HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Apa itu Cross Site Scripting (XSS)? Bagaimana cara mencegahnya?

Cross Site Scripting (XSS) merupakan kode HTML atau Client Script yang berdampak pada  penyerangan website. Salah satu jenis serangan yang paling berbahaya dan banyak  ditemukan yaitu pada google, facebook, Amazon, Paypal dan lain sebagainya. Serangan Cross Site Scripting digunakan untuk mencuri cookie, penyebaran malware session hijacking / pembajakan session, dan pembelokkan tujuan / malicious redirects. Penyerangannya dilakukan dengan ‘menyisipkan’ kode script (biasanya JavaScript) ke dalam sebuah situs. Jika situs ini memiliki fitur untuk menampilkan kembali isian form ke web browser, maka kemungkinan akan berhasil.

Contoh

Jika anda memiliki chat box atau comment box, kami sarankan untuk lebih berhati-hati dengan karakter yang diterima oleh input box. Jika anda mencoba memasukkan komen atau pesan pada chat box dengan contoh sebagai berikut

Terdapat juga script yang disisipkan pada tag html, seperti contoh tag emg

Penyerangan dapat juga dengan menambahkan client script untuk redirect website ke web pemilik. Tujuannya yaitu untuk menambah traffic atau backlink ke web penyerang.

Kategori XSS

Terdapat dua kategori pada XSS, yaitu Presistent dan Non-Presistent. Serangan Presistent berdampak permanen karenan script diinjek ke database atau secondary storage, sedangkan serangan Non-Presistent bersifat sementara dan membutuhkan aktivitas sosial kepada calon korban.

Cara mencegah Cross Site Scripting (XSS)

Salah satu cara untuk menghindari Cross Site Scripting yaitu dengan menggunakan fungsi PHP yaitu strip_tags(.) yang berfungsi untuk menghilangkan semua tag HTML atau dengan menggunakan fungsi  htmlentities(.) yang berfungsi mengganti karakter < dan > menjadi &lt; dan &gt;.

Cara mencegah XSS untuk User

Dilakukan dengan mematikan semua bahasa script yang terdapat pada komputer. Hal ini menyebabkan beberapa fungsionalitas pada site yang sedang dikunjungi menjadi tidak berjalan. Cara lain yang dapat anda lakukan yaitu dengan lebih berhati-hati dalam mengunjungi sebuah situs, terutama source URL nya.

Cara mencegah XSS untuk Developer atau suatu Organisasi

Pengembang aplikasi perlu menyelaraskan antisipasi pengamanan sesuai kebutuhan bisnis. Cara yang bisa anda lakukan yaitu dengan memastikan bahwa halaman yang membangkitkan konten secara dinamis tidak mendukung tag yang tidak diinginkan.

Sumber yang umum dijadikan titik masuk yaitu Query string, URL’s dan bagian universal locator, data yang dikirimkan, cookies, data persisten oleh user.

Cara pencegahan yang dapat dilakukan interaksi dengan sisi klien , yaitu dengan:

  1. Filtering

Dengan mewaspadai karakter-karakter khusus, seperti:

  • Terletak pada isi dari elemen blok level
  • “<” : pembuka sebuah tag
  • “&”: penanda sebuah entitas
  • “>”
  • Terletak di dalam nilai suatu atribut
  • di dalam nilai suatu atribut, diapit tanda petik ganda
  • di dalam nilai suatu atribut, diapit dengan petik tunggal
  • di dalam nilai suatu atirbut, tanpa diapit tanda petik
  • “&” dengan conjunction
  • Terletak pada URL
  • spasi, tabulasi dan pindah baris sebagai penanda akhir dari suatu URL
  • “&” menandai suatu entitas, atau batas parameter CGI
  • Karakter yang bukan ASCII : tidak ada karakter non-ASCII di URL
  • “%”:
  • Terletak di antara <SCRIPT> dengan </SCRIPT> : titik koma, tanda kurung, kurung kurawal dan ganti garis.
  • Terletak di dalam server side script yang akan mengkonversikan tanda seru di input menjadi tanda petik ganda di output.
  1. Validasi

Teknik ini dilakukan untuk  menjamin hanya input yang tepat yang akan dipilih.

  1. Encoding

Dengan melakukan encoding, data anda tidak akan hilang, meskipun pengkodean karakter yang dinilai membahayakan.

Pengkodean dapat dilakukan saat data disampaikan kembali ke user.

Diatas merupakan  artikel mengenai Cross Site Scripting (XSS) dan  cara mencegahnya. Semoga artikel ini dapat menambahkan wawasan  dan pengetahuan baru untuk Anda.

Terima Kasih

Jadilah yang pertama untuk memberi nilai
Sallu Warni

Recent Posts

Di era transformasi digital, perusahaan menghasilkan data dalam jumlah yang sangat besar setiap harinya. Data…

8 hours ago

Apa Itu Canonical URL? Panduan Lengkap agar Website Lebih SEO Friendly

Dalam optimasi mesin pencari (SEO), kualitas konten bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi peringkat website. Struktur…

8 hours ago

Apa Itu Customer Engagement? Kunci Meningkatkan Loyalitas Pelanggan dan Penjualan

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, menawarkan produk atau layanan berkualitas saja tidak lagi…

9 hours ago

Classified Ads: Cara Kerja, Jenis, Manfaat, dan Tips Lengkap

Di era digital, aktivitas jual beli dan promosi semakin mudah dilakukan melalui internet. Salah satu…

11 hours ago

Apa Itu Privileged Access Management (PAM)? Fungsi & Cara Kerja

Di era transformasi digital, setiap organisasi mengelola berbagai akun dengan tingkat akses yang berbeda-beda. Beberapa…

12 hours ago

Google Majalah: Sejarah, Cara Kerja, dan Status Layanannya

Google dikenal sebagai perusahaan teknologi yang menghadirkan berbagai layanan digital untuk memudahkan aktivitas pengguna, mulai…

13 hours ago