(0275) 2974 127
Istilah unicorn merupakan salah satu sebutan paling populer dalam dunia startup. Sebutan ini diberikan kepada perusahaan rintisan yang berhasil mencapai valuasi lebih dari US$1 miliar ketika masih berstatus perusahaan privat atau belum melantai di bursa saham (IPO). Mencapai status unicorn bukanlah hal yang mudah karena perusahaan harus mampu menunjukkan pertumbuhan bisnis yang pesat, memiliki model bisnis yang kuat, serta mendapatkan kepercayaan dari investor.
Bagi banyak startup, status unicorn menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di industrinya. Namun, perlu dipahami bahwa valuasi tinggi tidak selalu berarti perusahaan telah memperoleh keuntungan besar. Dalam banyak kasus, valuasi mencerminkan ekspektasi investor terhadap prospek bisnis di masa depan.
Istilah unicorn pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013 oleh investor asal Amerika Serikat, Aileen Lee, pendiri Cowboy Ventures. Ia menggunakan kata “unicorn” karena pada saat itu startup dengan valuasi lebih dari US$1 miliar sangat langka, layaknya makhluk mitologi unicorn yang sulit ditemukan.
Seiring berkembangnya industri teknologi dan meningkatnya investasi pada startup, jumlah perusahaan unicorn terus bertambah. Kini, berbagai sektor seperti fintech, kecerdasan buatan (AI), e-commerce, kesehatan digital, hingga perangkat lunak berbasis cloud telah melahirkan banyak unicorn baru di berbagai negara.
Startup yang berhasil mencapai status unicorn umumnya memiliki beberapa karakteristik berikut.
Perusahaan mampu menarik jutaan pengguna dalam waktu relatif singkat berkat produk atau layanan yang benar-benar dibutuhkan pasar.
Produk dapat diperluas ke berbagai wilayah tanpa harus meningkatkan biaya operasional secara signifikan.
Startup unicorn biasanya memperoleh investasi dari venture capital, investor institusi, maupun perusahaan investasi global.
Teknologi, algoritma, maupun model bisnis menjadi pembeda utama dibandingkan kompetitor.
Sebagian besar unicorn menargetkan pasar nasional bahkan internasional sehingga memiliki peluang pertumbuhan yang tinggi.
Menyandang status unicorn memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan, di antaranya:
Di balik prestise tersebut, startup unicorn juga menghadapi tantangan yang tidak ringan, seperti:
Beberapa startup yang pernah atau masih menyandang status unicorn antara lain:
Perusahaan-perusahaan tersebut berhasil berkembang pesat berkat inovasi produk, strategi ekspansi yang tepat, dan dukungan pendanaan dari investor.
Indonesia juga menjadi salah satu negara yang berhasil melahirkan startup unicorn, misalnya:
Keberhasilan startup Indonesia menunjukkan bahwa ekosistem digital nasional semakin matang dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Jika unicorn memiliki valuasi di atas US$1 miliar, maka decacorn merupakan startup yang berhasil mencapai valuasi lebih dari US$10 miliar.
Status ini jauh lebih sulit diraih karena perusahaan harus mampu mempertahankan pertumbuhan dalam jangka panjang sekaligus membuktikan bahwa model bisnisnya dapat berkembang secara global.
Jumlah startup decacorn jauh lebih sedikit dibandingkan unicorn karena tidak semua perusahaan mampu meningkatkan valuasinya hingga sepuluh kali lipat.
Beberapa faktor yang membuat status decacorn sulit dicapai antara lain:
Perbedaan utama terletak pada skala bisnis dan valuasinya.
Startup decacorn umumnya telah memiliki:
Beberapa perusahaan yang pernah mencapai status decacorn antara lain:
Perusahaan-perusahaan tersebut berkembang pesat berkat kemampuan mereka menghadirkan layanan yang digunakan oleh jutaan pelanggan di seluruh dunia.
Indonesia pernah memiliki startup dengan status decacorn, yaitu Gojek, sebelum bergabung dengan Tokopedia dan membentuk GoTo Group.
Keberhasilan Gojek menjadi decacorn menunjukkan bahwa startup dari Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui inovasi dan ekspansi bisnis yang berkelanjutan.
Di atas decacorn terdapat kategori yang jauh lebih eksklusif, yaitu hectocorn. Istilah ini digunakan untuk startup privat yang memiliki valuasi lebih dari US$100 miliar.
Jumlah hectocorn di dunia masih sangat sedikit karena perusahaan harus memiliki skala bisnis yang luar biasa besar, teknologi yang sangat inovatif, serta kepercayaan investor dalam jumlah yang masif.
Mencapai valuasi tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun dan strategi bisnis yang konsisten.
Beberapa alasan mengapa hanya sedikit startup yang mampu mencapai status hectocorn adalah:
Perusahaan harus mampu menjangkau ratusan juta pengguna di berbagai negara.
Pertumbuhan perusahaan memerlukan pendanaan dalam jumlah puluhan hingga ratusan miliar dolar.
Startup harus terus menghadirkan teknologi baru agar tetap unggul dibandingkan kompetitor.
Valuasi sebesar itu hanya dapat dicapai jika investor yakin perusahaan memiliki prospek jangka panjang yang sangat menjanjikan.
Startup hectocorn biasanya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan industri, antara lain:
Beberapa perusahaan yang pernah atau masih masuk kategori hectocorn antara lain:
Ketiga perusahaan tersebut bergerak di bidang yang berbeda, mulai dari media sosial, teknologi antariksa, hingga kecerdasan buatan. Meski demikian, semuanya memiliki kesamaan, yaitu mampu menghadirkan inovasi yang mengubah industri dan menarik investasi dalam jumlah sangat besar.
Perlu diketahui bahwa perusahaan teknologi publik seperti NVIDIA memiliki kapitalisasi pasar yang sangat tinggi, tetapi umumnya tidak dikategorikan sebagai hectocorn karena istilah unicorn, decacorn, dan hectocorn digunakan untuk perusahaan privat yang belum atau belum lama melantai di bursa saham.
Menyandang status unicorn, decacorn, atau hectocorn bukan hanya soal angka valuasi. Ketiga kategori tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan investor, kemampuan perusahaan menciptakan inovasi, serta potensi bisnis yang diyakini mampu terus berkembang di masa depan.
Meski demikian, valuasi bukanlah tujuan akhir sebuah startup. Perusahaan tetap perlu menjaga keberlanjutan bisnis, meningkatkan profitabilitas, serta memberikan nilai nyata bagi pelanggan agar dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.
Ingin memperdalam pengetahuan seputar jaringan komputer, server, keamanan siber, VPS, cloud computing, hingga berbagai teknologi terbaru? Kunjungi Blog Hosteko untuk menemukan artikel informatif, panduan praktis, dan tips teknologi yang selalu diperbarui agar Anda semakin mahir mengelola infrastruktur digital.
Dalam pengembangan aplikasi modern, proses autentikasi dan otorisasi menjadi aspek penting untuk menjaga keamanan data…
Di era digital saat ini, kecepatan website menjadi salah satu faktor terpenting yang memengaruhi pengalaman…
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah unicorn, decacorn, dan hectocorn semakin sering muncul dalam pemberitaan dunia…
Perkembangan cloud computing, model kerja hybrid, dan penggunaan aplikasi berbasis Software as a Service (SaaS)…
Mendapatkan banyak pengunjung ke website memang menjadi tujuan penting dalam digital marketing. Namun, tingginya jumlah…
Kecepatan akses website tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas hosting atau koneksi internet pengguna, tetapi juga…