Perangkat jaringan sangat dibutuhkan untuk membangun peforma yang handal seperti Hub, Lan Card, akses point dan sebagainya. Mereka memiliki fungsi masing-masing dan dibutuhkan dalam jumlah banyak pada perangkat-perangkat jaringan. Jika kita memerlukan jaringaan internet dengan komputer banyak tetapi hanya mengandalkan satu jaringan LAN, tentu ini akan menjadi masalah pada jaringan yang akan berpengaruh pada semua komputer kita.

Terlebih jika kita ingin membangun sebuah jaringan dalam skala besar, kita akan memerlukan perangkat seperti modem, router, repeater dan bridge.

Pada artikel ini kita akan membahas terkait apa itu bride? Bagaimana fungsi dan cara kerjanya.

Apa itu Bridge?

Bridge atau biasa disebut dengan jembatan jaringan, merupakan sebuah komponen jaringan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yakni LAN (Local Area Network) dengan jaringan LAN yang lain dan memperluas jaringan komputer.

Selain itu bridge juga mampu memetakkan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan, kemudian akan menyeleksi dan hanya data yang diperlukan yang akan dipindahkan.

Bridge juga sebagai alat yang dapat mempelajari alamat link  pada tiap-tiap perangkat yang terhubung dengannya serta juga dapat mengatur alur frame itu dengan berdasarkan alamat tersebut.

Bridge biasanyan menggunakan topologi tree, dimana mampu menentukan segmen sumber dan tujuan yang akan dikirim. Apabila segmen sama, paket akan ditolak dan segmen berbeda paket akan diteruskan menuju segmen tujuan.

Fungsi Bridge

Adapun fungsi dari Bridge, yaitu:

  1. Penghubung antara 2 jaringan

Mampu menghubungkan dua jaringan yang letaknya berjauhan dan menggabungkannya dalam satu jaringan. Hal ini akan menjadi ekonomis karena kita tidak perlu menghubungkan LAN pada semua tempat dengan menggunakan kabel koaksial.

  1. Otonomi pada tiap jaringan

Dikarenakan tiap departemen memiliki kebutuhan dan kepentingan masing-masing, memiliki komputer pribadi, workstation dan server sendiri serta memiliki tujuan yang berbeda. Akan lebih baiknya menggunakan jaringan yang berbeda tetapi tetap terhubung satu sama lain dengan menggunakan bridge.

  1. Mengakomodasi beban jaringan

Penurunan peforma pada suatu jaringan secara bersamaan akan menyebabkan pernurunan  performa dari jaringan tersebut yang disebabkan oleh terjadinya permintaan data dari client secara bersamaan. Sehingga diperlukan dua LAN yang dihubungkan dengan bridge.

Kelebihan dan Kekurangan Bridge

  • Kelebihan Bridge

Bridge memiliki kelebihan yaitu hanya dapat bekerja pada lapisan Data Link, sehingga tidak akan terjadi transmisi dari satu protokol ke protokol lain. Bridge juga mampu mendukung beberapa protokol seperti NetBEUI serta LAT yang tidak dilayani oleh router.

  • Kekurangan Bridge

Kekurangan bridge yaitu tidak dimungkinkannya transimi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, juga hanya dapat meneruskan paket dari jaringan ke jaringan lain dengan kecepatan 10 MBPS dan meneruskan transmisi tanpa menerjemahkan komunikasi antar protokol.

Cara Kerja Bridge

Cara kerja bridge hampir sama dengan Repeater. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa bridge memiliki kelebihan dapat memetakkan alamat ethernet yang ada dalam jaringan. Repeater akan menerima sinyal yang datang dari sebuah kabel jaringan, kemudian melakukan amplifikasi dan mengirim sinyal ke kabel jaringan lainnya. Repeater bekerja tanpa memperhatikan isi yang ada dalam sinyal tersebut, sedangkan bridge mampu memahami isi dari sinyal. Selain itu, bridge juga mampu menerima sinyal dan menemukan alamat pada tiap komputer di dua jaringan secara otomatis. Kemudian bridge memilah pesan yang datang dari satu sisi kemudian melakukan broadcast di jaringan lain.

 

0 Shares