Data dalam internet sebenarnya rentan sekali dengan pencurian. Data yang dicuri karena lemahnya kesadaran pengguna akan keamanan mungkin data tersebut bernilai jual tidak seberapa, namun dapat dimanfaatkan dengan banyak cara. Data-data yang dicuri merupakan data yang bersifat pribadi dan sensitive, seperti data diri, password, data bank, kartu kredit, dan informasi lainnya.

Berikut ini langkah-langkah keamanan untuk menghindari risiko pencurian data, antara lain:

1. Sebelum klik apa pun, pastikan terlebih dahulu apakah alamat tautan dan email pengirim adalah asli, hal ini untuk menjaga tetap aman dari phishing. Solusi keamanan yang kuat juga akan memberi peringatan jika anda mencoba mengunjungi halaman web phishing.

2. Harus teliti saat ingin mengakses sebuah situs, perhatiakan hal berikut ini:

  • Cek URL situs, pastikan anda menemukan URL dengan https yang berate website tersebut menggunakan keamanan SSL.
  • Cek bar di samping kiri URL, jika terdapat gambar gembok hijau maka website telah menggunakan keamanan SSL.
  • Ketika anda mengakses sebuah situs dengan Chrome, muncul perinatan: “sertifikat keamanan situs tidak terpercaya” atau “sertifikat keamanan situs telah kadaluarsa!”, disarankan anda tidak mengunggah atau memberikan informasi apapun yang bersifat pribadi, bila perlu anda segera close tab karena situs memiliki masalah pada sertifikat keamanannya.

3. Jangan menggunakan password yang sama untuk beberapa situs web atau layanan. Gunakan password yang kuat, yang terdiri ari angka, huruf, dan karakter.

4. Anda harus mngetahui siapa saja yang memiliki data pribadi anda. Untuk mengetahuinya anda dapat menggunakan layanan seperti “me” yang akan secara otomatis mencari data pengguna di sejumlah sumber besar.