HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Strict Account Settings WhatsApp: Cara Kerja, Manfaat, dan Dampaknya bagi Keamanan Akun

Lonjakan kasus peretasan dan penipuan melalui WhatsApp terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari pembajakan akun lewat kode OTP, modus undangan palsu, hingga penipuan berkedok keluarga atau instansi resmi, semuanya memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap aplikasi pesan populer ini.

Dengan jumlah pengguna yang sangat besar dan keterkaitan langsung dengan nomor ponsel, akun WhatsApp menjadi target utama para scammer. Sekali akun berhasil diambil alih, pelaku dapat dengan mudah menyamar sebagai pemilik akun, menipu kontak korban, bahkan menyebarkan tautan berbahaya secara masif.

Merespons ancaman keamanan yang semakin kompleks tersebut, WhatsApp mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan fitur baru bernama “Strict Account Settings”. Fitur ini dirancang untuk memperketat perlindungan akun, membatasi akses mencurigakan, serta mengurangi risiko peretasan dan penipuan yang merugikan pengguna.

Apa Itu Fitur “Strict Account Settings”?

Strict Account Settings merupakan fitur keamanan terbaru dari WhatsApp yang dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap akun pengguna. Tujuan utamanya adalah mencegah pengambilalihan akun secara ilegal dengan memperketat akses dan membatasi perubahan pengaturan yang bersifat sensitif.

Berbeda dengan pengaturan keamanan WhatsApp sebelumnya yang cenderung bersifat opsional dan bergantung pada inisiatif pengguna—seperti verifikasi dua langkah atau penguncian layar—Strict Account Settings bekerja secara lebih proaktif. Fitur ini secara otomatis menerapkan lapisan pengamanan tambahan ketika terdeteksi aktivitas tidak wajar, misalnya percobaan login dari perangkat baru atau upaya perubahan informasi akun dalam waktu singkat.

Fitur ini disebut “strict” karena menerapkan aturan yang lebih ketat dibanding sistem keamanan sebelumnya. Pengguna tidak dapat dengan bebas melakukan perubahan penting tanpa melewati proses verifikasi tambahan atau masa tunggu tertentu. Pendekatan ini bertujuan untuk mempersempit celah yang kerap dimanfaatkan scammer, sekaligus memberikan waktu bagi pengguna untuk menyadari dan menghentikan aktivitas mencurigakan sebelum akun benar-benar diretas.

Latar Belakang Peluncuran Fitur

Dalam beberapa tahun terakhir, penipuan berbasis WhatsApp semakin marak dan berkembang dengan berbagai modus. Penipuan kode OTP, pembajakan akun, hingga teknik social engineering kerap memanfaatkan kelengahan pengguna. Scammer biasanya menyamar sebagai pihak terpercaya—keluarga, rekan kerja, atau bahkan layanan resmi—untuk memancing korban membagikan kode verifikasi atau mengklik tautan berbahaya.

Sebagian besar kasus peretasan akun tidak terjadi karena celah teknis pada sistem WhatsApp, melainkan akibat kelalaian pengguna. Kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kode OTP, tidak mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta kebiasaan login di perangkat tidak aman menjadi celah yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan digital.

Melihat pola ancaman yang semakin kompleks dan berulang, WhatsApp tidak lagi hanya mengandalkan fitur keamanan opsional. Melalui peluncuran Strict Account Settings, WhatsApp berupaya meningkatkan proteksi akun secara lebih proaktif. Sistem ini dirancang untuk mengantisipasi risiko sejak awal, membatasi tindakan berbahaya sebelum akun benar-benar diambil alih, serta melindungi pengguna meskipun mereka belum sepenuhnya memahami praktik keamanan digital.

Cara Kerja Strict Account Settings

Fitur Strict Account Settings bekerja dengan memperketat kontrol terhadap aktivitas yang berisiko tinggi pada akun WhatsApp. Salah satu mekanisme utamanya adalah pembatasan perubahan akun, seperti pergantian nomor, login di perangkat baru, atau upaya pemulihan akun. Setiap perubahan penting tidak bisa dilakukan secara instan tanpa proses pengamanan tambahan.

Untuk aktivitas yang dianggap sensitif, WhatsApp menerapkan verifikasi tambahan. Pengguna mungkin diminta melakukan konfirmasi ulang melalui kode keamanan, autentikasi dua langkah, atau verifikasi berbasis perangkat yang sudah dipercaya. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa hanya pemilik sah akun yang dapat melakukan perubahan penting.

Selain itu, Strict Account Settings dilengkapi sistem deteksi aktivitas mencurigakan secara otomatis. Jika terdeteksi pola yang tidak biasa, seperti percobaan login berulang, akses dari lokasi atau perangkat asing, atau perubahan pengaturan dalam waktu singkat, WhatsApp dapat menunda proses, membatasi akses sementara, atau mengirimkan peringatan langsung kepada pengguna. Dengan pendekatan ini, potensi peretasan dapat dicegah sejak dini sebelum menimbulkan kerugian lebih besar.

Fitur Keamanan yang Termasuk di Dalamnya

Strict Account Settings menghadirkan sejumlah lapisan keamanan tambahan yang dirancang untuk menutup celah peretasan yang sering dimanfaatkan scammer. Salah satu fitur utamanya adalah perlindungan ekstra saat login di perangkat baru. Ketika akun WhatsApp diakses dari perangkat yang belum dikenal, sistem akan melakukan pemeriksaan lebih ketat sebelum mengizinkan akses penuh.

Fitur ini juga menerapkan penundaan atau cooldown pada perubahan pengaturan penting, seperti penggantian nomor, pemulihan akun, atau penonaktifan fitur keamanan. Dengan adanya jeda waktu ini, pelaku tidak dapat langsung mengambil alih akun meskipun berhasil mendapatkan akses awal, sementara pengguna memiliki kesempatan untuk menyadari dan menghentikan aktivitas mencurigakan.

Selain itu, Strict Account Settings terintegrasi dengan verifikasi dua langkah (2FA). Jika 2FA diaktifkan, setiap tindakan sensitif akan memerlukan kode tambahan yang hanya diketahui oleh pemilik akun. Integrasi ini memperkuat perlindungan tanpa mengubah kebiasaan pengguna secara drastis.

Sebagai pelengkap, WhatsApp menyediakan peringatan real-time ke pengguna. Notifikasi akan dikirim ketika terdeteksi aktivitas tidak biasa, seperti percobaan login atau perubahan pengaturan dari perangkat asing. Dengan pemberitahuan cepat ini, pengguna dapat segera mengambil tindakan sebelum akun disalahgunakan lebih jauh.

Dampak bagi Pengguna WhatsApp

Penerapan Strict Account Settings memberikan dampak positif yang signifikan bagi keamanan akun WhatsApp. Dengan lapisan proteksi tambahan, akun pengguna menjadi lebih aman dari peretasan dan pengambilalihan, terutama dari modus pembajakan yang memanfaatkan kode OTP atau akses tidak sah dari perangkat asing.

Dampak lainnya adalah penurunan risiko penipuan secara signifikan. Ketika akun sulit diambil alih, scammer kehilangan salah satu senjata utamanya, yaitu menyamar sebagai pemilik akun untuk menipu kontak korban. Hal ini turut melindungi jaringan pertemanan dan keluarga pengguna dari efek berantai penipuan digital.

Namun, di sisi lain, penerapan aturan yang lebih ketat berpotensi menimbulkan rasa “ribet” bagi sebagian pengguna, khususnya mereka yang jarang mengubah pengaturan atau sering berganti perangkat. Proses verifikasi tambahan dan jeda waktu perubahan pengaturan mungkin terasa kurang praktis. Meski demikian, kompromi ini sebanding dengan tingkat keamanan yang ditawarkan, terutama di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital.

Siapa yang Paling Diuntungkan?

Fitur Strict Account Settings sangat bermanfaat bagi pengguna awam dan lansia yang umumnya belum terbiasa dengan praktik keamanan digital. Dengan sistem perlindungan yang lebih ketat dan otomatis, risiko kesalahan seperti membagikan kode OTP atau tidak menyadari aktivitas mencurigakan dapat diminimalkan tanpa memerlukan pemahaman teknis yang rumit.

Kelompok lain yang paling diuntungkan adalah pelaku UMKM dan pemilik akun bisnis. WhatsApp sering digunakan sebagai sarana komunikasi utama dengan pelanggan, sehingga pembajakan akun dapat berdampak langsung pada kepercayaan konsumen dan kelangsungan usaha. Fitur keamanan tambahan ini membantu menjaga reputasi bisnis serta mencegah penyalahgunaan akun untuk penipuan atas nama usaha.

Selain itu, pengguna yang sering menjadi target scam—baik karena nomor mereka tersebar luas di publik atau aktif di berbagai platform digital—juga mendapatkan perlindungan ekstra. Dengan pembatasan akses dan peringatan real-time, potensi keberhasilan penipuan dapat ditekan, sekaligus memberikan rasa aman saat menggunakan WhatsApp untuk aktivitas sehari-hari.

Cara Mengaktifkan dan Mengelola Strict Account Settings

Untuk mengaktifkan Strict Account Settings, pengguna dapat mengaksesnya melalui menu Pengaturan WhatsApp. Umumnya fitur ini berada di jalur Pengaturan > Akun > Keamanan, atau pada bagian keamanan lanjutan jika WhatsApp menggunakan penamaan menu yang berbeda di tiap versi aplikasi. Setelah fitur tersedia di akun pengguna, cukup aktifkan opsi Strict Account Settings untuk mulai menerapkan perlindungan ekstra.

Agar tetap aman tanpa mengganggu kenyamanan, ada beberapa tips pengaturan yang bisa diterapkan. Pastikan verifikasi dua langkah (2FA) sudah aktif dan gunakan PIN yang mudah diingat namun sulit ditebak. Selain itu, daftarkan perangkat utama sebagai perangkat tepercaya dan hindari sering mengganti nomor atau login di banyak perangkat dalam waktu berdekatan agar sistem tidak memicu pembatasan keamanan.

Sebelum mengaktifkan fitur ini, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pengguna sebaiknya memastikan nomor ponsel masih aktif, email pemulihan sudah diperbarui, dan memiliki akses ke perangkat utama. Dengan persiapan tersebut, proses verifikasi tambahan tidak akan menyulitkan pengguna saat ingin melakukan perubahan akun yang sah.

Perbandingan dengan Sistem Keamanan Aplikasi Chat Lain

Dalam persaingan aplikasi pesan instan, aspek keamanan menjadi salah satu faktor pembeda utama. WhatsApp, Telegram, dan Signal sama-sama menawarkan fitur perlindungan akun, namun dengan pendekatan yang berbeda.

WhatsApp menitikberatkan keamanan pada perlindungan akun berbasis nomor ponsel. Dengan hadirnya Strict Account Settings, WhatsApp memperkuat sistem yang sudah ada seperti enkripsi end-to-end dan verifikasi dua langkah. Pendekatan ini berfokus pada pencegahan pengambilalihan akun dan penipuan yang sering terjadi di tingkat pengguna.

Telegram, di sisi lain, menawarkan fleksibilitas tinggi dengan sistem multi-device dan cloud-based. Keamanannya cukup kuat, namun sebagian fitur—seperti verifikasi tambahan dan pengamanan sesi—memerlukan pengaturan manual. Fleksibilitas ini menguntungkan pengguna berpengalaman, tetapi berpotensi membingungkan pengguna awam jika tidak dikelola dengan benar.

Sementara itu, Signal dikenal sebagai aplikasi dengan fokus privasi dan keamanan paling ketat. Signal meminimalkan pengumpulan data pengguna dan menyediakan fitur penguncian registrasi yang kuat. Namun, popularitas dan basis penggunanya masih jauh lebih kecil dibanding WhatsApp, sehingga kurang efektif untuk komunikasi massal sehari-hari.

Dengan Strict Account Settings, posisi WhatsApp dalam persaingan keamanan pesan instan menjadi semakin kompetitif. WhatsApp tidak hanya mengandalkan enkripsi, tetapi juga mulai mengadopsi pendekatan keamanan proaktif yang ramah bagi pengguna awam. Langkah ini memperkuat posisinya sebagai aplikasi pesan instan dengan keseimbangan antara keamanan, kemudahan penggunaan, dan jangkauan pengguna yang luas.

Tantangan dan Potensi Kelemahan

Meski menawarkan peningkatan keamanan yang signifikan, Strict Account Settings tetap memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya adalah ketergantungan pada kesadaran pengguna. Fitur ini akan bekerja optimal jika pengguna tetap waspada terhadap notifikasi keamanan dan tidak mengabaikan peringatan yang muncul. Tanpa pemahaman dasar tentang keamanan digital, pengguna masih berpotensi menjadi korban social engineering.

Tantangan lain adalah risiko false alert atau peringatan palsu. Aktivitas yang sebenarnya sah—seperti login dari perangkat baru saat bepergian atau mengganti ponsel, dapat terdeteksi sebagai aktivitas mencurigakan. Jika terlalu sering terjadi, hal ini berpotensi menimbulkan kebingungan atau kelelahan notifikasi bagi pengguna.

Selain itu, scammer cenderung cepat beradaptasi terhadap sistem keamanan baru. Ketika celah teknis semakin sempit, pelaku kejahatan digital kemungkinan akan mengalihkan strategi ke manipulasi psikologis yang lebih halus, seperti penipuan berbasis emosi atau penyamaran identitas yang lebih meyakinkan. Oleh karena itu, Strict Account Settings perlu diimbangi dengan edukasi berkelanjutan agar pengguna tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga memiliki kewaspadaan pribadi.

Kesimpulan

Peluncuran fitur Strict Account Settings memberikan peningkatan signifikan dalam perlindungan akun WhatsApp. Dengan pembatasan perubahan akun, verifikasi tambahan untuk aktivitas sensitif, serta sistem deteksi aktivitas mencurigakan, fitur ini mampu menekan risiko peretasan dan pengambilalihan akun yang kerap menjadi pintu masuk penipuan digital.

Langkah ini menunjukkan komitmen WhatsApp dalam memerangi penipuan digital secara lebih proaktif. WhatsApp tidak lagi hanya mengandalkan enkripsi dan fitur keamanan opsional, tetapi mulai menerapkan pendekatan pencegahan yang melindungi pengguna sejak tahap awal sebelum kerugian terjadi.

Meski demikian, keamanan akun tetap membutuhkan peran aktif pengguna. Kesadaran untuk menjaga kode OTP, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta menanggapi peringatan keamanan dengan serius menjadi faktor penentu efektivitas fitur ini. Dengan kombinasi teknologi yang kuat dan kewaspadaan pengguna, WhatsApp dapat menjadi platform komunikasi yang lebih aman di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital.

Ingin tahu lebih banyak tentang perkembangan keamanan digital, teknologi aplikasi, dan tips melindungi akun dari ancaman siber?
Temukan berbagai artikel edukatif dan pembahasan teknologi terbaru hanya di Hosteko.

Tingkatkan literasi digital Anda dan jadilah pengguna internet yang lebih aman, cerdas, dan bijak di era serba online.

5/5 - (5 votes)
Mulki A. A

Recent Posts

UFS vs eMMC: Perbedaan, Kelebihan, dan Dampaknya pada Performa HP

Penyimpanan internal memegang peran penting dalam menentukan performa sebuah smartphone. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat…

2 hours ago

Web Compression: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya untuk Mempercepat Website

Kecepatan akses website menjadi salah satu faktor penting dalam pengalaman pengguna dan performa SEO. Website…

5 hours ago

Apa Itu Bookmarks? Pengertian, Jenis, dan Cara Membuat Penanda Halaman Web

Dalam aktivitas berselancar di internet, kita sering menemukan halaman web menarik yang ingin dibuka kembali…

7 hours ago

Sistem Baterai sebagai Fondasi Perkembangan Teknologi Nirkabel

Perkembangan teknologi nirkabel (wireless) dalam beberapa tahun terakhir semakin masif dan tak terpisahkan dari kehidupan…

1 day ago

Bukan untuk Manusia, Ini Jejaring Sosial Khusus Agen AI Bernama Moltbook

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat cepat. AI tidak lagi…

1 day ago

Mengetahui Fungsi Service Information di cPanel untuk Monitoring Layanan Server

cPanel merupakan control panel hosting yang sangat populer dan banyak digunakan untuk mengelola website serta…

1 day ago