HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Struktur Navigasi Website, Jenis dan Cara Membuatnya

Navigasi website yang user friendly merupakan salah satu indikator website yang bagus. Tampilan menarik belum tentu memiliki struktur navigasi website yang bagus, banyak para pengunjung website yang kesulitan mencari halaman dari website.

Jika pengunjung tidak menemukan halaman yang dicari, bisa dipastikan bounce rate website semakin besar. Maka dari itu untuk mengatasi struktur navigasi website yang buruk, bisa berkonsultasi dengan UI/UX Designer terlebih dahulu.

Struktur Navigasi Website

Struktur navigasi website adalah susunan hierarki menu pada website yang menggambarkan isi dari keseluruhan website. Struktur navigasi akan menggambarkan alur dari suatu website yang saling terhubung satu dan lain halaman dengan internal link.y

Struktur satu website dengan website lain pastinya akan berbeda, tergantung dari kebutuhan website tersebut. Untuk itu sebelum membuat website perlu tahu dulu bagaimana cara membuat struktur navigasi website yang baik berdasarkan jenis-jenisnya.

Jenis Navigasi Website

Berikut ini beberapa jenis navigasi website, yaitu :

1. Navigasi Global

Struktur navigasi website yang pertama adalah navigasi global. Jenis navigasi ini memiliki menu yang dibuat sama dengan setiap halaman.

Biasanya menu pada bagian header dan footer selalu sama, yang membedakan terletak pada bagian body/content artikelnya. Nah navigasi ini merupakan salah satu navigasi website yang paling populer digunakan. Jadi saat orang membuka suatu halaman dan ingin kembali ke menu awal, tinggal klik saja pada bagian logo atau kategori utama website.

2. Navigasi Hirarki

Jenis struktur navigasi website yang kedua adalah hirarki. Struktur navigasi hirarki paling banyak digunakan pada website berita yang memiliki banyak sub kategori dari kategori utama.

Jadi saat membuka kategori “Olahraga”, didalamnya dibedakan lagi menjadi Sepak Bola, Basket, Bulu Tangkis, MotoGP, Sepeda dsb. Cirinya lagi saat membuka kategori berita, maka semua menu diatas akan berubah sesuai dengan sub kategorinya.

Tidak lupa juga disertakan menu untuk kembali ke menu utama atau halaman home. Berikut contoh tampilan dari navigasi menu hirarki pada suatu website.

3. Navigasi Linier

Sistem navigasi linier merupakan navigasi yang terbilang simple, jadi ada satu garis dari home menuju ke menu website. Model navigasi seperti ini akan memudahkan para pengunjung website dan internal link bisa teratur.

4. Navigasi Campuran

Struktur navigasi keempat adalah model campuran, tidak ada aturan navigasi pada jenis ini. Sebagai pemilik website bebas membuat arah internal link pada menu, submenu dan juga halaman.

Navigasi ini merupakan gabungan dari navigasi-navigasi sebelumnya.

5. Navigasi Lokal

Terakhir, jenis navigasi lokal ini berbeda dengan navigasi sebelumnya. Strukturnya lebih ke internal link antar halaman, jadi jika ada bahasan yang kurang detail atau masih berhubungan akan diberikan internal link yang lebih lengkap.

Model navigasi seperti ini banyak ditemui pada website majalah, blog pribadi dan sejenisnya.

Keuntungan Menggunakan Struktur Website yang Bagus

Dari banyaknya jenis navigasi website tersebut perlu paling tidak untuk menggunakannya salah satu. Karena ada beberapa keuntungan yang akan didapatkan, salah satunya berikut ini :

1. User Experience meningkat

User experience menjadi salah satu ranking factor dalam SEO. Kaitannya nanti akan berakibat pada CTR website yang rendah, bounce rate yang tinggi, average time duration yang sebentar dan juga ranking yang menurun.

Jadi jika website masih memiliki UX yang jelek, segera benahi saja.

2. Bagus untuk SEO

Internal link akan membuat halaman menjadi lebih mudah ditemukan oleh Google. Apalagi jika jumlah internal link banyak maka dianggap Google sebagai halaman yang penting.

Selain itu quality dari internal link yang dibuat juga berpengaruh, terutama dari halaman yang sudah memiliki ranking di SERP Google.

3. Crawling lebih cepat

Untuk kasus halaman yang sudah terindeks bisa memberikan internal link dari halaman lain. Nantinya robot crawler akan lebih mudah menemukan halaman baru sehingga lebih cepat terindeks.

4. Durasi kunjungan meningkat

Durasi kunjungan bisa meningkat dengan para pengunjung website membaca referensi atau related post dari artikel yang berhasil dibuat. Untuk itu buatlah struktur website yang relevan sesuai dengan konten yang dibuat.

5. Mendapatkan sitelink

Jika beruntung akan mendapatkan sitelink dari Google. Sitelink merupakan halaman dari menu yang mendapatkan tempat di SERP Google. Biasanya website yang sudah memiliki authority akan lebih mudah mendapatkan sitelink dari Google.

Cara Membuat Navigasi Website

Berikut adalah cara membuat navigasi website, yaitu :

1. Buat plan desain

Sebelum membuat website, tentunya sudah membuat plan menu dan submenu apa saja yang akan tampilkan. Hindari membuat menu-menu yang memiliki kemiripan secara isi, agar nantinya tampilan website tidak terlalu banyak pilihan menu sehingga malah membingungkan pengunjung website.

Jika sudah terkumpul mau memasang menu apa saja, tinggal memilih jenis navigasi apakah mau menggunakan model global, campuran, hirarki dsb.

2. Homepage paling atas

Homepage merupakan inti dari website tersebut. Untuk itu setiap halaman website harus ada link menuju homepage.

Dengan begitu pengunjung jika sudah selesai membaca akan kembali ke halaman utama dan potensi halaman lain dibuka semakin besar. Homepage juga menjadi halaman yang paling penting, karena semua link mengarah ke halaman utama website.

3. Gunakan breadcrumbs

Pernah bingung saat membuka website sampai pada sub kategori apa? Nah inilah pentingnya menggunakan breadcrumbs. Breadcrumbs membantu pengunjung mengetahui posisi mereka saat itu, jadi tahu mau ke halaman kemana.

Berikut kami berikan contohnya agar lebih jelas.

4. Gunakan taksonomi

Taksonomi dulu menjadi salah satu teknik SEO yang bisa membantu merangking halaman website. Tetapi saat ini sudah tidak berlaku, taksonomi atau sering disebut tag lebih digunakan untuk mengelompokkan halaman atau konten dalam satu kategori khusus.

Contohnya bisa membuat taksonomi “WordPress, digital marketing, SEO dll”.

5. Cek broken link

Terakhir pastikan selalu mengecek internal link yang dibuat jangan sampai ada broken link. Karena broken link memiliki efek yang buruk untuk SEO dan juga akan membuat user experience pengunjung website menurun.

5/5 - (2 votes)
Risa Y

Recent Posts

Apa Itu Attribution Model? Panduan Lengkap Memahami Konversi Digital Marketing

Di era digital marketing, pelanggan jarang melakukan pembelian hanya setelah melihat satu iklan. Sebelum mengambil…

1 day ago

Apa Itu Cloud Migration? Pengertian, Strategi & Manfaatnya

Di era transformasi digital, semakin banyak perusahaan beralih dari infrastruktur TI tradisional ke layanan cloud…

1 day ago

Cara Membuat Linktree dengan Mudah untuk Instagram, TikTok

Di era digital, hampir semua orang memiliki lebih dari satu akun atau platform online. Mulai…

1 day ago

Mengapa Virtual Machine (VM) Banyak Digunakan? Ini Alasan dan Cara Kerjanya

Di era komputasi modern, kebutuhan akan efisiensi penggunaan sumber daya server semakin meningkat. Banyak perusahaan…

1 day ago

Telnet : Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Kelebihan & Kekurangan

Di dunia jaringan komputer, Telnet merupakan salah satu protokol yang memiliki peran penting dalam sejarah…

1 day ago

Panduan Lengkap Install XenForo, CMS Forum Modern dan SEO Friendly

Membangun komunitas online membutuhkan platform forum yang cepat, aman, dan mudah dikelola. Salah satu Content…

2 days ago