Ada banyak cara yang dilakukan untuk melakukan pengiriman atau penarikan data pada server dengan aman, misalnya dengan FTP (File Tranfer Protocol). Selain FTP ada cara yang lebih aman yang bisa dilakukan yaitu melalui sFTP.

Apa Itu sFTP ?

sFTP adalah protokol transfer file SSH atau yang saat ini disebut sebagai protokol Secure File Transfer Protocol. Protokol transmisi data ini memungkinkan melakukan transfer file yang aman antar host karena sFTP merupakan kombinasi dari FTP dan SCP.

Berbeda dengan SCP (Secure Copy Protocol) berfungsi untuk proses transfer data dengan menggunakan protokol SSH, sFTP sudah mendukung lanjutan otomatis jadi jika ada file yang sedang di transfer kemudian ada masalah dengan koneksi internet maka bisa melakukan resume pengiriman file tanpa perlu mengulang dari awal. Sehingga, proses upload dan download file website antara FTP server dan FTP client menjadi lebih aman karena koneksi yang terenkripsi.

Agar dapat menggunakan sFTP pada beberapa penyedia layanan FTP, Anda dapat menggunakan layanan yang telah mendukung sFTP seperti FileZilla dan Cyberduck.

Catatan sFTP juga menggunakan enkripsi SSH2 yang melakukan authentication dan membangun saluran aman antar jaringan host. Meski secara fungsional sFTP kelihatannya sama dengan FTP, namun sFTP menggunakan protokol dan port yang berbeda. Akibatnya, tidak bisa menggunakan client FTP standar untuk melakukan koneksi dengan sFTP.

Apa Perbedaan FTP dengan SFTP ?

FTP menggunakan port 21 dan tidak melalui protokol SSH dalam proses transfer datanya. Sedangkan SFTP menggabungkan FTP dengan SCP. Sehingga lebih aman karena proses transfer datanya melalui koneksi yang terenkripsi. Biasanya SFTP menggunakan port 22. Namun untuk SFTP nya menggunakan port 64000 sama seperti SSH. Mengapa? Hal ini dilakukan agar proses pemindahan data menjadi lebih aman.

Baca Juga  Inilah 7 Trend Desain Website di Tahun 2020

Beberapa fitur atau kelebihan dari sFTP

Berikut ini merupakan beberapa fitur atau kelebihan dari sFTP, yaitu :

  1. Pertukaran Data.
  2. Data yang lewat dikemas khusus, dirubah formatnya melalui saluran khusus.
  3. Keamanan.
  4. SFTP meng-enkripsi setiap data yang lewat. Agar data tidak mudah terbaca oleh hacker atau orang lain yang kepo kenapa kita mengakses FTP Server.
  5. Salah satu kelebihan dari SFTP adalah sebagian besar aplikasi SFTP mampu memberikan info data yang lebih rinci seperti tanggal file, perizinan file, waktu, tanggal, ukuran, dan informasi lainnya yang jarang tersedia di FTP.

Cara Menggunakan SFTP Dengan FileZilla

File yang diunggah dan diunduh menggunakan FTP tidak di enkripsi. Artinya, file yang dikirim menggunakan FTP dapat dengan mudah dicegat dan dibaca oleh seseorang dengan maksud jahat. Ini termasuk kata sandi yang Anda gunakan untuk terhubung ke server FTP. SFTP adalah alternatif yang aman untuk FTP. Petunjuk di bawah menjelaskan cara menggunakan FileZilla, CCIT merekomendasikan klien SFTP :

1. Buka Manajer Situs.

2. Buat server baru menggunakan pengaturan berikut :

  1. Host : Ini harus menjadi alamat server.
  2. Protokol : FTP.
  3. Enkripsi : Memerlukan FTP eksplisit atau implisit melalui TLS.
  4. Jenis Logon : Minta kata sandi atau Normal (yang akan menyimpan kata sandi).
  5. Pengguna : pengguna FTP Anda.
  6. Kata sandi : kata sandi pengguna FTP Anda.

3. Klik hubungkan atau pilih server dari menu tarik-turun Manajer Situs.

4. Dapatkan prompt untuk sertifikat – ini menunjukkan koneksi akan dienkripsi.

5. Setelah terhubung, navigasikan ke direktori yang berisi file yang Anda butuhkan di bawah Situs lokal: (Anda dapat menempelkan jalur).

6. Pilih file yang ingin Anda upload (Anda dapat menggunakan ctl atau shift pilih), klik kanan dan upload.

7. Verifikasikan bahwa unggahan berhasil.

Cara Mengaktifkan FileZilla sFTP di cPanel Hosting

Pastikan sudah memiliki akun hosting yang sudah aktif.

Baca Juga  Atasi Maximum Execution Time of 30 Seconds Exceeded dengan Cara Ini

1. Akses SSH

Login ke cPanel lalu dibagian Security, klik menu Akses SSH.

2. Kelola Kunci SSH

Di menu SSH Access, klik Manage SSH Keys.

Jika belum memiliki key perlu mengenerate terlebih dulu. Klik menu Generate a New Key.

3. Generate a New Key

Di dalam menu ini perlu mengisi semua data untuk kebutuhan Generate a New Key.

  1. Key Name : Nama keynya, defaultnya adalah id_rsa.
  2. Key Password : Isi dengan password passphrase yang dibuat.
  3. Key Type : Biarkan secara default, yaitu SEA1.
  4. Key Size : Tetap sesuai standar kami, perlu menggunakan Sandal untuk pengganti core yang penting. Jika sudah yakin dengan data yang kamu berikan, klik Generate Key.

4. Download SSH Keys

Setelah di generate, download dengan cara ke menu SSH Keys dan klik “View/Download”.

Baca Juga  Moodle adalah Software Open Source di Dunia Pendidikan

Setelah itu, klik Download Keys.

5. Configurate FTP Client FileZilla

Buka FileZilla, lalu klik Edit Settings SFTP.

Pastikan telah mendownload Private SSH Key, lalu klik Add Key File. Maka akan ada muncul Popup “Password required”, masukkan kata sandi atau frasa sandi yang telah dibuat saat menghasilkan SSH Keys tadi, lalu klik OK.

Kemudian, akan ada pemilihan lokasi untuk disimpan file Dempul file kunci pribadi (* .ppk). Jika sudah menentukan lokasinya, klik Save.

Jika tampilannya sudah seperti di atas, coba lakukan sFTP pada FileZilla.

6. FileZilla sFTP

Klik Edit Site Manager > New Site, kemudian isi menu General seperti pada gambar di atas.

  1. Protocol : sFTP (SSH File Transfer Protocol).
  2. Host : Nama domain/Server/IP-Server.
  3. Port : 22.
  4. Logon Type : Normal.
  5. User : Sesuai dengan user FTP/Login cPanel.
  6. Password : Sesuai dengan password FTP/Login cPanel.

Lalu, klik Connect dan akan muncul popup “Unknown Host Key”, klik OK.

Tampilan di atas menunjukkan bahwa sudah berhasil menjalankan cara enable sFTP FileZilla di panel hosting.

 

Semoga artikel ini membantu.

0 Shares