(0275) 2974 127
Setelah memahami pengertian dan cara kerja payment gateway, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah keamanan dan pemilihan layanan. Payment gateway berhubungan dengan transaksi keuangan, sehingga merchant tidak cukup hanya mempertimbangkan banyaknya metode pembayaran atau biaya transaksi.
Merchant juga perlu memperhatikan keamanan sistem, perlindungan data, keandalan layanan, dukungan teknis, serta status penyelenggara dalam ekosistem sistem pembayaran Indonesia.
Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran mengatur antara lain aktivitas dan struktur industri sistem pembayaran, tata kelola dan manajemen risiko, market conduct dan pelindungan konsumen, data dan informasi, serta pengawasan. Peraturan tersebut mulai berlaku pada 31 Maret 2026.
Secara umum, payment gateway dan layanan pembayaran digital menerapkan berbagai mekanisme keamanan untuk membantu melindungi proses transaksi. Namun, tidak ada sistem yang dapat dianggap sepenuhnya bebas dari risiko.
Keamanan transaksi dipengaruhi oleh penyedia layanan, merchant, sistem integrasi, serta perilaku pelanggan.
Dari sisi penyedia, sistem pembayaran perlu memiliki mekanisme untuk menjaga keamanan dan keandalan sistem. Dari sisi merchant, keamanan integrasi, server, akun administrator, dan credential API juga harus diperhatikan.
Sementara itu, pelanggan perlu berhati-hati terhadap phishing, tautan pembayaran palsu, aplikasi berbahaya, dan permintaan informasi sensitif.
Bank Indonesia juga menempatkan manajemen risiko serta keamanan dan keandalan infrastruktur sistem pembayaran sebagai bagian penting dalam pengaturan dan pengawasan industri sistem pembayaran.
Payment gateway dapat menggunakan berbagai teknologi dan mekanisme untuk mengurangi risiko dalam transaksi digital. Implementasinya dapat berbeda pada setiap penyedia dan metode pembayaran.
Enkripsi digunakan untuk membantu melindungi informasi ketika data dikirimkan melalui jaringan.
Dalam integrasi website, penggunaan HTTPS/TLS penting agar komunikasi antara browser pelanggan dan server terlindungi dari penyadapan atau manipulasi selama transmisi.
Merchant sebaiknya memastikan halaman dan komunikasi yang berkaitan dengan pembayaran menggunakan HTTPS/TLS serta sertifikat digital yang valid.
Tokenisasi merupakan mekanisme yang menggantikan data pembayaran tertentu dengan sebuah token atau nilai pengganti.
Dengan pendekatan tersebut, sistem merchant dapat mengurangi kebutuhan untuk menyimpan data pembayaran sensitif dalam bentuk aslinya untuk kebutuhan tertentu.
Namun, implementasi tokenisasi berbeda-beda pada setiap payment gateway. Merchant sebaiknya mengikuti dokumentasi resmi penyedia layanan dan tidak menyimpan data sensitif yang sebenarnya tidak diperlukan.
Transaksi tertentu dapat membutuhkan proses autentikasi tambahan untuk membantu memastikan bahwa pembayaran dilakukan oleh pemilik instrumen pembayaran.
Pada pembayaran kartu, misalnya, mekanisme seperti EMV 3-D Secure (3DS) dapat digunakan dalam skema yang mendukungnya.
EMV 3DS memungkinkan pertukaran informasi antara merchant dan penerbit kartu untuk membantu mengautentikasi konsumen. Pada transaksi tertentu, penerbit dapat meminta pelanggan melakukan autentikasi tambahan, misalnya melalui kode sekali pakai atau aplikasi perbankan.
Tujuannya adalah menambah lapisan verifikasi dan membantu mengurangi risiko fraud pada transaksi kartu tanpa kehadiran fisik kartu.
Payment gateway atau pihak lain dalam ekosistem pembayaran dapat menyediakan sistem untuk mendeteksi pola transaksi yang mencurigakan.
Sistem tersebut dapat mempertimbangkan berbagai indikator risiko untuk membantu mengidentifikasi transaksi yang tidak biasa.
Fitur dan metode fraud detection dapat berbeda antara satu penyedia dengan penyedia lainnya. Karena itu, merchant sebaiknya memeriksa fitur pengendalian risiko yang benar-benar tersedia.
Bank Indonesia juga menempatkan manajemen risiko, keamanan sistem, dan pelindungan konsumen sebagai bagian dari pengaturan industri sistem pembayaran.
Meskipun payment gateway memiliki berbagai mekanisme keamanan, merchant tetap perlu memahami beberapa risiko.
Fraud dapat terjadi ketika seseorang melakukan transaksi secara tidak sah atau menggunakan informasi pembayaran milik pihak lain.
Merchant perlu memiliki prosedur untuk menangani transaksi mencurigakan dan memahami fitur pengendalian risiko yang tersedia dari payment gateway.
Phishing merupakan salah satu ancaman yang memanfaatkan rekayasa sosial untuk memperoleh informasi sensitif.
Contohnya adalah pelanggan menerima tautan yang mengatasnamakan merchant atau penyedia pembayaran, kemudian diarahkan ke halaman pembayaran palsu.
Karena itu, merchant sebaiknya tidak mengirim tautan pembayaran dari sumber yang tidak jelas dan pelanggan perlu memeriksa alamat website sebelum memasukkan informasi penting.
Kesalahan konfigurasi pada sisi developer juga dapat menjadi risiko.
API key atau secret key yang seharusnya bersifat rahasia tidak boleh dimasukkan ke kode frontend atau repository publik.
Jika credential bocor, pihak yang tidak berwenang berpotensi menyalahgunakannya sesuai dengan tingkat akses yang dimiliki credential tersebut.
Pada transaksi kartu tertentu, pelanggan dapat mengajukan sengketa pembayaran atau chargeback melalui penerbit kartu atau pihak terkait sesuai mekanisme yang berlaku.
Merchant perlu memahami kebijakan chargeback dari payment gateway dan metode pembayaran yang digunakan.
Mekanisme sengketa tidak selalu sama untuk setiap metode pembayaran, sehingga ketentuan resmi penyedia perlu diperiksa.
Aspek regulasi menjadi hal penting ketika memilih payment gateway.
Bank Indonesia menerbitkan PBI Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran, yang mulai berlaku pada 31 Maret 2026. Regulasi tersebut mengatur berbagai aspek industri sistem pembayaran, termasuk aktivitas dan struktur industri, perizinan, tata kelola, manajemen risiko, data dan informasi, pengawasan, serta pelindungan konsumen.
Dalam kerangka tersebut, aktivitas Sistem Pembayaran mencakup antara lain:
Bank Indonesia juga menetapkan persyaratan perizinan bagi pihak yang bertindak sebagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP). PBI 10/2025 menyatakan bahwa setiap pihak yang bertindak sebagai PJP harus memperoleh izin dari Bank Indonesia.
Karena itu, merchant sebaiknya memastikan bahwa penyedia layanan yang digunakan memiliki status dan perizinan yang sesuai dengan aktivitasnya.
Bank Indonesia juga menyediakan informasi mengenai perizinan penyelenggara Sistem Pembayaran yang dapat digunakan sebagai salah satu sumber pemeriksaan.
Tidak ada satu payment gateway yang otomatis paling cocok untuk semua bisnis.
Pilihan payment gateway bergantung pada jenis usaha, volume transaksi, target pelanggan, metode pembayaran yang dibutuhkan, teknologi website, serta biaya yang dapat ditanggung.
Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.
Ini merupakan salah satu faktor penting.
Merchant sebaiknya memeriksa informasi penyedia melalui sumber resmi Bank Indonesia dan memastikan layanan tersebut beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal ini semakin penting setelah berlakunya kerangka baru industri sistem pembayaran pada 31 Maret 2026.
Jangan hanya melihat jumlah metode pembayaran, tetapi periksa apakah metode tersebut memang relevan dengan pelanggan bisnis.
Misalnya, bisnis yang menyasar konsumen Indonesia dapat mempertimbangkan kombinasi:
QRIS merupakan standar QR Code pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia. Dengan QRIS, satu QR Code dapat digunakan untuk memfasilitasi pembayaran dari berbagai instrumen pembayaran yang didukung.
Setiap penyedia dapat memiliki struktur biaya yang berbeda.
Perhatikan biaya yang mungkin berlaku, seperti:
Tidak semua penyedia mengenakan seluruh jenis biaya tersebut. Karena itu, merchant perlu memeriksa pricing dan syarat layanan resmi masing-masing penyedia.
Jangan memilih hanya berdasarkan biaya transaksi paling rendah. Biaya perlu dibandingkan dengan fitur dan layanan yang diperoleh.
Settlement menentukan kapan dana transaksi dapat diterima merchant sesuai ketentuan penyedia.
Bagi bisnis dengan kebutuhan arus kas yang ketat, waktu settlement dapat menjadi faktor penting.
Merchant sebaiknya memeriksa jadwal settlement untuk setiap metode pembayaran karena ketentuannya dapat berbeda.
Payment gateway yang sesuai untuk bisnis belum tentu yang memiliki fitur paling banyak, tetapi yang paling sesuai dengan kemampuan teknis dan platform yang digunakan.
Jika menggunakan WordPress atau WooCommerce, merchant dapat mempertimbangkan layanan yang menyediakan plugin atau extension.
Untuk aplikasi atau website custom, API dan SDK dapat menjadi salah satu pertimbangan.
Bagi developer, dokumentasi merupakan bagian penting dari pengalaman menggunakan payment gateway.
Dokumentasi yang baik sebaiknya menjelaskan:
Dokumentasi yang jelas dapat membantu developer melakukan integrasi dan troubleshooting dengan lebih efisien.
Merchant sebaiknya mencari informasi mengenai mekanisme keamanan yang disediakan, termasuk autentikasi, fraud detection, webhook security, pengelolaan credential, serta fitur keamanan lain yang relevan.
Jangan hanya percaya pada klaim pemasaran seperti “aman” atau “terlindungi”. Periksa dokumentasi teknis dan kebijakan resmi penyedia.
Gangguan pembayaran dapat berdampak langsung terhadap proses transaksi dan penjualan.
Karena itu, dukungan teknis dapat menjadi faktor penting, terutama bagi bisnis yang memiliki volume transaksi tinggi atau sangat bergantung pada pembayaran online.
Periksa:
Kebutuhan payment gateway dapat berbeda antara UMKM dan perusahaan besar, tetapi tidak ada satu pola yang berlaku untuk semua bisnis.
Sebagian UMKM dapat lebih mengutamakan:
Tidak selalu diperlukan integrasi API yang kompleks apabila kebutuhan bisnis masih sederhana.
Perusahaan dengan volume transaksi tinggi atau sistem yang lebih kompleks dapat membutuhkan:
Dalam skala besar, merchant juga perlu memperhatikan kemampuan payment gateway dalam menangani peningkatan volume transaksi.
Banyak bisnis yang menerima pembayaran secara online dapat mempertimbangkan payment gateway, tetapi kebutuhan dan manfaatnya tetap bergantung pada model bisnis.
Payment gateway dapat digunakan pada berbagai model bisnis, misalnya:
Namun, merchant perlu mempertimbangkan model pembayaran yang digunakan.
Misalnya, bisnis dengan sistem subscription membutuhkan fitur yang berbeda dibandingkan toko online yang hanya menerima pembayaran satu kali. Fitur seperti recurring payment atau pengelolaan pembayaran berulang dapat menjadi pertimbangan.
Karena itu, jangan memilih payment gateway hanya berdasarkan popularitas. Pilih berdasarkan kebutuhan transaksi yang benar-benar digunakan.
Selain memilih penyedia yang tepat, merchant juga perlu menerapkan praktik keamanan dari sisi internal.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
Untuk QRIS, Bank Indonesia juga mengingatkan pengguna agar memastikan informasi merchant sesuai dan memeriksa notifikasi transaksi setelah pembayaran.
Tidak. Payment gateway merupakan bagian dari ekosistem pemrosesan pembayaran dan dapat membantu merchant meneruskan atau memfasilitasi transaksi. Bank merupakan institusi keuangan yang dapat terlibat dalam berbagai tahap transaksi, tergantung metode pembayaran dan struktur sistem.
Tidak selalu. Toko online dapat menggunakan metode pembayaran lain. Namun, payment gateway dapat memberikan keuntungan berupa integrasi berbagai metode pembayaran dan otomatisasi proses transaksi.
Tidak selalu. Beberapa layanan dapat memiliki biaya transaksi atau biaya layanan tertentu. Struktur biaya berbeda-beda sehingga merchant perlu memeriksa tarif resmi penyedia.
Payment gateway dapat menerapkan berbagai mekanisme keamanan, tetapi keamanan transaksi juga dipengaruhi oleh penyedia, merchant, developer, dan pelanggan. Praktik seperti HTTPS/TLS, perlindungan credential, autentikasi, dan validasi notifikasi tetap penting.
Bisa, tergantung penyedia dan metode integrasi yang tersedia. Website WordPress, terutama yang menggunakan WooCommerce, dapat mengintegrasikan payment gateway melalui plugin atau metode integrasi lain yang disediakan penyedia.
Payment gateway dapat membantu bisnis menyediakan sistem pembayaran online yang lebih terintegrasi. Namun, memilih payment gateway tidak cukup hanya berdasarkan jumlah metode pembayaran atau biaya transaksi.
Merchant perlu mempertimbangkan legalitas, keamanan, metode pembayaran, biaya, settlement, integrasi, dokumentasi API, keandalan, dan dukungan pelanggan.
Di Indonesia, aspek regulasi juga semakin penting. PBI Nomor 10 Tahun 2025 yang berlaku sejak 31 Maret 2026 memperkuat kerangka pengaturan industri sistem pembayaran, termasuk aspek aktivitas dan struktur industri, tata kelola, manajemen risiko, data dan informasi, pengawasan, serta pelindungan konsumen.
Dengan memahami aspek tersebut, merchant dapat memilih payment gateway yang bukan hanya mudah digunakan, tetapi juga lebih sesuai dengan kebutuhan dan skala bisnisnya.
Untuk bisnis online yang sedang berkembang, payment gateway dapat menjadi salah satu komponen penting dalam membangun pengalaman checkout yang praktis, aman, dan terintegrasi.
Penggunaan AI dalam materi promosi makanan tidak selalu berdampak negatif. AI dapat membantu bisnis membuat…
Perkembangan generative AI mengubah cara bisnis membuat materi pemasaran. Jika sebelumnya bisnis kuliner harus mengandalkan…
Dalam pengembangan software modern, proses membangun, menguji, dan merilis aplikasi dapat melibatkan banyak tahapan yang…
Dalam strategi SEO, membuat banyak artikel tanpa struktur yang jelas belum tentu menghasilkan performa organik…
Pada Bagian sebelumnya, kita sudah membahas pengertian, fungsi, metode pembayaran, serta kelebihan dan kekurangan payment…
Performa aplikasi web sangat dipengaruhi oleh seberapa cepat sistem mengambil dan memproses data. Pada aplikasi…