HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Blog Anda di Copy Paste? Simak Cara Untuk Menghindarinya!

Pencurian dan penggunaan konten tanpa persetujuan seringkali menjadi masalah bagi banyak penulis blog. Sementara itu, menciptakan konten yang menarik untuk memperkaya blog tidaklah gampang. Anda perlu menginvestasikan banyak ide dan waktu untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun, pencurian konten dapat terjadi hanya dalam hitungan detik saja. Hal ini biasanya terjadi secara otomatis melalui proses pengambilan konten.

Selain itu, penyebab lain dari pencurian adalah ketika seseorang menyalin konten Anda secara manual dan menggunakannya di situs mereka. Pencurian konten dapat memberi dampak negatif bagi blog Anda. Salah satu dampaknya adalah penurunan dalam kinerja SEO. Di samping itu, citra blog juga akan terjejas. Semua ide, waktu, dan usaha yang Anda investasikan untuk membangun blog dan menulis artikel bisa lenyap begitu saja.

Tentu saja, kita ingin blog atau situs kita menjadi tidak dapat dicopy paste, bukan? Salah satu metode untuk mencegah orang menyalin tulisan di blog Anda adalah dengan menonaktifkan fungsi salin dan tempel. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi situs Anda dari pencurian konten.

Cara Agar Artikel Blog Anti Copy Paste

Untuk menghindari agar tulisan diblog tidak bisa di copy paste, ada dua metode yang dapat Anda gunakan yaitu dengan memasang plugin atau menggunakan custom CSS. Berikut adalah penjelasannya:

1. Menggunakan Plugin Copy Protection

Jika Anda ingin mencegah orang menyalin teks di blog Anda, salah satu solusinya adalah dengan memasang plugin. Mari kita lihat langkah-langkahnya.

Login akun wordpress

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah login ke akun WordPress Anda. Akses melalui namadomain/wp-admin. Kemudian, masukkan username atau email serta password pada kolom yang tersedia. Selanjutnya, klik tombol login.

 

 

Masuk ke Dashboard

Setelah login, Anda akan masuk ke dashboard WordPress. Melalui dashboard, Anda bisa menggunakan banyak menu yang ada dalam WordPress. Selanjutnya, melalui sidebar yang terlihat pada bagian kiri, pilih menu Plugins dan klik Add New (Tambah baru).

 

 

Install dan Aktifkan Plugin

Setelah tampilan halaman plugin muncul, Anda bisa memasukkan kata kunci untuk menemukan plugin yang Anda butuhkan. Misalnya, jika Anda ingin mencari plugin yang dapat mencegah penyalinan teks pada artikel blog, masukkan ‘perlindungan salinan’ di kolom sebelah kanan pada bagian Pencarian dan Filter. Kemudian, daftar plugin yang cocok untuk melindungi konten di WordPress akan ditampilkan.

Pilihlah plugin dengan rating tinggi dan jumlah pengguna yang banyak. Selain itu, perhatikan juga tanggal pembaruan terakhir dari plugin tersebut, untuk memastikan keamanan dan fitur-fiturnya tetap relevan dan memenuhi kebutuhan Anda. Dalam tutorial ini, kita akan memilih plugin WP Content Copy Protection and No Right Click.

 

 

Jika ingin mengaktifkannya, klik ‘Install Now’ (Install Sekarang). Lalu, proses instalasi selesai, klik ‘Activate’ (Aktifkan).

 

 

Setelah itu, blog Anda sudah terlindungi dari pencurian konten. Menggunakan plugin ini, pilihan untuk copy-paste dan menu klik kanan yang lain tidak akan bisa muncul sama sekali.

2. Menggunakan CSS Tambahan

Cara lain untuk melindungi postingan artikel Anda adalah dengan menggunakan kode CSS tambahan untuk mengedit tampilan website. Agar dapat mengimplementasikannya, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.

Buka Appearance Customizer

Masuk ke dashboard WordPress Anda, pada sidebar sebelah kiri pilih menu Appearance (Tampilan). Setelah itu, klik pilihan Customize (Sesuaikan).

 

 

Selanjutnya, tampilan seperti ini akan muncul. Scroll terus ke bawah, temukan dan pilih menu Additional CSS (CSS Tambahan).

 

 

Atur CSS Tambahan

Di bawah menu Additional CSS akan muncul box kosong tempat Anda bisa mengetikkan kode CSS. Salinlah kode berikut ini pada kotak tersebut.

* {
-webkit-touch-callout: none; /* iOS Safari */
-webkit-user-select: none; /* Safari */
-khtml-user-select: none; /* Konqueror HTML */
-moz-user-select: none; /* Old versions of Firefox */
-ms-user-select: none; /* Internet Explorer/Edge */
user-select: none; /* Non-prefixed version, currently supported by Chrome, Opera and Firefox */
}

 

Setelah itu, tekan tombol Publikasikan. Kode CSS Anda kini telah berfungsi dengan baik. Untuk memeriksanya, silakan kunjungi halaman website Anda. Kode CSS yang diterapkan tidak sepenuhnya menonaktifkan fungsi klik kanan. Dengan demikian, pembaca blog Anda masih bisa menggunakan kursor. Hanya saja, opsi untuk menyalin dan menempel tidak tersedia.

Alasan Perlu Melindungi Konten dari Copy Paste

Sebelumnya, kita sudah membahas cara melindungi konten blog agar terhindar dari pencurian. Perlindungan ini memberikan banyak keuntungan dan sangat penting untuk blog Anda. Mari uraikan satu per satu.

  • Mempertahankan Traffic

Dengan menjaga keamanan blog dari penyalinan, konten yang Anda miliki akan terlihat unik. Pengunjung hanya dapat menemukan dan membacanya di website Anda. Hal ini tentu meningkatkan stabilitas jumlah pengunjung dan bahkan bisa mendatangkan lebih banyak.

  • Memelihara Reputasi Website

Konten yang asli pasti akan menarik lebih banyak pembaca dan membuat blog Anda dikenal dengan baik. Sebagai penulis, Anda akan terlihat lebih kredibel. Citra positif ini membuat pengunjung merasa lebih nyaman saat mengunjungi blog Anda.

  • Meningkatkan Peringkat Website pada Mesin Pencari

Konten yang dicuri dapat merugikan performa SEO. Ini dikarenakan Anda akan bersaing dengan konten yang identik dengan milik Anda. Jika konten Anda terlindungi dari penyalinan, peringkat website Anda di mesin pencari dapat menjadi lebih stabil dan bahkan meningkat.

Kesimpulan

Apakah Anda sudah memahami cara melindungi artikel Anda? Panduan Anti Penyalinan ini membantu Anda menghindari pelanggaran dan pencurian konten. Sekarang, Anda dapat lebih tenang tentang konten di website dan blog Anda.

Terdapat dua metode yang dapat Anda gunakan, yakni memasang plugin atau menambahkan CSS kustom. Prosesnya sangat mudah dan dapat diselesaikan dalam beberapa menit saja. Namun, dampaknya sangat signifikan bagi kelangsungan website, terutama jika itu adalah website bisnis Anda.

5/5 - (1 vote)
Fitri Ana

Recent Posts

Panduan Lengkap Mengembalikan File yang Terhapus di cPanel & Plesk

Kehilangan file penting di hosting bisa menjadi masalah besar, terutama jika file tersebut berisi konfigurasi…

3 hours ago

Apa Itu Kalkulator TikTok? Fungsi, Cara Menggunakan, dan Estimasi Penghasilan Kreator

TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial paling populer di dunia, termasuk di Indonesia.…

5 hours ago

Bing Webmaster Tools: Alat Penting untuk Memperkuat SEO di Mesin Pencari

Bing Webmaster Tools adalah salah satu alat penting yang dapat membantu pemilik website memahami bagaimana…

23 hours ago

Prefix Database: Definisi, Fungsi, dan Cara Menonaktifkannya di cPanel melalui WHM

Pernahkan Anda mendengar istilah prefix database? Sederhananya, prefix database adalah sebuah kata yang ditambahkan dan…

2 days ago

Mengenal HTTP Status Codes: Jenis, Penyebab, dan Fungsinya pada Website

Saat mengelola sebuah website, baik sebagai pemilik bisnis, webmaster, ataupun developer, Anda pasti pernah menemukan…

2 days ago

Cara Setting Email Deliverability di cPanel

Email deliverability merupakan fitur dalam cPanel yang berfungsi untuk menganalisis pengiriman email yang keluar. Dalam…

2 days ago