HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Cara Setting dan Membuat Hosting Sendiri di WHM Secara Profesional

Membuat hosting sendiri menggunakan WHM (Web Host Manager) merupakan langkah profesional bagi Anda yang ingin mengelola server secara mandiri, membuka bisnis hosting, atau menjadi reseller hosting dengan kontrol penuh. WHM memungkinkan Anda mengatur server, membuat akun cPanel, mengelola resource, keamanan, hingga optimasi performa hosting.

Artikel ini membahas cara membuat hosting sendiri di WHM secara lengkap, mulai dari persiapan server, konfigurasi awal WHM, pembuatan paket hosting, manajemen akun, keamanan, hingga tips agar hosting stabil dan siap dipakai.

Apa Itu WHM dan Mengapa Digunakan untuk Membuat Hosting?

WHM (Web Host Manager) adalah panel kontrol server berbasis web yang digunakan untuk mengelola layanan hosting berbasis cPanel. WHM bekerja di level administrator (root), sehingga memungkinkan penggunanya untuk:

  • Membuat dan mengelola banyak akun cPanel
  • Mengatur resource server (disk, bandwidth, CPU)
  • Mengelola DNS server
  • Mengaktifkan fitur keamanan
  • Mengelola layanan email, database, dan PHP

WHM biasanya digunakan pada VPS atau Dedicated Server dan menjadi standar industri hosting saat ini.

Perbedaan WHM dan cPanel

WHM cPanel
Digunakan oleh admin server Digunakan oleh pemilik website
Bisa membuat akun hosting Hanya mengelola satu akun
Mengatur server & resource Mengelola website & email
Akses root Tanpa akses root

Untuk membuat hosting sendiri, WHM adalah alat wajib.

Persiapan Sebelum Membuat Hosting Sendiri di WHM

Sebelum memulai konfigurasi, pastikan Anda sudah menyiapkan hal-hal berikut:

1. Server Hosting

  • VPS (recommended untuk pemula)
  • Dedicated Server (untuk skala besar)
  • Sistem Operasi:
    1. CloudLinux
    2. AlmaLinux
    3. Rocky Linux

2. Lisensi cPanel & WHM

WHM tidak bisa digunakan tanpa lisensi resmi cPanel.

3. IP Address Aktif

Minimal:

  • 1 IP utama (shared)
  • Lebih baik jika tersedia IP tambahan

4. Akses Root

Akses root dibutuhkan untuk konfigurasi penuh server.

Login ke WHM

  1. Buka browser
  2. Akses: https://IP-SERVER:2087
  3. Login dengan:
    • Username: root
    • Password: root server

Setelah login, Anda akan melihat dashboard WHM.

Konfigurasi Awal WHM (WAJIB)

Sebelum membuat hosting, lakukan konfigurasi awal berikut.

1. Basic WebHost Manager Setup

Masuk ke: Server Configuration → Basic WebHost Manager Setup

Atur:

  • Contact Email Address
  • Hostname server (server.domainanda.com)
  • Nameserver:
    1. ns1.domainanda.com
    2. ns2.domainanda.com
  • Resolver Configuration

Konfigurasi ini sangat penting agar server berjalan normal.

2. Set Nameserver & DNS

  • Buat A Record:

    1. ns1 → IP Server
    2. ns2 → IP Server
  • Atur nameserver domain ke ns1 & ns2

Tanpa DNS yang benar, hosting tidak akan bisa diakses.

Membuat Paket Hosting di WHM

Paket hosting menentukan resource yang akan digunakan oleh akun cPanel.

1. Cara Membuat Paket Hosting:

  • Masuk ke Packages → Add a Package
  • Isi:
    1. Package Name
    2. Disk Quota
    3. Monthly Bandwidth
    4. Max FTP Accounts
    5. Max Email Accounts
    6. Max Databases
    7. Max Subdomains
  • Tentukan limit CPU & RAM (jika CloudLinux aktif)
  • Simpan paket

Paket ini bisa digunakan berulang kali.

2. Membuat Akun Hosting (Akun cPanel)

Setelah paket tersedia, lanjutkan membuat akun hosting. Langkah-langkah:

  1. Masuk ke Account Functions → Create a New Account

  2. Isi:

    • Domain

    • Username

    • Password

    • Email admin

  3. Pilih paket hosting

  4. Tentukan:

    • Theme cPanel

    • Mail routing

    • DNS settings

  5. Klik Create

WHM akan otomatis:

    • Membuat akun cPanel
    • Membuat folder website
    • Membuat database DNS

3. Mengatur Versi PHP dan Module

Agar website kompatibel, atur PHP melalui: Software → MultiPHP Manager

  • Pilih versi PHP
  • Aktifkan extension penting:
    1. mysqli
    2. curl
    3. mbstring
    4. zip
    5. gd

Mengaktifkan AutoSSL (HTTPS)

SSL wajib untuk website modern. Langkah:

  1. Masuk ke SSL/TLS → Manage AutoSSL
  2. Aktifkan Let’s Encrypt
  3. Pilih akun yang ingin diberikan SSL
  4. Jalankan AutoSSL

Mengelola Email Hosting

WHM memungkinkan pembuatan email profesional. Fitur email:

  • Webmail
  • POP3 / IMAP
  • SpamAssassin
  • Email routing

Email dikelola melalui cPanel masing-masing akun.

Backup Hosting di WHM

Backup sangat penting untuk keamanan data.

1. Cara Konfigurasi Backup:

  1. Masuk ke Backup → Backup Configuration

  2. Aktifkan backup

  3. Tentukan:

    • Jadwal (daily, weekly, monthly)

    • Lokasi backup

  4. Simpan konfigurasi

2. Keamanan Server WHM

Beberapa pengaturan keamanan penting:

  • Aktifkan CSF Firewall
  • Aktifkan ModSecurity
  • Gunakan Strong Password Policy
  • Aktifkan Two-Factor Authentication
  • Batasi akses SSH

3. Monitoring dan Manajemen Resource

WHM menyediakan fitur monitoring:

  • CPU Usage
  • RAM Usage
  • Disk Usage
  • Bandwidth

Monitoring penting untuk menjaga stabilitas hosting.

Tips Agar Hosting Stabil dan Profesional

  • Gunakan CloudLinux
  • Batasi resource tiap akun
  • Update sistem secara rutin
  • Gunakan LiteSpeed Web Server
  • Pantau log server

Kelebihan Membuat Hosting Sendiri di WHM

  • Kontrol penuh server
  • Bisa membuat bisnis hosting
  • Skalabilitas tinggi
  • Fleksibel mengatur resource

Kekurangan Membuat Hosting Sendiri di WHM

  • Perlu skill teknis
  • Biaya server & lisensi
  • Tanggung jawab keamanan penuh

Kesimpulan

Membuat hosting sendiri di WHM adalah solusi terbaik bagi Anda yang ingin mengelola server secara profesional. Dengan konfigurasi yang tepat, WHM memungkinkan Anda membangun layanan hosting yang aman, stabil, dan siap digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis.

Dengan mengikuti panduan ini secara bertahap, Anda sudah memiliki fondasi kuat untuk menjalankan hosting sendiri menggunakan WHM.

5/5 - (1 vote)
Fitri Ana

Recent Posts

Apa Itu Software Architecture? Ini Fondasi yang Menentukan Masa Depan Aplikasi

Ketika aplikasi semakin berkembang, jumlah fitur, pengguna, dan integrasi membuat sistem menjadi lebih kompleks. Karena…

1 hour ago

Perbedaan GitLab dan GitHub, Kenali Fitur dan Kegunaannya Sebelum Memilih

Dalam pengembangan software modern, Git menjadi salah satu teknologi penting untuk mengelola perubahan kode. Dengan…

3 hours ago

Apa Itu Computer Vision? Begini Cara AI Memahami Gambar dan Video

Komputer selama ini dikenal mampu mengolah angka, teks, dan berbagai jenis data secara cepat. Namun,…

22 hours ago

Google Gemini Bisa Nonaktifkan Watermark, Ini Penjelasannya

Google kini menyediakan pengaturan yang memungkinkan pengguna mengaktifkan atau menonaktifkan watermark yang terlihat pada media…

22 hours ago

Google Gemini dan Watermark AI: Mengenal SynthID

Perkembangan fitur generative AI membuat Google Gemini tidak hanya digunakan untuk menghasilkan teks, tetapi juga…

24 hours ago

Function as a Service (FaaS): Cara Baru Menjalankan Aplikasi Tanpa Kelola Server

Perkembangan cloud computing membuat proses membangun dan menjalankan aplikasi menjadi semakin fleksibel. Jika sebelumnya developer…

1 day ago