Apa Itu Full Site Editing (FSE) WordPress? Pengertian, Fitur, Kelebihan, dan Kekurangannya
WordPress terus berkembang untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam membangun website. Salah satu perubahan terbesar dalam beberapa tahun terakhir adalah hadirnya Full Site Editing (FSE). Fitur ini memungkinkan pengguna WordPress mengedit seluruh bagian website mulai dari header, footer, hingga layout halaman, langsung melalui Block Editor (Gutenberg) tanpa perlu menyentuh kode. Bagi pengguna WordPress, terutama pemilik website, blogger, hingga developer pemula, FSE menjadi solusi modern untuk membangun website yang lebih fleksibel, konsisten, dan mudah dikelola.
Pengertian Full Site Editing (FSE)
Sejarah Singkat Full Site Editing (FSE) di WordPress
Full Site Editing (FSE) merupakan bagian penting dari proyek besar WordPress yang dikenal dengan Gutenberg Project, sebuah inisiatif jangka panjang yang bertujuan untuk memodernisasi cara pembuatan dan pengelolaan website di WordPress. Pengembangan Gutenberg dilakukan secara bertahap melalui beberapa fase.
Fase pertama dimulai dengan hadirnya Block Editor (Gutenberg) yang menggantikan editor klasik dan memperkenalkan sistem pengeditan berbasis blok untuk konten seperti paragraf, gambar, dan video. Selanjutnya, Fase kedua memperluas konsep blok tersebut ke seluruh struktur website melalui Full Site Editing, sehingga pengguna dapat mengedit elemen global seperti header, footer, template halaman, dan arsip secara visual tanpa perlu menulis kode.
Setelah itu, WordPress memasuki Fase ketiga yang berfokus pada pengembangan fitur kolaborasi agar pengelolaan konten dan desain dapat dilakukan secara lebih efisien oleh banyak pengguna. Terakhir, Fase keempat diarahkan pada dukungan multibahasa dan internasionalisasi untuk menjadikan WordPress semakin inklusif dan mudah digunakan di berbagai negara. Secara resmi, fitur Full Site Editing mulai diperkenalkan secara stabil pada WordPress versi 5.9, dan sejak saat itu terus mengalami penyempurnaan di setiap pembaruan agar semakin fleksibel, stabil, dan ramah pengguna.
Cara Kerja Full Site Editing
Full Site Editing bekerja dengan mengandalkan beberapa komponen utama:
1. Block Theme
FSE hanya dapat digunakan pada Block Theme, yaitu tema WordPress yang dibangun sepenuhnya menggunakan sistem blok. Tema klasik tidak mendukung FSE secara penuh. Contoh block theme populer:
- Twenty Twenty-Two
- Twenty Twenty-Three
- Twenty Twenty-Four
2. Site Editor
Site Editor adalah antarmuka utama FSE yang dapat diakses melalui: Dashboard WordPress → Appearance → Editor. Di sinilah pengguna dapat mengedit seluruh struktur website secara visual.
3. Template dan Template Parts
- Template: Struktur halaman seperti homepage, single post, page, archive, dan search.
- Template Parts: Bagian website yang dapat digunakan ulang seperti header dan footer.
4. Global Styles
FSE menyediakan Global Styles untuk mengatur:
- Warna
- Tipografi
- Spasi
- Layout
Perubahan yang dilakukan akan berlaku secara global di seluruh website.
Fitur Utama Full Site Editing
1. Edit Header dan Footer Tanpa Kode
Full Site Editing memungkinkan pengguna mengedit bagian header dan footer secara langsung melalui editor berbasis blok tanpa perlu menyentuh kode sama sekali. Pengguna dapat dengan mudah menambahkan elemen seperti logo website, menu navigasi, kolom pencarian, tombol call to action, hingga ikon media sosial hanya dengan memilih dan menyusun blok yang tersedia. Setiap perubahan dapat dilihat secara real-time, sehingga proses desain menjadi lebih cepat, praktis, dan minim risiko kesalahan teknis.
2. Desain Konsisten Secara Global
Melalui fitur Global Styles, FSE memungkinkan pengaturan tampilan website dilakukan secara terpusat. Pengguna dapat menentukan warna utama, tipografi, ukuran font, spasi, dan gaya elemen lainnya sekali saja, lalu otomatis diterapkan ke seluruh halaman dan template. Dengan pendekatan ini, tampilan website menjadi lebih konsisten, profesional, serta memudahkan pengelolaan desain dalam jangka panjang tanpa perlu mengedit halaman satu per satu.
3. Sistem Drag and Drop Berbasis Blok
FSE menggunakan sistem drag and drop berbasis blok yang sangat ramah bagi pemula. Setiap elemen seperti teks, gambar, video, tombol, dan kolom dianggap sebagai satu blok yang bisa dipindahkan, disusun ulang, atau dihapus dengan mudah. Sistem ini membuat proses pembuatan layout menjadi lebih fleksibel dan intuitif, bahkan bagi pengguna yang belum pernah membuat website sebelumnya.
4. Template Fleksibel untuk Berbagai Jenis Halaman
Full Site Editing menyediakan sistem template yang fleksibel untuk berbagai jenis halaman, seperti halaman utama, halaman statis, halaman postingan blog, arsip kategori, hasil pencarian, hingga halaman 404. Pengguna dapat membuat dan menyesuaikan template berbeda sesuai kebutuhan masing-masing halaman. Dengan fitur ini, struktur website dapat diatur lebih rapi dan profesional tanpa harus membuat banyak halaman manual.
5. Minim Ketergantungan pada Plugin Page Builder
Dengan kemampuan desain yang semakin lengkap, FSE dapat menggantikan sebagian besar fungsi plugin page builder seperti Elementor atau WPBakery, khususnya untuk kebutuhan desain dasar hingga menengah. Karena menggunakan fitur bawaan WordPress, FSE cenderung lebih ringan, stabil, dan aman, serta mengurangi ketergantungan pada plugin tambahan yang berpotensi memperlambat performa website.
Kelebihan dan Kekurangan Full Site Editing
1. Kelebihan:
- User-Friendly dan Mudah Digunakan
Full Site Editing dirancang dengan antarmuka visual berbasis blok yang intuitif, sehingga pengguna dapat mengatur tampilan website hanya dengan drag and drop. Pengguna tidak perlu memiliki keahlian coding seperti HTML, CSS, atau PHP untuk mengubah layout, warna, font, maupun struktur halaman. Hal ini sangat membantu pemula maupun pemilik website yang ingin mengelola desain secara mandiri tanpa bergantung pada developer.
- Lebih Cepat dan Ringan Dibanding Page Builder
FSE menggunakan editor bawaan WordPress tanpa lapisan tambahan seperti yang umum ditemukan pada page builder pihak ketiga. Karena minim script eksternal, website yang menggunakan FSE cenderung memiliki performa lebih ringan, waktu muat lebih cepat, dan lebih optimal untuk SEO serta pengalaman pengguna.
- Desain Terpusat dan Konsisten
Dengan konsep global styles, FSE memungkinkan pengaturan desain dilakukan secara terpusat. Pengguna dapat mengatur warna, tipografi, spasi, dan gaya elemen sekali saja, lalu otomatis diterapkan ke seluruh website. Hal ini membuat tampilan website lebih konsisten dan memudahkan pemeliharaan jangka panjang.
- Future-Proof dan Arah Resmi WordPress
Full Site Editing merupakan arah pengembangan resmi WordPress ke depan. Dengan terus diperbarui di setiap versi WordPress, FSE menjamin kompatibilitas jangka panjang, keamanan yang lebih baik, serta dukungan penuh dari ekosistem WordPress. Menggunakan FSE berarti mengikuti standar masa depan WordPress.
- Gratis dan Open-Source
Sebagai bagian inti dari WordPress, Full Site Editing dapat digunakan secara gratis tanpa biaya lisensi tambahan. Selain itu, karena bersifat open-source, komunitas global WordPress terus berkontribusi dalam pengembangan, perbaikan bug, dan penambahan fitur baru secara berkelanjutan.
2. Kekurangan:
- Kurva Belajar untuk Pengguna Tema Klasik
Bagi pengguna lama yang terbiasa dengan tema klasik dan Customizer, peralihan ke FSE membutuhkan waktu adaptasi. Konsep template, pattern, dan block-based design bisa terasa membingungkan di awal, terutama bagi pengguna non-teknis yang sudah lama menggunakan metode lama.
- Kompatibilitas Plugin Belum 100%
Meskipun terus berkembang, tidak semua plugin sepenuhnya mendukung Full Site Editing. Beberapa plugin lama masih mengandalkan sistem klasik sehingga belum terintegrasi optimal dengan block editor, terutama untuk pengaturan tampilan tertentu.
- Pilihan Block Theme Masih Terbatas
Dibandingkan tema klasik yang jumlahnya sangat banyak, pilihan block theme yang mendukung FSE sepenuhnya masih relatif lebih sedikit. Hal ini dapat membatasi opsi desain bagi pengguna yang menginginkan variasi tampilan instan tanpa banyak kustomisasi.
- Kustomisasi Kompleks Masih Terbatas
Untuk kebutuhan desain tingkat lanjut seperti animasi kompleks, layout sangat spesifik, atau interaksi dinamis tertentu, FSE masih memiliki keterbatasan. Pengguna advanced atau developer terkadang tetap memerlukan CSS tambahan atau solusi pihak ketiga untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Perbedaan Full Site Editing dan Tema Klasik
| Aspek | Full Site Editing | Tema Klasik |
|---|---|---|
| Editor | Block Editor | Customizer / Page Builder |
| Edit Header & Footer | Bisa langsung | Perlu kode / pengaturan tema |
| Fleksibilitas | Tinggi | Terbatas |
| Masa Depan | Sangat direkomendasikan | Perlahan ditinggalkan |
Siapa yang Cocok Menggunakan FSE?
Full Site Editing cocok digunakan untuk:
- Blogger dan content creator
- Pemilik bisnis kecil
- Pengguna WordPress pemula
- Web designer non-programmer
Tetapi kurang cocok untuk Kebutuhan website dengan custom sangat kompleks dan developer yang membutuhkan kontrol penuh berbasis kode.
Cara Menggunakan Full Site Editing
- Update WordPress ke versi terbaru
- Install dan aktifkan Block Theme
- Masuk ke menu Appearance → Editor
- Mulai edit template, header, footer, dan global styles
- Simpan perubahan dan preview website
Kesimpulan
Full Site Editing (FSE) adalah inovasi besar dalam ekosistem WordPress yang memungkinkan pengelolaan dan desain website secara menyeluruh melalui editor berbasis blok. Dengan FSE, pengguna dapat membangun website yang modern, konsisten, dan mudah dikembangkan tanpa ketergantungan pada coding atau plugin berat.
Seiring perkembangan WordPress, Full Site Editing diprediksi akan menjadi standar utama dalam pembuatan website di masa depan. Oleh karena itu, mempelajari dan mulai menggunakan FSE sejak sekarang merupakan langkah yang tepat bagi siapa pun yang ingin tetap relevan dalam dunia WordPress.
