Analisis SWOT adalah alat yang sangat sederhana, namun sangat membantu untuk mengembangkan strategi bisnis. Analisis SWOT diperlukan oleh sebuah perusahaan demi mencapai target bisnis yang sedang dikelola atau yang masih dalam proses perencanaan untuk masa mendatang. Model analisis ini sudah cukup lama diterapkan oleh berbagai perusahaan semenjak pertama kali diperkenalkan pada periode awal tahun 1960-an.

Apa Itu SWOT ? 

SWOT singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman).

SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengeveluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana.

Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah. Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten dan properti intelektual Anda, dan lokasi Anda.

Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan.

Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.

Ketika melakukan analisis SWOT maka akan mempelajari strategi yang solid untuk memprioritaskan pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mengembangkan bisnis.

Pengertian Analisis SWOT Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu analisis SWOT, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini :

1. Philip Kotler

Menurut Philip Kotler, pengertian analisis SWOT adalah evaluasi terhadap semua kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, yang terdapat pada individu atau organisasi.

2. Pearce dan Robinson

Menurut Pearce dan Robinson, pengertian analisis SWOT adalah bagian dari proses manajemen strategik perusahaan yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan utama perusahaan.

Kelemahan dan kekuatan utama tersebut dibandingkan dengan peluang dan ancaman ekstern sebagai landasan untuk menghasilkan berbagai alternatif strategi.

3. Yusanto dan Wijdajakusuma

Menurut Yusanto dan Wijdajakusuma, pengertian analisis SWOT adalah instrumen internal dan eksternal perusahaan yang bertumpu pada basis data tahunan dengan pola 3-1-5.

Penjelasan mengenai pola ini adalah data yang ada diupayakan mencakup data perkembangan perusahaan pada tiga tahun sebelum analisis, apa yang diinginkan pada tahun saat dilakukan analisis dan kecenderungan perusahaan pada lima tahun pasca analisis.

4. Freddy Rangkuti

Menurut Rangkuti, definisi analisis SWOT adalah usaha yang dilakukan berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, dan pada saat yang sama dapat meminimalisir kelemahan dan ancaman. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.

Baca Juga  Mengenal Landing Page dan Cara Kerjanya

5. Rais

Menurut Rais, pengertian analisis SWOT adalah metode analisis yang paling mendasar yang berguna untuk mengetahui topik dan permasalahan dari empat sisi yang berbeda. Hasil akhir dari analisis ini adalah arahan atau rekomendasi untuk mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan peluang yang ada, serta mengurangi kelemahan dan menghindari ancaman.

Unsur-Unsur Analisis SWOT

SWOT merupakan sebuah metode yang digunakan untuk membuat evaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam bisnis. Umumnya SWOT digambarkan dengan tabel pada ukuran kertas yang besar untuk memudahkan analisis hubungan antar aspeknya. Pembuatan analisis SWOT melibatkan tujuan bisnis yang spesifik dan identifikasi faktor internal-eksternal untuk mencapai tujuan tersebut.

Seperti yang sudah disinggung diatas, analisis SWOT melibatkan empat unsur utamanya, yaitu Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang) dan Threats (ancaman). Berikut penjelasan dari masing-masing unsur tersebut :

1. Kekuatan (Strenght)

Analisis terhadap unsur kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan. Misalnya menganalisis tentang kelebihan apa saja yang dimiliki perusahaan seperti dari segi teknologi, kualitas hasil produksi, lokasi strategis, atau unsur kekuatan lainnya yang lebih menekankan pada keunggulan perusahaan.

Biasanya dalam analisis SWOT perusahaan cenderung akan membuat sebanyak mungkin daftar kekuatan sebagai upaya kompetisi.

2. Kelemahan (Weakness)

Selain melihat unsur kekuatan perusahaan, sangat penting untuk mengetahui apa kelemahan yang dimiliki perusahaan. Untuk mengetahui kelemahan perusahaan bisa dengan melakukan perbandingan dengan pesaing seperti apa yang dimiliki perusahaan lain namun tidak dimiliki perusahaan Anda.

Jika ingin membuat daftar kelemahan perusahaan secara lebih obyektif bisa dengan testimoni konsumen yang umumnya lebih mengetahui apa yang kurang dari sebuah perusahan.

3. Peluang (Opportunity)

Unsur peluang biasanya dibuat pada saat awal membangun bisnis. Ini karena bisnis dibentuk berdasarkan peluang atau kesempatan untuk menghasilkan keuntungan.

Unsur peluang termasuk daftar apa saja yang memungkinkan bisnis mampu bertahan dan diterima di masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

4. Ancaman (Threats)

Analisis terhadap unsur ancaman sangat penting karena menentukan apakah bisnis dapat bertahan atau tidak di masa depan. Beberapa hal yang termasuk unsur ancaman misalnya banyaknya pesaing, ketersediaan sumber daya, jangka waktu minat konsumen, dan lain sebagainya.

Membuat daftar ancaman perusahaan bisa untuk jangka pendek maupun jangka panjang serta bisa sewaktu-waktu bertambah atau berkurang.

Manfaat yang Didapat dengan Analisis SWOT

1. Dapat digunakan dalam banyak bidang

Analisis SWOT sebenarnya pemanfaatannya cukup luas. Analisis ini dapat diterapkan dalam bidang bisnis, karir, peluncuran produk, dan lain sebagainya. Analisis ini akan sangat membantu dalam melihat berbagai sisi dari suatu proyek atau perencanaan yang akan diambil.

2. Dapat Dipakai Sebagai Perwujudan Tujuan

Setiap perusahaan atau bisnis maupun berbagai hal pasti memiliki suatu tujuan dalam pelaksanaannya. Tujuan tersebut tentu tidak dapat dicapai tanpa adanya pemahaman serta rencana yang baik. Penggunaan analisis SWOT akan sangat bermanfaat dalam membantu mencapai tujuan yang diinginkan. Sebab, analisis SWOT bisa memberi arah dalam pengambilan langkah dan pemahaman yang rinci dari suatu keputusan.

Baca Juga  Platform manakah yang lebih baik, Wix atau WordPress?

3. Perusahaan menjadi lebih memahami kekuatannya dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkannya.

4. Perusahaan dapat melihat suatu peluang dan dapat mempertahankan peluang.

5. Perusahaan mengetahui kelemahan serta mencari solusi untuk mengurangi kelemahan tersebut.

6. Perusahaan mengetahui potensi ancaman serta mencari solusi untuk menghindari ancaman tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Analisis SWOT

Secara garis besar terdapat 2 faktor utama yang mempengaruhi analisa SWOT, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berikut penjelasan singkatnya :

1. Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam suatu perusahaan, yaitu kekuatan dan kelemahan dari perusahaan itu sendiri. Adapun beberapa hal yang merupakan bagian dari faktor internal adalah :

  1. Sumber daya keuangan yang memadai.
  2. Sumber daya manusia yang kompeten.
  3. Properti teknologi terkini.
  4. Kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.
  5. Kemampuan pemasaran yang baik.
  6. Kemampuan distribusi yang baik.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah semua faktor yang berasal dari luar perusahaan (ancaman dan peluang) dan berpengaruh terhadap performa perusahaan tersebut. Adapun beberapa hal yang merupakan bagian faktor eksternal adalah :

  1. Tren bisnis.
  2. Budaya masyarakat.
  3. Sosial politik dan ideologi.
  4. Kondisi perekonomian suatu negara.
  5. Peraturan dan kebijakan pemerintah.
  6. Perkembangan teknologi.

Siapa yang harus melakukan analisis SWOT ?

Agar analisis SWOT efektif, pendiri dan pemimpin perusahaan perlu terlibat secara mendalam. Ini bukan tugas yang bisa didelegasikan kepada orang lain. Tetapi, pemimpin perusahaan juga tidak boleh melakukan pekerjaan sendiri.

Untuk hasil terbaik, kumpulkan sekelompok orang yang memiliki perspektif berbeda tentang perusahaan. Pilih orang yang dapat mewakili berbagai aspek perusahaan, mulai dari penjualan dan layanan pelanggan hingga pemasaran dan pengembangan produk. Setiap orang harus memiliki bagian dalam hal ini.

Perusahaan yang inovatif bahkan melihat di luar jajaran internal ketika melakukan analisis SWOT dan mendapatkan masukan dari pelanggan untuk menambahkan suara unik ke dalam pertimbangan keputusan bisnis.

Jika memulai atau menjalankan bisnis sendiri, masih dapat melakukan analisis SWOT. Dengan ambil sudut pandang tambahan dari teman yang tahu sedikit tentang bisnis, akuntan, atau bahkan vendor dan pelanggan. Kuncinya adalah memiliki sudut pandang yang berbeda.

Bisnis yang menggunakan analisis SWOT untuk menilai situasi saat ini dan menentukan strategi untuk bergerak maju. Tetapi, ingatlah bahwa segala sesuatunya terus berubah dan perlu menilai kembali strategi, dimulai dengan analisis SWOT baru setiap enam hingga 12 bulan.

Bagi pemula, analisis SWOT adalah bagian dari proses perencanaan bisnis. Ini akan membantu menyusun strategi agar memulai dengan langkah yang benar dan mengetahui arah yang akan dituju.

Langkah-langkah Menyusun Strategi Bisnis Berdasarkan Analisis SWOT

Cara menyusun strategi bisnis berdasarkan analisis SWOT bisa dipelajari pada langkah-langkah berikut :

1. Menentukan Target Utama Usaha Anda

  • Tentukan target utama perusahaan yang Anda miliki sebagai langkah awal.
  • Buatlah target serealistis mungkin, tapi cukup tinggi untuk menghadapi kompetisi di daerah tempat usaha pilihan Anda.
Baca Juga  Cara Mudah Menambahkan Konten YouTube Pada WordPress

Misalnya :

menjadi perusahaan produsen biodiesel utama di Jawa Timur.

2. Deskripsikan Kondisi Internal Perusahaan Dengan Analisis SWOT

Ada dua komponen SWOT yang dapat menggambarkan kondisi internal perusahaan Anda. Komponen tersebut adalah:

  • Strenght   : Kekuatan atau keunggulan utama perusahaan
  • Weakness : Kelemahan perusahaan

Untuk identifikasi kondisi internal perusahaan biodiesel Anda, langsung saja kaji berdasarkan hasil analisa SWOT awal Anda.

Misal :

kekuatan utama dari perusahaan biodiesel Anda adalah penggunaan bahan baku berupa mikro alga yang mampu menyokong produksi biodiesel lebih baik dan lebih murah dibanding bahan baku lain.

sedangkan kelemahan dari perusahaan Anda adalah biodiesel belum mendapat kepercayaan konsumen Jawa Timur sebagai pengganti solar.

Jadi kekuatan utama dari perusahaan adalah pasokan bahan baku yang ekonomis dan lebih efisien. Sedangkan kelemahannya lebih kearah aspek marketing: masyarakat yang belum biasa menggunakan biodiesel.

3. Deskripsikan Keadaan Eksternal Perusahaan Anda

Selanjutnya adalah memetakan kondisi eksternal perusahaan, terutama faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen serta keadaan kompetisi.

Komponen dari SWOT yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi eksternal perusahaan adalah Opportunity dan Threats.

Contoh deskripsinya sebagai berikut :

Ditariknya subsidi dan naiknya harga BBM, membuat masyarakat mulai mencari bahan bakar diesel alternatif yang lebih murah, menjadi kesempatan utama perusahaan untuk meningkatkan jumlah penjualan.

Sedangkan kelemahannya adalah biodiesel yang Anda produksi memiliki kekentalan yang dapat mengganggu kinerja mesin diesel.

4. Menyusun Strategi Berdasarkan Permasalahan yang Muncul dan Memaksimalkan Kekuatan untuk Meraup Keuntungan dari Kesempatan.

Jadi dari deskripsi pada section sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa perusahaan biodiesel dapat meraup keuntungan dari masyarakat yang mulai mencari alternatif bahan bakar solar yang murah. Memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar.

Sedangkan permasalahan utamanya adalah mutu biodiesel masih kurang baik, hingga kemungkinan masyarakat yang masih minim minatnya pada biodiesel, akan protes jika terjadi malfungsi mesin akibat mutu biodiesel yang belum begitu baik tersebut.

Strateginya adalah fokus meningkatkan mutu biodiesel, reduksi kekentalannya. Lakukan kampanye serta penyuluhan keunggulan biodiesel yang diproduksi pada masyarakat sebagai strategi marketing.

Lebih jelasnya perhatikan bagan berikut :

Contoh Pertanyaan yang dapat membantu menginspirasi analisis

Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu menjelaskan setiap bagian dan memicu pemikiran kreatif pada tim :

1. Kekuatan (Strength)

Kekuatan atau Strength adalah poin internal dan positif dari perusahaan. Ini adalah hal-hal yang berada dalam kendali Anda. Contohnya adalah :

  • Proses bisnis apa yang berhasil?
  • Aset apa yang Anda miliki di tim Anda, seperti pengetahuan, pendidikan, jaringan, keterampilan, dan reputasi?
  • Aset fisik apa yang Anda miliki, seperti pelanggan, peralatan, teknologi, pendanaan, dan paten produk?
    Apa keunggulan kompetitif yang Anda miliki dibandingkan pesaing Anda?

2. Kelemahan (Weaknesses)

Kelemahan adalah faktor negatif yang mengurangi kekuatan. Ini adalah hal-hal yang Anda mungkin perlu tingkatkan agar menjadi lebnih kompetitif.

  • Adakah hal-hal yang Anda perlukan untuk membuat bisnis menjadi lebih kompetitif?
  • Proses bisnis apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah ada aset berwujud yang dibutuhkan perusahaan Anda, seperti pendanaan atau peralatan?
  • Apakah ada celah di tim Anda?
  • Apakah jabatan Anda ideal untuk menunjang kesuksesan Anda?

3. Peluang (Opportunities)

Peluang adalah faktor eksternal dalam lingkungan bisnis yang cenderung berkontribusi pada kesuksesan bisnis.

  • Apakah market bisnis Anda berkembang dan apakah ada tren yang akan mendorong orang untuk membeli lebih banyak dari apa yang Anda jual?
  • Adakah acara atau event yang dapat dimanfaatkan perusahaan Anda dalam menumbuhkan pengembangan bisnis?
  • Apakah ada perubahan peraturan yang akan mempengaruhi perusahaan Anda secara positif?
  • Jika bisnis Anda terus erkembang, apakah itu berarti pelanggan membutuhkan produk Anda?

4. Ancaman (Threats)

Ancaman adalah faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan. Anda tetap harus mempertimbangkan hal ini untuk menempatkan rencana darurat dalam menangani masalah yang terjadi.

  • Apakah Anda memiliki pesaing potensial yang dapat memasuki pasar Anda?
  • Apakah pemasok akan selalu dapat memasok bahan baku yang Anda butuhkan dengan harga yang cocok
  • Bisakah perkembangan di masa depan dalam teknologi mengubah cara Anda melakukan bisnis?
  • Apakah perilaku konsumen berubah dengan cara yang dapat berdampak negatif bagi bisnis Anda?
  • Adakah tren pasar yang bisa menjadi ancaman?

Contoh analisis SWOT

Untuk membantu memahami dengan lebih baik seperti apa contoh SWOT sebenarnya akan memberikan contoh kasus yang bisa Anda pelajari

Gudeg Arini, restoran makanan khas Indonesia di sekitaran Yogyakarta. Mereka menjual makanan khas indonesia dan juga gudeg kalengan, serta bermacam-macam oleh-oleh khas jogja.

Restoran ini berencana untuk membuka cabang pertamanya di pusat kota solo dan sangat fokus pada pengembangan model bisnis yang akan membuatnya mudah berkembang dengan cepat dan membuka kemungkinan waralaba. Pada tabel terlihat seperti apa analisis SWOT mereka :

Strengths

Weaknesses

Opportunities

Threats

Lokasi: Pusat kota yang sibuk Kekurangan modal: Persetujuan pinjaman dari bank Pertumbuhan daerah: kota solo tumbuh sebesar 8,5% setiap tahun, dan sebagai kota wisata sekaligus kota pelajar Kompetisi: restoran serupa memiliki pelanggan setia
Keunikan: Makanan tradisional indonesia yang sehat, dan oleh oleh untuk wistawan lokal dan asing Kurangnya reputasi: Bisnis belum stabil Target pertumbuhan pasar: Pelajar, wisatawan, dan warga lokal yang terus bertumbuh Masalah pada saat pembukaan: pelanggan mungkin tidak kembali lagi
Pengelolaan: Memiliki keterampilan manajemen yang sudah mumpuni Kurangnya alat penunjang dalam bisnis: masih menggunakan proses akuntansi manual Masalah pembuatan laporan keuangan: belum menggunakan software akuntansi

 

Semoga bermanfaat.

0 Shares