang besar khususnya dalam proyek-proyek rekayasa perangkat lunak maka sebaiknya menggunakan Spiral Model.Kedua,jika proyek perangkat lunak tersebut memiliki deadline rilis yang sering maka penggunaan model Spiral Model akan sangat membantu nanti.

Sama halnya jika ingin membuat prototype,evaluasi risiko bahkan perhitungan biaya secara tepat,Spiral Model adalah salah satu solusinya.Jika menilik pada risiko suatu proyek,Spiral Model ini mungkin akan lebih cocok digunakan pada proyek perangkat lunak yang memiliki tingkat risiko menengah hingga tinggi.

Spiral Model juga sebaiknya dipilih untuk diterapkan pada proyek pengembangan perangkat lunak yang memiliki persyaratan yang tidak jelas maupun kompleks.Bahkan,jika proyek pengembangan perangkat lunak cenderung membutuhkan beberapa perubahan yang mungkin dapat terjadi setiap saat,Spiral Model merupakan pilihan yang tepat untuk proyek seperti itu.Spiral Model juga disarankan untuk digunakan ketika komitmen proyek jangka panjang tidak layak atau terjadi perubahan prioritas ekonomi.

Tahapan Spiral Model

Berikut ini merupakan beberapa tahapan atau fase dalam Spiral Model :

  • Tahap Liason

Tahap liason merupakan tahap yang memiliki tujuan untuk memperbaiki dan mengembangkan perangkat lunak.Perbaikan & pengembangannya tentu akan didasarkan kepada kebutuhan konsumen.Jadi,pada tahap ini beberapa pihak terlibat untuk mencapai tujuan itu,termasuk diantaranya yaitu pihak system analyst dan pelanggan atau user.

  • Tahap Planning

Tahap planning merupakan tahap di mana beberapa hal berikut ini diestimasikan :

  1. Biaya.
  2. Batas waktu.
  3. Pengaturan jadwal.
  4. Identifikasi lingkungan kerja.
  5. Sumber sumber informasi iterasi (teknik perulangan).

Jadi,pada tahap ini hasil utamanya yang diperoleh akan berupa dokumen spesifikasi dari kebutuhan sistem maupun bisnis.

  • Tahap Analisis Risiko

Sebagaimana namanya,pada tahap analisis risiko ini akan potensi risiko yang mungkin terjadi akan diidentifikasikan.Tidak hanya itu,pada tahap Analisis Risiko ini juga akan dilakukan pencarian terhadap solusi atas potensi risiko yang telah diidentifikasi sebelumnya.Tahap ini bisa dikatakan juga seperti tahap mitigasi atau upaya mengurangi risiko bencana.Solusinya pun akan mencakup strategi teknis dan manajerial.

  • Tahap Rekayasa (Engineering)

Tahap rekayasa merupakan tahap yang memiliki beberapa kegiatan utama mulai dari menguji,melakukan coding dan mengembangkan perangkat lunak hingga membuat laporan kekurangan perangkat lunak.

Dari laporan itu,maka kekurangan perangkat lunak dapat segera diperbaiki.Lebih detailnya,tahap rekayasa ini akan mencakup kegiatan berikut :

  1. Menginstal software.
  2. Membuat prototype.
  3. Mendesain dokumen.
  4. Meringkas suatu pengujian software.
  • Tahap Evaluasi

Tahap selanjutnya yakni tahap evaluasi.Pada tahap ini,perangkat lunak yang sudah dibuat oleh system analyst akan di evaluasi oleh beberapa pihak termasuk user atau pengguna.

Hal ini tentu dilakukan tidak lain untuk menguji kesesuaian perangkat lunak dengan kebutuhan dan kepuasan pelanggan.Pada tahap ini,risiko yang menyebabkan pembengkakan biaya juga masih tetap dipantau.

Kelebihan Spiral Model

Spiral Model memiliki beberapa kelebihan,seperti :

  • Estimasi biaya mudah.
  • Proses produksi yang cepat.
  • Menyediakan manajemen dan analisa risiko cepat.
  • Perubahan kebutuhan dan dokumentasi lebih mudah.
  • Penyelesaian proyek perangkat lunak mulai dai pembuatan hingga perubahan lebih sistematis.

Kekurangan Spiral Model

Spiral Model meski memiliki banyak kelebihan namun tetap tidak lepas dari kekurangan,yakni diantaranya :

  • Tidak cocok untuk proyek skala kecil.
  • Waktu relative lama.
  • Membutuhkan best practice.
  • Pada tahap planning risiko cukup besar.

Nah,itulah pembahasan tentang Spiral Model,semoga bermanfaat !

4/5 - (1 vote)
feni

Recent Posts

Tanpa Disadari, Inilah Penyebab Utama Tagihan Listrik Terus Naik

Kenaikan tagihan listrik sering kali menjadi kejutan bagi banyak rumah tangga. Tanpa perubahan besar dalam…

2 days ago

MediaTek Dimensity 9500s dan 8500 Resmi Dirilis, Ini Fokus Gaming dan AI-nya

Persaingan chipset smartphone semakin ketat, terutama di segmen menengah hingga flagship. Produsen chipset berlomba-lomba menghadirkan…

2 days ago

Website Kamu Belum Punya Google Sitelink? Ini Cara Agar Link Tambahan Bisa Muncul

Dalam dunia SEO dan optimasi website, Google Sitelink merupakan salah satu fitur penting yang dapat…

2 days ago

Apa Itu TinyCP? Pengertian, Fungsi, Kelebihan, dan Kekurangannya

Penggunaan VPS semakin diminati karena memberikan kontrol penuh dalam pengelolaan server. Namun, pengelolaan server melalui…

2 days ago

Prosesor CNT Hadir: Menantang Dominasi Silikon di Dunia Komputasi

Selama beberapa dekade, prosesor berbasis silikon menjadi tulang punggung perkembangan teknologi komputasi modern. Namun, seiring…

2 days ago

AI Slop dan Masa Depan YouTube: Antara Inovasi dan Kualitas

Dalam beberapa waktu terakhir, YouTube dibanjiri oleh video berbasis kecerdasan buatan yang diproduksi secara massal…

3 days ago