Apa Itu Attack Path Management? Cara Menemukan Celah Sebelum Hacker Menyerang
Serangan siber modern jarang terjadi hanya karena satu kerentanan. Dalam banyak kasus, penyerang memanfaatkan beberapa kelemahan yang saling terhubung, mulai dari aset yang terekspos ke internet, kredensial yang bocor, kesalahan konfigurasi, hak akses berlebihan, hingga kelemahan pada sistem internal. Rangkaian hubungan tersebut dapat membentuk sebuah attack path atau jalur serangan menuju aset penting organisasi.
Di sinilah Attack Path Management (APM) menjadi semakin penting dalam cybersecurity. Attack Path Management membantu tim keamanan memahami bagaimana seorang penyerang berpotensi masuk ke lingkungan organisasi, bergerak dari satu aset ke aset lainnya, dan akhirnya mencapai sistem atau data yang bernilai tinggi.
Berbeda dengan pendekatan keamanan yang hanya melihat kerentanan secara terpisah, Attack Path Management berusaha melihat hubungan antara berbagai risiko tersebut. Dengan pendekatan ini, organisasi dapat menentukan risiko mana yang benar-benar dapat membentuk jalur serangan dan memprioritaskan tindakan mitigasi berdasarkan dampak terhadap aset kritis.
Apa Itu Attack Path Management?
Attack Path Management adalah pendekatan keamanan siber untuk menemukan, menganalisis, memprioritaskan, memantau, dan mengurangi jalur yang berpotensi digunakan penyerang untuk bergerak dari titik masuk menuju aset kritis dalam suatu lingkungan IT.
CISA mendefinisikan attack path sebagai langkah-langkah yang diambil atau mungkin diambil oleh adversary untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menjalankan serangan.
Sementara itu, Microsoft menjelaskan bahwa attack path menggabungkan aset dan teknik untuk menunjukkan jalur end-to-end yang dapat digunakan penyerang dari sebuah entry point menuju aset kritis. Jalur tersebut dapat mencakup lingkungan endpoint, cloud, on-premises, maupun hybrid.
Secara sederhana, Attack Path Management dapat digambarkan sebagai: Entry Point → Exploitation → Lateral Movement → Privilege/Access → Critical Asset
Contohnya, penyerang mungkin menemukan server yang memiliki kerentanan dan dapat diakses dari internet. Setelah mendapatkan akses, penyerang memanfaatkan kredensial yang tersedia untuk mengakses akun dengan hak istimewa lebih tinggi. Akun tersebut kemudian digunakan untuk mengakses server internal yang terhubung dengan database berisi informasi sensitif.
Setiap kelemahan tersebut mungkin terlihat seperti masalah yang berbeda jika dianalisis secara terpisah. Namun, ketika hubungan di antara semuanya dipetakan, terlihat sebuah jalur serangan yang dapat mengarah ke aset kritis.
Apa Itu Attack Path?
Sebelum memahami Attack Path Management, penting untuk membedakan antara attack path dan istilah keamanan lainnya. Attack path merupakan rangkaian langkah atau hubungan yang memungkinkan penyerang bergerak dari titik awal kompromi menuju target tertentu. Jalur tersebut dapat melibatkan kerentanan, konfigurasi, identitas, hak akses, hubungan jaringan, dan aset lainnya.
Sebagai contoh: Internet → Server Rentan → Akun Terkompromi → Server Internal → Database
Dalam skenario tersebut, server yang rentan merupakan salah satu bagian dari attack path. Namun, risiko sebenarnya tidak hanya berasal dari server tersebut. Hubungan antara server, identitas, hak akses, dan database membuat kelemahan tersebut berpotensi digunakan untuk mencapai target yang lebih penting.
Microsoft Defender for Cloud juga menggambarkan attack path sebagai rangkaian langkah dari titik masuk eksternal hingga aset penting, termasuk kemungkinan lateral movement melalui identitas dan izin yang terhubung.
Mengapa Attack Path Management Penting?
Attack Path Management penting karena lingkungan IT modern memiliki banyak aset, identitas, aplikasi, cloud service, jaringan, dan hubungan akses yang saling terhubung. Jika setiap kerentanan hanya dianalisis secara terpisah, tim keamanan dapat mengalami kesulitan menentukan mana yang harus ditangani terlebih dahulu. Beberapa alasan utama mengapa Attack Path Management penting adalah sebagai berikut.
1. Melihat Risiko Secara Kontekstual
Sebuah vulnerability dengan tingkat keparahan tinggi belum tentu menjadi jalur serangan paling berbahaya jika vulnerability tersebut tidak dapat digunakan untuk mencapai aset penting. Sebaliknya, beberapa kelemahan dengan tingkat risiko sedang dapat menjadi sangat berbahaya jika semuanya saling terhubung dan membentuk jalur menuju aset kritis. Attack Path Management memberikan konteks tersebut dengan melihat hubungan antar-aset dan risiko.
2. Memprioritaskan Risiko
Tim keamanan biasanya menghadapi jumlah vulnerability dan security findings yang sangat besar. Tidak semuanya dapat diperbaiki secara bersamaan. Dengan melihat attack path, organisasi dapat memprioritaskan masalah yang berpotensi membuka jalur menuju aset dengan nilai tinggi.
Microsoft Security Exposure Management, misalnya, menggunakan attack path untuk membantu mengidentifikasi entry point, target, risiko, dan choke point sehingga tim dapat memfokuskan upaya mitigasi pada jalur yang memiliki dampak lebih besar.
3. Mengurangi Risiko Lateral Movement
Setelah mendapatkan akses awal, penyerang sering kali berusaha bergerak ke sistem lain untuk mendapatkan akses yang lebih besar. Attack Path Management membantu tim keamanan memahami kemungkinan hubungan antar-aset yang dapat memungkinkan lateral movement. Dengan mengetahui jalur tersebut, organisasi dapat memperkuat segmentasi jaringan, membatasi hak akses, mengamankan identitas, dan memperbaiki konfigurasi yang memungkinkan perpindahan tersebut.
4. Melindungi Critical Assets
Tidak semua aset memiliki tingkat kepentingan yang sama. Server yang menyimpan database pelanggan, sistem pembayaran, domain controller, sistem produksi, atau penyimpanan data sensitif biasanya memiliki nilai bisnis yang lebih tinggi dibandingkan perangkat biasa. Attack Path Management membantu organisasi memulai analisis dari aset kritis dan mencari jalur yang berpotensi digunakan untuk mencapainya.
Komponen Penting dalam Attack Path Management
Attack Path Management melibatkan beberapa komponen yang saling berhubungan.
| Komponen | Penjelasan |
|---|---|
| Entry Point | Titik awal yang dapat digunakan penyerang untuk memperoleh akses |
| Asset | Perangkat, server, aplikasi, cloud resource, database, atau sistem lain |
| Vulnerability | Kelemahan keamanan yang dapat dimanfaatkan |
| Misconfiguration | Kesalahan konfigurasi yang meningkatkan exposure |
| Identity | Akun atau identitas yang memiliki akses terhadap resource |
| Permission | Hak akses yang memungkinkan perpindahan atau akses ke resource lain |
| Attack Technique | Teknik yang dapat digunakan penyerang |
| Critical Asset | Aset dengan nilai atau dampak bisnis tinggi |
| Choke Point | Titik yang dilalui atau menjadi pertemuan beberapa attack path |
| Blast Radius | Dampak potensial jika sebuah aset atau titik dalam jalur berhasil dikompromikan |

Bagaimana Cara Kerja Attack Path Management?
Secara umum, Attack Path Management bekerja dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber keamanan dan infrastruktur, memetakan hubungan antar-aset, kemudian menganalisis kemungkinan jalur serangan. Tahapannya dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Mengidentifikasi Aset
Langkah pertama adalah mengetahui aset apa saja yang terdapat dalam lingkungan organisasi. Aset dapat berupa:
- Server.
- Laptop.
- Endpoint.
- Database.
- Virtual machine.
- Container.
- Cloud resource.
- Aplikasi.
- Akun pengguna.
- Service account.
- Network device.
- Storage.
Semakin lengkap data aset yang tersedia, semakin baik pula gambaran hubungan yang dapat dianalisis.
2. Mengumpulkan Security Findings
Selanjutnya, sistem mengumpulkan informasi mengenai potensi exposure, seperti:
- Vulnerability.
- Misconfiguration.
- Exposed service.
- Credential exposure.
- Excessive permissions.
- Identity risk.
- Weak security controls.
Data tersebut kemudian dikaitkan dengan aset yang relevan.
3. Memetakan Hubungan Antar-Aset
Tahap berikutnya adalah memahami bagaimana satu aset berhubungan dengan aset lainnya.
Misalnya: User → Endpoint → Credential → Server → Database
Atau dalam lingkungan cloud: Internet → Public VM → Managed Identity → Storage → Sensitive Data
Hubungan tersebut membantu sistem melihat kemungkinan jalur yang dapat digunakan untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya.
4. Mengidentifikasi Attack Path
Setelah hubungan dipetakan, sistem dapat mengidentifikasi jalur yang berpotensi digunakan untuk mencapai target. Platform modern dapat menggunakan graph atau exposure map untuk memvisualisasikan hubungan tersebut. Microsoft Security Exposure Management, misalnya, menggunakan enterprise exposure graph untuk menampilkan attack path dan hubungan antar-node.
5. Menilai Risiko
Attack path kemudian dinilai berdasarkan berbagai faktor, seperti:
- Entry point.
- Criticality aset.
- Vulnerability.
- Hak akses.
- Kompleksitas jalur.
- Kemungkinan eksploitasi.
- Dampak terhadap target.
Penilaian tersebut membantu menentukan jalur mana yang membutuhkan perhatian lebih dahulu.
6. Menentukan Prioritas Mitigasi
Setelah attack path ditemukan, organisasi dapat menentukan tindakan untuk memutus atau mengurangi jalur tersebut. Contohnya:
- Melakukan patching.
- Menghapus akses yang tidak diperlukan.
- Mengubah konfigurasi.
- Memperkuat autentikasi.
- Mengurangi privilege.
- Mengamankan credential.
- Menerapkan network segmentation.
- Menghapus exposure ke internet.
7. Memantau Perubahan
Attack path bukan sesuatu yang selalu tetap. Perubahan aset, konfigurasi, identitas, permission, segmentasi jaringan, atau security policy dapat mengubah jalur yang tersedia. Microsoft mencatat bahwa kondisi lingkungan yang berubah dapat menyebabkan jumlah dan jenis attack path ikut berubah. Karena itu, Attack Path Management idealnya dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya sekali saat audit.
Contoh Attack Path Management
Bayangkan sebuah perusahaan memiliki aplikasi web yang dapat diakses dari internet. Aplikasi tersebut berjalan pada server yang memiliki vulnerability. Server juga memiliki akses terhadap sebuah service account. Service account tersebut mempunyai permission untuk mengakses storage internal yang berisi data sensitif.
Attack path-nya dapat digambarkan sebagai: Internet → Web Server Rentan → Server Access → Service Account → Storage → Data Sensitif
Jika hanya melihat vulnerability pada web server, tim keamanan mungkin menganggap masalah tersebut sebagai satu vulnerability biasa. Namun, Attack Path Management menunjukkan bahwa vulnerability tersebut memiliki hubungan dengan identitas dan storage yang penting. Tim keamanan kemudian dapat memilih tindakan untuk memutus jalur, misalnya memperbaiki vulnerability, membatasi permission service account, atau mengurangi akses server terhadap storage.
Apa Itu Choke Point dalam Attack Path?
Choke point adalah titik dalam lingkungan IT yang menjadi bagian penting dari beberapa attack path atau menjadi titik pertemuan beberapa jalur menuju aset kritis. Konsep ini penting karena memperbaiki satu choke point dapat membantu mengurangi beberapa attack path sekaligus. Misalnya terdapat tiga jalur:
Path A → Server A → Account X → Database
Path B → Server B → Account X → Database
Path C → Server C → Account X → Database
Dalam contoh tersebut, Account X dapat menjadi choke point karena beberapa jalur menuju database melewati identitas yang sama. Microsoft Security Exposure Management menggunakan konsep choke point untuk membantu tim keamanan mengidentifikasi titik strategis yang dapat memberikan dampak mitigasi terhadap beberapa attack path.
Apa Itu Blast Radius?
Blast radius menggambarkan seberapa luas dampak yang mungkin terjadi apabila suatu aset atau titik dalam lingkungan berhasil dikompromikan. Semakin banyak aset penting yang dapat dijangkau dari sebuah titik, semakin besar potensi blast radius-nya. Contohnya, sebuah akun administrator yang memiliki akses ke banyak server memiliki blast radius yang lebih besar dibandingkan akun biasa yang hanya dapat mengakses satu aplikasi.
Analisis blast radius membantu tim keamanan memahami konsekuensi potensial dari kompromi sebuah aset dan menentukan bagian mana yang perlu mendapatkan perlindungan lebih kuat. Microsoft menyediakan tampilan blast radius untuk membantu mengeksplorasi dampak potensial dari sebuah choke point.
Attack Path Management vs Vulnerability Management
Attack Path Management dan Vulnerability Management memiliki hubungan yang erat, tetapi fokusnya berbeda.
| Aspek | Vulnerability Management | Attack Path Management |
|---|---|---|
| Fokus | Mengidentifikasi dan menangani vulnerability | Mengidentifikasi dan mengurangi jalur serangan |
| Perspektif | Berbasis kelemahan | Berbasis hubungan dan jalur |
| Objek utama | Vulnerability | Attack path |
| Konteks aset | Dapat digunakan sebagai konteks | Sangat penting dalam analisis |
| Prioritas | Sering berdasarkan severity dan konteks tambahan | Berdasarkan jalur menuju target dan dampaknya |
| Lateral movement | Tidak selalu menjadi fokus utama | Menjadi bagian penting |
| Critical asset | Dapat menjadi faktor prioritas | Menjadi target penting dalam pemetaan |
| Choke point | Umumnya bukan fokus utama | Salah satu konsep penting |
| Tujuan | Mengurangi vulnerability | Memutus atau mengurangi jalur menuju target |
Keduanya bukan pendekatan yang saling menggantikan. Vulnerability Management dapat menyediakan informasi vulnerability yang kemudian digunakan sebagai salah satu komponen dalam analisis attack path.
Attack Path Management vs Attack Surface Management
Kedua istilah ini juga sering dianggap sama, padahal fokusnya berbeda.
| Aspek | Attack Surface Management | Attack Path Management |
|---|---|---|
| Fokus | Mengetahui dan mengelola attack surface | Memahami jalur yang dapat digunakan penyerang |
| Pertanyaan utama | Apa saja yang terekspos? | Bagaimana penyerang dapat bergerak menuju target? |
| Cakupan | Aset dan exposure | Hubungan antar-aset dan jalur |
| Orientasi | Exposure discovery | Attack path analysis dan mitigation |
| Contoh | Menemukan server yang terbuka ke internet | Mengetahui server tersebut dapat menjadi pintu menuju database |
Attack Surface Management membantu organisasi mengetahui apa yang terlihat atau terekspos dari lingkungan mereka. Attack Path Management kemudian membantu memahami bagaimana exposure tersebut dapat terhubung dengan kelemahan lain untuk mencapai aset kritis.
Attack Path Management vs Attack Path Analysis
Attack Path Analysis dan Attack Path Management juga memiliki hubungan yang sangat dekat. Attack Path Analysis berfokus pada proses menemukan dan menganalisis kemungkinan jalur serangan. Sementara itu, Attack Path Management memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup pengelolaan risiko dan tindakan untuk mengurangi atau memutus jalur tersebut. Secara sederhana:
Attack Path Analysis = menemukan dan memahami jalur
Attack Path Management = menemukan, memahami, memprioritaskan, memitigasi, dan memantau jalur
Dalam praktiknya, istilah dan cakupan kedua konsep tersebut dapat berbeda tergantung platform atau vendor yang digunakan.
Manfaat Attack Path Management
Implementasi Attack Path Management dapat memberikan beberapa manfaat bagi organisasi.
- Memprioritaskan Risiko yang Lebih Relevan
Tim keamanan dapat mengutamakan risiko yang memiliki hubungan langsung atau kuat dengan aset kritis daripada hanya berfokus pada jumlah vulnerability.
- Mengurangi Security Noise
Organisasi dapat memiliki ribuan security findings. Attack path membantu menghubungkan findings tersebut dengan konteks lingkungan sehingga tim dapat lebih fokus pada risiko yang memiliki jalur menuju target penting.
- Memperkuat Critical Asset Protection
Aset kritis dapat dijadikan target analisis untuk mengetahui jalur apa saja yang berpotensi mengarah kepadanya.
- Menemukan Weak Link
Attack path dapat memperlihatkan kombinasi kelemahan yang mungkin tidak terlihat ketika setiap finding dianalisis secara terpisah.
- Membantu Menentukan Tindakan Mitigasi
Alih-alih hanya menunjukkan bahwa sebuah vulnerability ada, analisis attack path dapat membantu menunjukkan bagian mana yang perlu diperbaiki untuk memutus jalur. Microsoft juga menyediakan rekomendasi mitigasi yang terkait dengan attack path, termasuk tindakan yang dapat membantu memutus jalur atau menurunkan risikonya.
Tantangan dalam Attack Path Management
Meskipun bermanfaat, Attack Path Management juga memiliki beberapa tantangan.
1. Kompleksitas Infrastruktur
Semakin banyak perangkat, aplikasi, cloud service, dan identitas yang dimiliki organisasi, semakin kompleks hubungan yang harus dipetakan.
2. Data Tidak Lengkap
Attack path hanya dapat dianalisis dengan baik jika informasi aset, identitas, permission, vulnerability, konfigurasi, dan hubungan antar-resource tersedia secara memadai. Microsoft juga menekankan bahwa kualitas attack path bergantung pada data sumber yang tersedia dan seberapa baik data tersebut merepresentasikan lingkungan organisasi.
3. Lingkungan yang Dinamis
Cloud, container, server, akun, permission, dan konfigurasi dapat berubah dengan cepat. Jalur yang ditemukan hari ini dapat berubah ketika lingkungan mengalami perubahan.
4. Banyaknya Kemungkinan Jalur
Satu organisasi dapat memiliki banyak jalur menuju satu target. Tanpa prioritas yang tepat, visualisasi attack path justru dapat menghasilkan terlalu banyak informasi.
5. Integrasi Data
Attack Path Management membutuhkan data dari berbagai sumber. Integrasi endpoint, identity, cloud, vulnerability management, asset inventory, dan network data dapat menjadi tantangan tersendiri.
Bagaimana Cara Menerapkan Attack Path Management?
Organisasi yang ingin mulai menerapkan Attack Path Management dapat mengikuti beberapa langkah berikut.
1. Identifikasi Critical Assets
Tentukan terlebih dahulu aset yang paling penting bagi bisnis, seperti:
- Database pelanggan.
- Sistem pembayaran.
- Domain controller.
- Server produksi.
- Data keuangan.
- Intellectual property.
- Sistem internal yang sangat penting.
2. Bangun Asset Inventory
Pastikan organisasi mengetahui aset apa saja yang dimiliki, termasuk aset cloud dan hybrid.
3. Petakan Identitas dan Permission
Identifikasi akun dengan hak istimewa tinggi, service account, hubungan antar-identitas, dan permission terhadap resource.
4. Integrasikan Vulnerability dan Exposure Data
Data vulnerability, misconfiguration, exposed service, dan security findings dapat membantu membangun gambaran risiko yang lebih lengkap.
5. Analisis Attack Path
Gunakan platform atau metode analisis yang dapat menghubungkan aset, vulnerability, identitas, permission, dan target untuk menemukan jalur yang berpotensi digunakan penyerang.
6. Prioritaskan Choke Point
Jika beberapa attack path memiliki titik yang sama, pertimbangkan untuk memprioritaskan titik tersebut karena satu tindakan mitigasi berpotensi mengurangi beberapa jalur sekaligus.
7. Putus Jalur Serangan
Lakukan tindakan seperti patching, hardening, pembatasan privilege, network segmentation, penghapusan exposure, atau perbaikan konfigurasi.
8. Monitor Secara Berkelanjutan
Setelah mitigasi dilakukan, lakukan pemantauan kembali karena perubahan lingkungan dapat menciptakan attack path baru.
Peran Attack Path Management dalam Exposure Management
Attack Path Management semakin sering dikaitkan dengan Cybersecurity Exposure Management karena keduanya berfokus pada pemahaman dan pengurangan risiko yang dapat dieksploitasi. Exposure Management membantu organisasi mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai exposure dan risiko. Attack Path Management kemudian memberikan perspektif mengenai bagaimana berbagai exposure tersebut dapat saling terhubung dan membentuk jalur menuju aset penting.
Microsoft Security Exposure Management, misalnya, menggabungkan attack path dengan exposure map, critical assets, choke points, dan security recommendations untuk membantu organisasi menentukan prioritas mitigasi. Pendekatan ini membantu mengubah perspektif keamanan dari sekadar “berapa banyak vulnerability yang dimiliki?” menjadi pertanyaan yang lebih kontekstual seperti “vulnerability mana yang dapat digunakan untuk mencapai aset paling penting?”
Apakah Attack Path Management Menggantikan Vulnerability Management?
Tidak. Attack Path Management dan Vulnerability Management memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Vulnerability Management tetap dibutuhkan untuk menemukan, menilai, memprioritaskan, dan menangani vulnerability. Sementara itu, Attack Path Management memberikan konteks mengenai bagaimana vulnerability tersebut dapat terhubung dengan aset, identitas, permission, atau kelemahan lainnya dalam sebuah jalur serangan. Dengan menggabungkan keduanya, organisasi dapat memperoleh perspektif yang lebih lengkap mengenai risiko keamanan.
Kesimpulan
Attack Path Management adalah pendekatan cybersecurity untuk mengidentifikasi, menganalisis, memprioritaskan, dan mengurangi jalur yang berpotensi digunakan penyerang dari entry point menuju aset kritis. Pendekatan ini membantu tim keamanan memahami hubungan antara vulnerability, misconfiguration, identitas, permission, dan aset yang dapat membentuk jalur serangan.
Berbeda dari vulnerability management yang melihat celah secara lebih terpisah, Attack Path Management memberikan konteks mengenai bagaimana berbagai kelemahan dapat saling terhubung dan meningkatkan risiko. Konsep seperti choke point dan blast radius juga membantu menentukan prioritas mitigasi.
Attack Path Management tidak menggantikan vulnerability management maupun attack surface management. Ketiganya dapat digunakan bersama untuk membantu organisasi memahami risiko dan memusatkan sumber daya keamanan pada jalur serangan yang paling berbahaya.
Untuk mempelajari lebih banyak topik seputar cybersecurity, cloud computing, server, hosting, jaringan, dan teknologi informasi, Anda juga dapat menemukan berbagai artikel informatif di Blog Hosteko yang membahas teknologi secara praktis dan mudah dipahami.
