HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Domain

Cara Mengarahkan Domain ke FunnelsPro Lewat Clientzone dengan Benar

Dalam membangun website atau landing page menggunakan FunnelsPro, salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah mengarahkan domain agar terhubung dengan funnel yang dibuat. Proses ini umumnya dilakukan melalui Clientzone dari penyedia layanan domain atau hosting.

Dengan pengaturan yang tepat, domain akan terhubung secara optimal ke FunnelsPro dan siap digunakan untuk keperluan bisnis, pemasaran, maupun promosi online. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara mengarahkan domain ke FunnelsPro melalui Clientzone, mulai dari pengertian, persiapan, hingga langkah-langkah konfigurasi secara detail.

Apa Itu FunnelsPro?

FunnelsPro adalah platform pembuat sales funnel dan landing page yang dirancang untuk membantu meningkatkan konversi pemasaran online. Dengan FunnelsPro, pengguna dapat membuat halaman promosi, formulir lead, halaman penjualan, dan berbagai funnel marketing tanpa harus memiliki kemampuan coding. FunnelsPro biasanya digunakan oleh pebisnis online, marketer digital, dan pemilik brand untuk mengarahkan traffic ke halaman yang terstruktur dan efektif.

Apa Itu Clientzone?

Clientzone adalah area dashboard pelanggan yang disediakan oleh penyedia layanan domain atau hosting. Melalui Clientzone, pengguna dapat mengelola berbagai kebutuhan teknis seperti:

  • Manajemen domain
  • Pengaturan DNS
  • Pembaruan nameserver
  • Pengelolaan hosting dan layanan tambahan

Untuk mengarahkan domain ke FunnelsPro, pengaturan DNS di Clientzone menjadi bagian paling penting.

Persiapan Sebelum Mengarahkan Domain ke FunnelsPro

Sebelum memulai proses pengaturan, pastikan beberapa hal berikut sudah siap:

  • Domain sudah aktif dan tidak dalam masa suspend
  • Akses login ke Clientzone penyedia domain
  • Akun FunnelsPro sudah aktif
  • Subdomain atau domain utama yang akan digunakan sudah ditentukan
  • Informasi DNS dari FunnelsPro (IP Address atau target CNAME)

Persiapan ini akan mempermudah proses konfigurasi dan menghindari kesalahan.

Cara Mengarahkan Domain ke FunnelsPro Melalui Clientzone

Berikut langkah-langkah umum yang bisa diterapkan pada sebagian besar Clientzone penyedia domain.

1. Login ke Clientzone

Langkah pertama adalah masuk ke Clientzone menggunakan akun Anda. Setelah berhasil login, cari menu Domain atau Manajemen Domain untuk melihat daftar domain yang Anda miliki.

2. Pilih Domain yang Akan Dikonfigurasi

Klik domain yang ingin diarahkan ke FunnelsPro. Biasanya akan tersedia menu pengaturan seperti DNS Management, DNS Zone, atau Kelola DNS.

3. Masuk ke Pengaturan DNS

Di halaman DNS, Anda akan melihat beberapa record seperti A Record, CNAME, MX, dan TXT. Fokus utama untuk integrasi FunnelsPro adalah A Record atau CNAME Record, tergantung instruksi dari FunnelsPro.

4. Menambahkan atau Mengubah DNS Record

Opsi 1: Menggunakan A Record

Jika FunnelsPro menyediakan IP Address:

  • Type: A
  • Host/Name: @ atau subdomain (misalnya www)
  • Value/IP Address: IP dari FunnelsPro
  • TTL: Auto atau default

Simpan perubahan setelah selesai.

Opsi 2: Menggunakan CNAME Record

Jika FunnelsPro menggunakan target domain:

  • Type: CNAME
  • Host/Name: www atau subdomain yang diinginkan
  • Target/Value: domain tujuan dari FunnelsPro
  • TTL: Auto

Pastikan tidak ada record ganda yang konflik.

5. Simpan dan Tunggu Propagasi DNS

Setelah menyimpan pengaturan DNS, proses propagasi DNS biasanya membutuhkan waktu 1–24 jam, dan dalam beberapa kasus hingga 48 jam. Selama waktu ini, domain mungkin belum bisa diakses sepenuhnya.

Menghubungkan Domain di Dashboard FunnelsPro

Setelah DNS diarahkan, langkah selanjutnya adalah menambahkan domain di dashboard FunnelsPro:

  1. Login ke akun FunnelsPro
  2. Masuk ke menu Domain Settings
  3. Pilih Add Custom Domain
  4. Masukkan nama domain atau subdomain
  5. Simpan dan tunggu status domain menjadi aktif

FunnelsPro biasanya akan memverifikasi DNS secara otomatis.

Mengaktifkan SSL pada Domain FunnelsPro

Agar website aman dan terpercaya, pastikan SSL aktif:

  1. Masuk ke pengaturan domain di FunnelsPro
  2. Aktifkan fitur SSL/HTTPS
  3. Tunggu proses aktivasi selesai

SSL membantu meningkatkan kepercayaan pengguna dan performa SEO.

Tips Agar Domain Berhasil Terhubung ke FunnelsPro

Beberapa tips penting yang perlu diperhatikan:

  1. Pastikan tidak ada DNS ganda atau konflik record
  2. Gunakan subdomain jika domain utama sudah dipakai website lain
  3. Cek kembali penulisan IP atau target CNAME
  4. Hindari sering mengubah DNS saat proses propagasi
  5. Gunakan TTL default untuk hasil lebih stabil

Masalah Umum dan Cara Mengatasinya

1. Domain Tidak Bisa Diakses
Biasanya disebabkan oleh DNS belum sepenuhnya terpropagasi. Solusinya adalah menunggu beberapa jam dan melakukan pengecekan ulang.

2. Error SSL
Pastikan DNS sudah aktif sepenuhnya sebelum mengaktifkan SSL di FunnelsPro.

3. Halaman Tidak Sesuai Funnel
Periksa kembali pengaturan domain di dashboard FunnelsPro dan pastikan sudah terhubung ke funnel yang benar.

Kesimpulan

Mengarahkan domain ke FunnelsPro melalui Clientzone merupakan langkah penting agar funnel marketing dapat diakses menggunakan domain sendiri yang profesional. Dengan pengaturan DNS yang tepat dan verifikasi di dashboard FunnelsPro, domain akan terhubung dengan lancar dan siap digunakan.

Proses ini relatif mudah dilakukan asalkan mengikuti langkah-langkah dengan benar dan sabar menunggu propagasi DNS. Dengan domain sendiri, funnel yang dibuat akan terlihat lebih kredibel dan berpotensi meningkatkan konversi.

5/5 - (1 vote)
Fitri Ana

Recent Posts

Rahasia Privasi WhatsApp: Online Tanpa Ketahuan, Ini Langkahnya

Di era komunikasi serba instan, banyak pengguna ingin tetap aktif membalas pesan tanpa harus terlihat…

1 day ago

Rekening Terkuras Tanpa Sadar: Kenali Modus Terbaru Kejahatan M-Banking

Bayangkan bangun pagi dan mendapati notifikasi transaksi bertubi-tubi di ponsel. Saat membuka aplikasi mobile banking,…

1 day ago

Panduan Lengkap Cara Menonaktifkan IPv6 di Windows, Mac, Android, dan iPhone

IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah versi terbaru dari protokol internet yang dirancang untuk menggantikan…

1 day ago

Apa Itu XML-RPC? Pengertian, Fungsi, Risiko, dan Alasan Sebaiknya Dinonaktifkan

Dalam pengelolaan website, khususnya berbasis WordPress, Anda mungkin pernah mendengar istilah XML-RPC. Fitur ini sering…

1 day ago

Masih Bingung Apa Itu Input? Ini Pengertian dan Contoh Lengkapnya!

Dalam dunia komputer dan teknologi informasi, istilah input merupakan salah satu konsep dasar yang sangat…

1 day ago

Mengenal Apa Itu Ekstensi File Beserta Contohnya Lengkap dan Mudah Dipahami

Dalam dunia komputer, istilah ekstensi file sangat sering digunakan. Setiap file yang tersimpan di komputer…

2 days ago