Didalam dunia komputer jaringan, tentu anda sudah tidak asing lagi dengan istilah FTP (File Transfer Protocol) dan pasti juga pernah memanfaatkan FTP pada gadget anda. FTP berperan untuk keperluan download dan uploud file dengan cara saling kirim file antar komputer yang terpisah. FTP client akan mengirimkan pesan untuk meminta layanan tukar menukar data pada FTP server, setelah FTP client terkoneksi dengan FTP server maka FTP Client dapat melakukan proses download, upload atau proses lain sesuai dengan izin dan hak akses yang diberikan oleh FTP Server. Salah satu server FTP yaitu ProFTPD.

Apa itu ProFTPD?

ProFTPD merupakan sebuah aplikasi yang berguna untuk melakukan transfer data atau biasa dikenal FTP (File Transfer Protocol), juga sebagai perangkat lunak bebas dan sumber terbuka, kompatibel dengan sistem mirip Unix dan Microsoft Windows (via Cygwin). Dengan adanya ProFTPD, kita dapat membuat server FTP, juga untuk membuat sebuah server yang menyediakan fasilitas upload dan download dari server tersebut.

Fungsi ProFTPD

ProFTPD berfungsi sebegai media transfer file antar komputer dengan jarak yang sangat jauh. Keunggulan dari media transfer ini yaitu hanya memerlukan koneksi yang stabil dan masing-masing harus sudah terinstall server ProFTPD, sehingga tidak memerlukan kontak fisik antar pengirim dan penerima.

Selain itu, juga memiliki berbagai fitur yang berbeda untuk penggunaan server ini yang bisa anda pilih sesuai kebutuhan. Berikut fitur-fitur yang disediakan oleh ProFTPD:

  1. Login Anonymous

User akan login sebagai Anonymouse, yang mana untuk membuat server ftp tanpa authentikasi user. Anda hanya perlu mengetikkan perintah untuk menonaktifkan perintah Anonymus pada ProFTPD dan merestart aplikasinya saja.

  1. Login message pada Anonymous

Merupakan suatu pesan yang ditampilkan oleh FTP Server pada user yang akan login. Fitur ini bertujuan untuk menonaktifkan identitas user dan membuat tampilan lebih menarik. Namun, fitur ini hanya memberikan kesan ramah pada user dan tidak berpengaruh jalannya server ProFTPD.

  1. Limit Maksimum Upload

Dengan adanya ini diharapkan komputer yang digunakan sebagai server mampu meminimalisir adanya full capacity dalam harddisk. Hal ini dilakukan ketika user mengirim file melebihi batas dan akan muncul peringatan.

  1. Limit jenis file yang akan diupload

Memberikan batasan pada jenis file yang bisa dikirim dengan dua cara, yaitu dengan memblokir beberapa ekstensi atau membolehkan beberapa ekstensi, kemudian pilih sesuai dengan implementasi dari ProFTPD yang anda gunakan.

Cara Kerja ProFTPD

Prinsip kerja ProFTPD hampir sama dengan FTP, dimana harus melakukan login menggunakan autentikasi standar seperti username dan password serta mengakses file-file pada direktori server. FTP Client akan mengirim pesan atau hak akses agar bisa bertukar data.

Komputer yang sudah terinstall dan disetting ProFTPD berperan sebagai server dan komputer lain sebagai FTP Client atau pengguna. Komputer yang berperan sebagai server harus selalu hidup dan terhubung koneksi internet karena pertukaran data dilakukan setiap saat dan semakin banyak client yang terkoneksi.

Dalam melakukan konfigurasi ProFTPD melibatkan software Debian sebagai software virtual machine yang memberikan akses pada pengguna untuk menjalankan OS (Windows/MAC/Linux) secara virtual.

Berikut langkah-langkahnya seperti di bawah ini:

  1. Setelah debian server, baru anda menginstall ProFTPD pada komputer. Pada penginstallan ProFTPD sintaksnya adalah “apt-get install proftpd”

Jangan lupa juga untuk menyediakan koneksi internet yang stabil untuk melancarkan proses konfigurasi  dan tidak memakan waktu lama.

  1. Jika muncul kotak dialog, pilih standalone dan penginstallan akan berjalan
  2. Pada tulisan “nano /etc/proftpd/proftpd.conf” anda dapat menambahkan sintaks seperti ini

  1. Lakukan restart ulang pada ProFTPD server anda dengan mengetikkan sintaks “service proftpd restart”.
  2. Pada komputer client, anda menuju ke file manager dan di bagian network ketikkan ftp://”IP yang anda gunakan ” tanpa tanda petik. IP address pada masing – masing komputer harusnya berbeda dan seharusnya disetting sebelumnya agar tidak menemui IP yang sama, dan klik Enter.
  3. Masukkan username dan password pada kotak dialog dan tunggu sampai konfigurasi berhasil dan nanti anda akan mendapatkan hak akses root.
0 Shares