Jangan Sampai Salah! Cara Redirect Non WWW ke WWW yang Aman dan SEO Friendly
Redirect non www ke www adalah salah satu langkah penting dalam optimasi website, baik dari sisi SEO, konsistensi domain, maupun keamanan akses. Dengan redirect yang benar, pengunjung dan mesin pencari hanya akan mengakses satu versi domain, yaitu versi www. Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, manfaat, hingga cara implementasi redirect non www ke www menggunakan file .htaccess.
Apa Itu Redirect Non WWW ke WWW?
Redirect non WWW ke WWW adalah proses mengalihkan akses website dari alamat domain tanpa awalan www (misalnya https://domain.com) ke alamat domain dengan awalan www (misalnya https://www.domain.com). Pengalihan ini berlaku baik untuk versi HTTP maupun HTTPS, sehingga setiap pengunjung yang mengakses domain non WWW akan otomatis diarahkan ke versi WWW.
Umumnya, redirect ini menggunakan 301 Redirect (Permanent Redirect) agar mesin pencari memahami bahwa domain dengan awalan WWW merupakan versi utama atau domain resmi yang digunakan, sekaligus membantu menjaga konsistensi URL dan optimasi SEO.
Mengapa Redirect Non WWW ke WWW Itu Penting?
1. Menghindari Duplicate Content
Tanpa redirect, mesin pencari akan menganggap:
domain.comwww.domain.com
sebagai dua website berbeda, sehingga bisa menyebabkan duplikasi konten.
2. Meningkatkan SEO
Redirect 301 membantu:
- Menggabungkan authority domain
- Mewariskan backlink
- Meningkatkan peringkat pencarian
3. Konsistensi Branding
Menggunakan satu versi domain membuat website terlihat:
- Lebih profesional
- Konsisten di semua platform
4. Keamanan & Manajemen Sertifikat SSL
SSL biasanya dikonfigurasi pada satu domain utama. Redirect membantu mencegah error sertifikat.
Apa Itu File .htaccess?
Persiapan Sebelum Redirect
Sebelum melakukan redirect, pastikan:
- Website menggunakan Apache Server
- Modul mod_rewrite aktif
- File
.htaccesstersedia - Backup file
.htaccesssebelum mengedit
Cara Redirect Non WWW ke WWW Menggunakan .htaccess
1. Redirect HTTP Non WWW ke HTTP WWW
Gunakan kode berikut: RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domain.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://www.domain.com/$1 [L,R=301]
Ganti domain.com dengan nama domain Anda.
2. Redirect HTTPS Non WWW ke HTTPS WWW
Jika website sudah menggunakan SSL:
3. Redirect Semua Versi (HTTP & HTTPS) Non WWW ke WWW
Ini adalah cara paling aman dan umum digunakan:
Kode ini akan:
- Mengalihkan semua domain non www
- Otomatis menggunakan HTTPS
4. Redirect Non WWW ke WWW Tanpa Mengubah Protokol
Jika ingin mengikuti protokol asal (HTTP/HTTPS):
Cara Mengecek Redirect Berhasil atau Tidak
1. Menggunakan Browser
- Ketik
domain.com - Pastikan otomatis berubah ke
www.domain.com
2. Menggunakan Command Line (cURL)
Pastikan terdapat: HTTP/1.1 301 Moved Permanently
Location: https://www.domain.com
3. Menggunakan Redirect Checker Online
Gunakan tools redirect checker untuk memastikan redirect 301 berjalan dengan benar.
Kesalahan Umum Saat Redirect Non WWW ke WWW
Kesalahan umum saat melakukan redirect non WWW ke WWW antara lain loop redirect, yang terjadi karena adanya aturan redirect yang saling bertabrakan sehingga website terus mengalihkan URL tanpa henti. Masalah lain yang sering muncul adalah salah penempatan kode redirect di file .htaccess, sehingga aturan tidak berjalan karena tertimpa oleh konfigurasi lain seperti redirect HTTPS atau aturan WordPress.
Selain itu, banyak pengguna tidak menggunakan redirect 301, padahal jenis redirect ini penting agar mesin pencari memahami bahwa pengalihan bersifat permanen dan nilai SEO tetap terjaga. Konflik dengan redirect HTTPS juga sering terjadi jika aturan HTTP ke HTTPS dan non WWW ke WWW tidak disusun dengan benar. Kesalahan terakhir yang kerap terjadi adalah salah penulisan domain, yang dapat menyebabkan redirect gagal. Untuk menghindarinya, pastikan urutan kode sudah tepat dan tidak ada redirect ganda di dalam file .htaccess.
Kesimpulan
Redirect non www ke www menggunakan .htaccess adalah langkah wajib untuk menjaga performa SEO, konsistensi domain, dan keamanan website. Dengan konfigurasi yang tepat, website akan lebih profesional, mudah dikelola, dan ramah mesin pencari. Pastikan selalu menggunakan redirect 301, melakukan backup sebelum perubahan, serta menguji hasil redirect setelah konfigurasi selesai.
