Jika Anda sudah selesai menginstal dan mengaktifkan plugin LiteSpeed Cache pada web WordPress, maka tahap selanjutnya adalah mengkonfigurasinya.

Setelah aktivasi LSCache, maka masih disable. Awal untuk memulai caching yaitu pilih LiteSpeed Cache >> Setting >> General >> Enable LiteSpeed Cache >> Enable.

Setalah proses Enable selesai maka akan muncul gambar seperti dibawah ini

Pada gambar tersebut terdapat banyak tabs pada plihan Setting di LSCache. Selanjutnya akan dibahas masing-masing untuk memudahkan Anda mengaturnya.

  1. General

Pada tab General, Anda dapat mematikan atau menghidupkan caching. Sedangkan setting lain pada tab General digunakan untuk menentukan parameter expire pada berbagai jenis konten cache.

Tab General akan menampilkan daftar setting TTL atau Time To Live yaitu sebuah halaman yang akan tetap di cache sebelum LSCache menganggap halaman sebagai expired. Atau untuk mengontrol berapa lama masing-masing konten disimpan di dalam cache.

Jika sebuah halaman sudah mencapai TTL-nya maka akan di purge atau dihilangkan dari cache. Anda dapat mengabaikan bagian default TTL karena secara otomatis sudah teroptimasi pada saat Anda mengaktifkan LSCache.

Anda juda dapat memilih untuk mengaktifkan atau mennonaktifkan upgade otomatis

  1. Cache

Pada tab Cache, Anda dapat menggunakan untuk menentukan konten apa saja yang ingin di Cache. Secara umum, semua jenis disamping Object Cache dan Browser Cache sudah otomatis menyala, karena bukan fungsi native dari LSCWP, tapi tipe caching lain juga didukung oleh LiteSpeed.

  1. Purge

Pada tab Purge, jika Anda ingin melakukan  purge kebeberapa halaman sebelum expired. Section akan memperbolehkan Anda untuk mengatur aturan untuk kegiatan tersebut.

Aturan default sudah dapat dijalankan untuk kebanyakan website.

  1. Exclude

Jika Anda memiliki halaman yang tidak ingin di cache, maka Anda memiliki kemungkinan untuk mengecualikan bagian tersebut dari sitrus Anda dari Cache.

LiteSpeed menyediakan pilihan untuk memungkinkan Anda untuk membuat pengecualian khusus ke aturan cache.

  1. Optimize

Pada tab Optimize, hal pertama yang harus dilakukan adalah klik tab Show Advance Options yang ada di sisi kanan. Tab ini berisi setting yang dapat membantu Anda mengoptimasi web Anda. Jika anda mengubah setting tertentu, Anda harus memastikan secara menyeluruh dan detail agar website Anda dapat berjalan dengan baik dan benar.

Anda pastikan konfigurasi Anda lakukan dengan hati-hati. Lakukan test dan verifikasi menyeluruh pada website Anda setelah melakukan optimasi. Pastikan untuk mengaktifkan pada seluruh konfigurasi yang ada.

Optimasi secara berlebihan dapat menghancurkan kinerja dari sebuah website.

  1. Tuning

Pada tab Tuning akan memberikan kesempatan untuk mengatur setting yang Anda pilih.

Sebagai contoh, jika memilih untuk melakukan CSS minification kecuali uutk salah satu style sheet, Anda dapat memasukkan CSS sebagai pengecualian di tab Tuning ini.

  1. Media

Pada tab Media, Anda dapat mengoptimalkan situs dengan membuat gambar dengan sedikit beban untuk dikirimkan. LSWCP dapat mendukung dua metode yaitu Lazy Load dan Image Optimization. Kedua metode tersebut secara default dimatikan oleh LiteSpeed.

  1. CDN

Pada tab CDN akan memungkinkan Anda untuk melakukan konfigurasi Jaringan Pengiriman Konten atau Content Delivery Network untuk disinkronkan dengan WordPress.

CND efektif untuk mempercepat penyampaian konten situs web yang memiliki traffik tinggi dan situs web yang memiliki jangkauan global. Semakin dekat server CDN dengan pengguna secara geografis, semakin cepat konten akan dikirimkan ke pengguna. CND juga memberikan perlindungan dari traffik yang tinggi.

Jika menggunakan Cloudflare, jangan menggunakan opsi ini, karena untuk reverse proxy CDN bukan server proxy terdistribusi seperti Cloudflare. Secara default pilihan CDN ini sudah dinon-aktifkan.

  1. ESI

Pada tab ESI atau Edge Side Includes adalah teknik caching advance yang memperbolehkan Anda untuk meng-cache beberpaa bagian dalam sebiuah halaman.

  1. Advance

Pada tab Advance, terdiri dari settingan untuk beberapa advanced settingan tambahan. Semua bergantung pada konfigurasi situs Anda, mengubah peraturan ini dapat mengubah situs Anda dan menjadikan website tidak dapat di akses.

  1. Debug

Pada tab Debug, berisi setting untuk debugging yang dapat membantu Anda menghadapi troubleshooting.

Jika Anda sudah selesai mengubah settingan, jangan lupa untuk selalu klik Save Changes untuk menyimpan konfigurasi yang baru milik anda.