Perkembangan teknologi yang semakin cepat, sehingga mempengaruhi segala aspek kehidupan. Salah satunya yaitu dalam bidang pendidikan. Dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat memungkinkan pembelajaran di sekolah semakin mudah dan menyenangkan.

Bahkan, saat ini Guru dianjurkan agar mampu menggunakan kecanggihan teknologi dengan memakai E-Learning. Biasanya, guru menggunakan platform learning moodle untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas.

Dengan menggunakan E-Learning moodle ini model pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan asik. Hal ini berbeda jika pembelajaran dengan menggunakan buku, karena jika para guru masih menerapkan model pembelajaran memakai buku hal ini bisa membuat bosan. Moodle banyak digunakan di sekolah, karena memberikan respon positif baik siswa maupun guru. Artinya dengan memakai moodle, siswa lebih semangat dalam belajar. Sedangkan guru lebih mudah dalam menyusun materi bahan untuk mengajar.

Apa itu Moodle?

Sejarah pengembangan Moodle sebenarnya sudah dimulai dari tahun 1970. Namun, baru dirilis secara resmi pada 2002. Martin Dougiamas adalah sosok di balik salah satu platform e-learning terbaik ini. Moodle singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment. Moodle adalah software yang biasa digunakan untuk membuat suatu pelatihan berbasis website dan internet yang biasa disebut dengan Learning Management System (LSM) atau Virtual Learning Environment (VLE).

Maksud dari kata modular yaitu semua developer diseluruh dunia bisa mengembangkan dan menciptakan module-module baru untuk menambah fungsi dari Moodle. Layanan Moodle bisa digunakan secara gratis karna software ini merupakan salah satu software open source.

Moodle bisa digunakan di berbagai jenis perangkat seperti windows, Mac OS, netware, Unix, Linux dan berbagai perangkat pendukung lainnya. Pembuatan moodle cukup mudah, pengguna hanya meletakkan data ke database seperti PostgreSQL, Oracle, ODBC dan MySQL. Data yang tersimpan akan muncul dalam bentuk moodle yang dapat diakses oleh siapa saja.

Kelebihan Platform Moodle

Platform learning moodle banyak digunakan oleh masyarakat, karena memiliki kelebihan sehingga banyak yang menggunakan learning moodle. Moodle sering dijadikan software E-Learning di institusi maupun lembaga perusahaan.

Berikut kelebihan moodle yang menjadikannya platform pembelajaran :

1. Gratis

Mendownload software Moodle tanpa harus membayar lisensi khusus. Tidak hanya itu, pengguna juga bisa menggunakan dan mengembangkannya sendiri sesuai kemampuan.

Meskipun demikian, jika ingin membangun kursus atau portal pembelajaran tetap harus mengeluarkan biaya. Untuk apa? Membuat website dan menyiapkan berbagai materinya.

2. Mudah Digunakan

Siapapun bisa menggunakan Moodle tanpa perlu mempelajarinya lama. Baik sebagai pengajar, administrator atau murid.

Kemudahan tersebut terutama dapat ditemui pada tiga hal berikut:

  • Fitur drag-and-drop yang memudahkan dalam membuat materi belajar.
  • Antarmuka yang intuitif sangat membantu memahami penggunaan Moodle lebih cepat.
  • Dokumentasi yang tersedia lengkap ditambah tutorial Moodle yang banyak dibuat oleh komunitas penggunanya.

3. Fleksibel

Platform ini mendukung semua skala pembelajaran. Mulai dari kelas kecil berisi beberapa orang, hingga portal pembelajaran untuk ribuan orang seperti di perusahaan dan sekolah.

Kondisi ini kian memungkinkan siapa saja untuk bisa membuat kelas pembelajaran sendiri. Bisa dimulai dari skala kecil dengan materi terbatas dulu. Jika sudah berhasil, bisa ditingkatkan perlahan untuk audiens yang lebih banyak.

4. Aman

Tak perlu ragu dengan keamanan Moodle. Update yang secara rutin dilakukan bertujuan untuk menjamin keamanan pengguna. Baik dari kehilangan data materi pembelajaran maupun pencegahan pencurian data pribadi saat mengakses sistem.

Bahkan, jika mengelola platform sendiri bisa memegang kendali penuh atas keamanan platform.

5. Terintegrasi

Ingin membangun sebuah sistem pembelajaran online yang terintegrasi? Moodle bisa menjadi pilihan tepat. Alasannya, platform ini memiliki fitur external collaborative tools. Jadi, bisa melengkapi kursus online dengan halaman wiki, forum, hingga blog dengan mudah.

6. Dapat Dikustomisasi

Platform ini memang diciptakan untuk semua kalangan. Maka, untuk mendukung tujuan tersebut, Moodle sengaja dibuat agar mudah dikustomisasi.

Dari sisi tampilan, bisa mengganti tema sesuai yang keinginan. Halaman direktori Moodle memiliki banyak pilihan tema yang bisa diunduh gratis. Selain itu, bebas mengganti logo dan footer sesuai instansi atau lembaga.

7. Mendukung Plugin

Secara default, Moodle bisa digunakan untuk membuat platform pembelajaran yang baik. Namun, jika ingin menambah fungsi khusus, platform ini juga menyediakan plugin.

Tak kurang dari 1677 plugin tersedia di direktori plugin Moodle. Baik untuk kebutuhan administrasi, penilaian, komunikasi dan lainnya.

8. Mobile Friendly

Pengembangan Moodle tak pernah berhenti. Salah satunya, dengan menjadikan platform ini mobile friendly. Hal ini tentu akan memudahkan dalam mengakses materi belajar kapan saja, di mana saja.

Sebagai sebuah platform berbasis web, peningkatan pada cross browser compatibility membuat tampilan materi akan terlihat sama meskipun diakses dari perangkat dan browser yang berbeda.

9. Mendukung Berbagai Bahasa

Moodle memiliki komunitas yang aktif dari seluruh dunia. Merekalah yang banyak membantu pengembangan Moodle. Salah satu pengembangan tersebut adalah penerjemahan platform ke berbagai bahasa (localization).

Meskipun belum mendukung bahasa Indonesia secara penuh, Moodle sudah mendukung banyak bahasa di dunia. Inilah yang membuat penggunaan Moodle menjadi semakin mudah dan penggunanya meningkat.

Macam-Macam Fitur Moodle

1.  User Management

Dengan adanya fitur ini, moodle menyediakan fasilitas yang membagi 7 lapisan user agar administrator tidak terlalu sibuk dengan keterlibatan dalam mengerjakan seluruh tugas dalam situs tersebut. Lapisan user tersebut adalah : Administrator, Course Creator, Teacher, Non-editing teacher, Student dan Guest.

2.  Authenticated User

Secara default seluruh user yang telah login merupakan Authenticated User. Walaupun suatu user berperan sebagai teacher pada suatu course, namun di course lain hanya berperan sebagai authenticated user yang memiliki kedudukan yang sama dengan guest. Perbedaan guest dengan authenticated user, bila belum terdaftar pada suatu course, maka authenticated user dapat langsung mendaftar pada course tersebut sedangkan guest tidak.
Walaupun secara default Moodle hanya memberikan 7 lapisan user seperti yang dijelaskan diatas, namun pengguna Moodle (berperan sebagai admin) dapat secara bebas mengkostumisasi, bahkan menambah jenis lapisan user sesuai keinginannya.

3.  Course Management

Pada Moodle, yang dapat memanajemen course yang ada hanyalah user dengan role sebagai teacher, dan admin yang dapat melakukan apapun. Walaupun user dengan role course creator dapat memciptakan suatu course, namun user tersebut tidak dapat memodifikasi course yang telah ia ciptakan bila ia tidak mengajar di course tersebut (bukan sebagai teacher). Course pada Moodle memiliki beberapa format, yaitu : LMAS course format, SCORM Format, Social Format, Topics Format, Weekly Format, Weekly Format – CSS-no tables

4.  Assignments

Teacher dapat memberikan tugas yang mengharuskan student mengirim (upload) konten digital, misalnya essay, tugas proyek, laporan, dan lain-lain. Jenis file yang dapat dikirim misalnya ord-processed documents, spreadsheets, images, audio and video clips. Selanjutnya teacher dapat melihat dan menilai tugas yang telah dikirim oleh student.

5. Chats

Dengan fitur ini, setiap peserta dapat berdiskusi secara real-time via web.

6. Choices

Fitur ini sangat sederhana – teacher memberikan beberapa pertanyaan dan menyediakan berberapa pilihan jawaban. Aktifitas ini dapat digunakan sebagai polling untuk merangsang daya pikir terhadap sebuah topic, misalnya membiarkan sebuah kelas untuk menentukan (vote) arah dari course.

7. Database Activity

Dengan fitur  ini, teacher dan/atau students dapat membuat, melihat dan mencari bank data mengenai topik apapun. Format dan struktur data yang dimasukkan hampir tidak terbatas, termasuk gambar, file, URL, nomor, dan text.

8. Forums

Pada forum, student dan teacher dapat berinteraksi satu sama lain secara real-time. Namun tidak seperti chat, pada forum interaksi yang dilakukan secara asinkron. Setiap member yang tergabung dalam forum akan menerima salinan dari posting di email mereka.

9. Glossary

Pada fitur ini, peserta dapat membuat kumpulan/daftar pengertian-pengertian kata, seperti kamus. Data yang dimasukkan dapat berasal dari berbagai format dan secara otomatis dapat dibuat link ke materi lain.

10. Lesson

Lesson ditujukan agar teacher dapat membuat aktifitas yang berisi konten yang menarik dan fleksibel. Lesson terbagi menjadi beberapa halaman dan diakhir setiap halaman biasanya terdapat pertanyaan yang memiliki beberapa jawaban. Jawaban yang dipilih student akan menentukan halaman mana yang akan diaksesnya.

11. Quizzes

Pada fitur ini, teacher dapat mendesain kumpulan soal, yang berisi multiple choice, true-false, dan pertanyaan jawaban singkat. Pertanyaan – pertanyaan tersebut akan tersimpan di bank soal yang dapat dikategorikan dan digunakan ulang.

12. SCORM/AICC Packages

Teacher dapat membuat paket yang berisi halaman web, grafis, program Javascript, slide presentasi Flash, video, suara dan konten apapun yang dapat dibuka di web browser. Paket ini juga diintegrasikan kumpulan soal yang diperlukan dapat dinilai dan kemudian dimasukkan ke rapor student.

13. Surveys

Surveys merupakan feedback, quisioner ataupun angket yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran ataupun kritikan bagi teacher ataupun course. Sehingga kinerja teacher dan isi dari course dapat diperbaiki diwaktu mendatang.

14. Wikis

Student dan teacher dapat secara kolaboratif menulis dokumen web tanpa mengetahui bahasa html, langsung dari web browser. Hasilnya dapat berupa hasil kreativitas kelas, kelompok ataupun individu.

Cara Menggunakan Moodle

Pada dasarnya Moodle bisa digunakan dengan tiga cara utama: self-hostedmanaged service menggunakan Moodlecloud, dan integrasi dengan WordPress.

Self-hosted artinya Anda memiliki website dengan server sendiri dan lalu mengelolanya secara mandiri.

Moodlecloud adalah layanan yang membantu membuat website pembelajaran online dengan server yang sudah disiapkan. Namun, cara ini memiliki berbagai keterbatasan seperti ketentuan jumlah pengguna, storage dan fungsi terbatas.

1. Self-Hosted

Langkah 1 Memenuhi Persyaratan Minimal

Moodle merupakan software yang perlu Anda download dan install. Agar dapat melakukan hal tersebut, beberapa persyaratan teknis perlu dipenuhi.

  • Web server seperti LiteSpeed dan program database seperti MariaDB.
  • PHP yang telah terkonfigurasi dan ekstensi yang diperlukan
  • Sendmail jika membutuhkan akses penggunaan email

Langkah 2 Mengunduh Moodle

Setelah memastikan semua syarat di atas bisa dipenuhi untuk mendownload software Moodle

Langkah 3 Membuat Database

Buatlah database sesuai dengan program yang digunakan. Kemudian tentukan username dan password.

Langkah 4 Membuat Direktori

Untuk menyimpan semua file dari platform pembelajaran, buatlah direktori kosong. Pastikan direktori tersebut bisa diakses dengan baik sehingga tidak mengganggu performa platform.

Langkah 5 Instalasi Moodle

Setelah memastikan instalasi kode Moodle dan konfigurasi awal dilakukan, lanjutkan dengan instalasi Moodle. Jangan lupa untuk mengatur hak akses dengan benar. Yaitu program file diatur not writable, sedangkan data file diatur writable.

Langkah 6 Setup Cron

Cron job adalah sebuah program yang menjalankan perintah secara otomatis. Langkah ini perlu dilakukan setelah tahapan instalasi Moodle berhasil. Rekomendasi cron job yang perlu setting adalah setiap menit.

Langkah 7. Website Moodle Siap Diakses

Jika semua langkah di atas sudah dilakukan dengan benar maka website Moodle dapat di akses. Langkah selanjutnya cukup menyiapkan materi dan membuat berbagai kursus melalui menu utama Moodle.

2. Moodlecloud

Inilah langkah untuk menggunakan Moodlecloud:

Langkah 1 SignUp/Login

Untuk bisa menggunakan layanan ini lebih lanjut harus memiliki akun Moodlecloud. Lakukan Sig up terlebih dahulu dan mengisi data diri lengkap dan tunggu konfirmasi berhasil lewat email

Langkah 2 Lakukan Pengaturan Website

Setelah berhasil, website belajar online sudah dapat diakses sesuai URL yang digunakan.

Setelah bisa melakukan login dan masuk ke halaman utama. Pilih menu “Site Administration” untuk mulai melakukan pengaturan website sesuai keinginan.

Terdapat berbagai macam menu yang bisa akses untuk melakukan personalisasi pada website. Mulai dari pengaturan umum, pengguna, kursus, hingga ke tampilan website.

Langkah 3 Membuat Kursus

Mulai membuat kursus, dari halaman utama dan memilih “Add a New Course”.

Masukan berbagai informasi tentang kursus yang akan dibuat. Mulai dari penjelasan umum tentang nama kursus dan tanggal pelaksanaan, hingga pengaturan tampilan dan format kursus.

Jika sudah selesai, silakan pilih “Save And Return”.

3. WordPress Integration

Jika memiliki website WordPress bisa melakukan integrasi kursus yang ada di Moodle. Untuk melakukan hal ini, memerlukan plugin Edwiser Bridge.

Inilah langkah yang perlu dilakukan:

  • Download dan install plugin Edwiser Bridge.
  • Masuk ke Settings » Connection Settings.
  • Masukan Moodle URL dan Moodle Access Token lalu Simpan.
  • Masuk ke Settings » Synchronization » Synchronize Courses.
  • Pastikan synchronization option tercentang, lalu Start Synchronization.

Dengan cara tersebut, kursus yang ada pada website Moodle akan terintegrasi di website WordPress yang digunakan.

Setelah berhasil, lanjutkan pengaturan kursus online melalui menu Settings di Edwiser Bridge.

 

 

0 Shares