HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Domain

Jangan Sampai Salah! Cara Redirect Non WWW ke WWW yang Aman dan SEO Friendly

Redirect non www ke www adalah salah satu langkah penting dalam optimasi website, baik dari sisi SEO, konsistensi domain, maupun keamanan akses. Dengan redirect yang benar, pengunjung dan mesin pencari hanya akan mengakses satu versi domain, yaitu versi www. Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, manfaat, hingga cara implementasi redirect non www ke www menggunakan file .htaccess.

Apa Itu Redirect Non WWW ke WWW?

Redirect non WWW ke WWW adalah proses mengalihkan akses website dari alamat domain tanpa awalan www (misalnya https://domain.com) ke alamat domain dengan awalan www (misalnya https://www.domain.com). Pengalihan ini berlaku baik untuk versi HTTP maupun HTTPS, sehingga setiap pengunjung yang mengakses domain non WWW akan otomatis diarahkan ke versi WWW.

Umumnya, redirect ini menggunakan 301 Redirect (Permanent Redirect) agar mesin pencari memahami bahwa domain dengan awalan WWW merupakan versi utama atau domain resmi yang digunakan, sekaligus membantu menjaga konsistensi URL dan optimasi SEO.

Mengapa Redirect Non WWW ke WWW Itu Penting?

1. Menghindari Duplicate Content

Tanpa redirect, mesin pencari akan menganggap:

  • domain.com
  • www.domain.com

sebagai dua website berbeda, sehingga bisa menyebabkan duplikasi konten.

2. Meningkatkan SEO

Redirect 301 membantu:

  • Menggabungkan authority domain
  • Mewariskan backlink
  • Meningkatkan peringkat pencarian

3. Konsistensi Branding

Menggunakan satu versi domain membuat website terlihat:

  • Lebih profesional
  • Konsisten di semua platform

4. Keamanan & Manajemen Sertifikat SSL

SSL biasanya dikonfigurasi pada satu domain utama. Redirect membantu mencegah error sertifikat.

Apa Itu File .htaccess?

File .htaccess adalah file konfigurasi pada web server Apache yang digunakan untuk mengatur berbagai pengaturan website secara langsung pada level direktori. Melalui file ini, pemilik website dapat melakukan berbagai fungsi penting seperti melakukan redirect URL, mengatur keamanan website, melakukan rewrite atau pengubahan struktur URL, serta mengelola hak akses folder dan file. Umumnya, file .htaccess berada di root directory website, yaitu folder utama seperti public_html, sehingga pengaturannya dapat berlaku untuk seluruh halaman dan direktori di dalam website tersebut.

Persiapan Sebelum Redirect

Sebelum melakukan redirect, pastikan:

  1. Website menggunakan Apache Server
  2. Modul mod_rewrite aktif
  3. File .htaccess tersedia
  4. Backup file .htaccess sebelum mengedit

Cara Redirect Non WWW ke WWW Menggunakan .htaccess

1. Redirect HTTP Non WWW ke HTTP WWW

Gunakan kode berikut: RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domain.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://www.domain.com/$1 [L,R=301]

Ganti domain.com dengan nama domain Anda.

2. Redirect HTTPS Non WWW ke HTTPS WWW 

Jika website sudah menggunakan SSL:

RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTPS} on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domain.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ https://www.domain.com/$1 [L,R=301]

3. Redirect Semua Versi (HTTP & HTTPS) Non WWW ke WWW

Ini adalah cara paling aman dan umum digunakan:

RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTP_HOST} !^www\. [NC]
RewriteRule ^(.*)$ https://www.%{HTTP_HOST}/$1 [L,R=301]

Kode ini akan:

  • Mengalihkan semua domain non www
  • Otomatis menggunakan HTTPS

4. Redirect Non WWW ke WWW Tanpa Mengubah Protokol

Jika ingin mengikuti protokol asal (HTTP/HTTPS):

RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domain.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ %{REQUEST_SCHEME}://www.domain.com/$1 [L,R=301]

Cara Mengecek Redirect Berhasil atau Tidak

1. Menggunakan Browser

  • Ketik domain.com
  • Pastikan otomatis berubah ke www.domain.com

2. Menggunakan Command Line (cURL)

curl -I http://domain.com

Pastikan terdapat: HTTP/1.1 301 Moved Permanently
Location: https://www.domain.com

3. Menggunakan Redirect Checker Online

Gunakan tools redirect checker untuk memastikan redirect 301 berjalan dengan benar.

Kesalahan Umum Saat Redirect Non WWW ke WWW

Kesalahan umum saat melakukan redirect non WWW ke WWW antara lain loop redirect, yang terjadi karena adanya aturan redirect yang saling bertabrakan sehingga website terus mengalihkan URL tanpa henti. Masalah lain yang sering muncul adalah salah penempatan kode redirect di file .htaccess, sehingga aturan tidak berjalan karena tertimpa oleh konfigurasi lain seperti redirect HTTPS atau aturan WordPress.

Selain itu, banyak pengguna tidak menggunakan redirect 301, padahal jenis redirect ini penting agar mesin pencari memahami bahwa pengalihan bersifat permanen dan nilai SEO tetap terjaga. Konflik dengan redirect HTTPS juga sering terjadi jika aturan HTTP ke HTTPS dan non WWW ke WWW tidak disusun dengan benar. Kesalahan terakhir yang kerap terjadi adalah salah penulisan domain, yang dapat menyebabkan redirect gagal. Untuk menghindarinya, pastikan urutan kode sudah tepat dan tidak ada redirect ganda di dalam file .htaccess.

Kesimpulan

Redirect non www ke www menggunakan .htaccess adalah langkah wajib untuk menjaga performa SEO, konsistensi domain, dan keamanan website. Dengan konfigurasi yang tepat, website akan lebih profesional, mudah dikelola, dan ramah mesin pencari. Pastikan selalu menggunakan redirect 301, melakukan backup sebelum perubahan, serta menguji hasil redirect setelah konfigurasi selesai.

5/5 - (1 vote)
Fitri Ana

Recent Posts

Rekomendasi HP Kamera Bagus Harga Terjangkau, Hasil Foto Tajam Tanpa Mahal

Perkembangan fotografi mobile semakin pesat seiring meningkatnya kualitas kamera pada smartphone. Saat ini, kamera HP…

19 hours ago

Website Lemot di cPanel? Kenali Engintron dan Cara Ampuh Meningkatkan Performa Server

Dalam dunia hosting dan manajemen server, performa serta efisiensi sumber daya adalah dua hal yang…

21 hours ago

Single Account System: Solusi Praktis atau Ancaman Keamanan?

Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggunaan satu akun untuk mengakses banyak aplikasi semakin berkembang. Pengguna…

21 hours ago

Panduan Mengelola Folder Trash di cPanel untuk Menambah Ruang Hosting

Saat mengelola website melalui cPanel, banyak pengguna tidak menyadari bahwa file yang sudah dihapus sebenarnya…

24 hours ago

Manfaat Staging WordPress dan Cara Membuatnya di Hosting

Setiap perubahan pada website WordPress berisiko menimbulkan error, mulai dari plugin konflik hingga website tidak…

1 day ago

Alternatif Pengganti Chip RAM: Masa Depan Teknologi Memori Komputer

Chip RAM (Random Access Memory) memegang peran krusial dalam sistem komputer dan berbagai perangkat digital.…

2 days ago