Mengenal CASB(Cloud Access Security Broker): Solusi untuk Mengamankan Akses Layanan Cloud
Penggunaan layanan cloud semakin menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan. Aplikasi seperti SaaS, cloud storage, collaboration tools, CRM, dan berbagai layanan cloud lainnya memungkinkan karyawan bekerja lebih fleksibel dari berbagai perangkat dan lokasi.
Namun, semakin banyak layanan cloud yang digunakan, semakin besar pula tantangan keamanannya. Data perusahaan dapat berpindah melalui berbagai aplikasi, pengguna dapat mengakses layanan dari perangkat yang berbeda, dan tidak semua aplikasi cloud yang digunakan karyawan selalu diketahui atau disetujui oleh tim IT.
Kondisi tersebut membuat perusahaan membutuhkan pendekatan keamanan yang mampu memberikan visibilitas dan kontrol terhadap penggunaan layanan cloud. Salah satu teknologi yang dirancang untuk kebutuhan tersebut adalah CASB (Cloud Access Security Broker).
CASB membantu organisasi memantau penggunaan aplikasi cloud dan menerapkan kebijakan keamanan terhadap akses, data, serta aktivitas pengguna. Secara umum, CASB berfungsi sebagai titik penegakan kebijakan keamanan antara pengguna dan layanan cloud yang mereka akses.
Apa Itu CASB (Cloud Access Security Broker)?
CASB (Cloud Access Security Broker) adalah solusi keamanan yang membantu organisasi memantau, mengontrol, dan melindungi penggunaan layanan cloud berdasarkan kebijakan keamanan yang telah ditentukan. CASB dapat ditempatkan atau diintegrasikan di antara pengguna dan layanan cloud sehingga aktivitas akses ke aplikasi cloud dapat dipantau dan kebijakan keamanan dapat diterapkan.
Konsep CASB awalnya muncul sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan layanan cloud dalam organisasi. Saat ini, kemampuan CASB umumnya mencakup empat area utama, yaitu visibility, compliance, data security, dan threat protection. Dengan kata sederhana, CASB membantu perusahaan menjawab beberapa pertanyaan penting:
- Aplikasi cloud apa saja yang digunakan?
- Siapa yang mengakses aplikasi tersebut?
- Data apa yang dikirim atau diunduh?
- Apakah aplikasi tersebut aman digunakan?
- Apakah pengguna mengakses data sensitif?
- Apakah terdapat aktivitas yang mencurigakan?
- Apakah penggunaan cloud sudah sesuai dengan kebijakan perusahaan?
Mengapa CASB (Cloud Access Security Broker) Dibutuhkan?
Perubahan cara kerja perusahaan membuat keamanan berbasis perimeter tradisional menjadi semakin kompleks. Dulu, sebagian besar sistem perusahaan berada di dalam jaringan internal. Saat ini, aplikasi dan data dapat berada di berbagai layanan cloud, sementara pengguna dapat mengaksesnya dari kantor, rumah, atau perangkat mobile.
Selain itu, karyawan terkadang menggunakan aplikasi cloud tanpa melalui proses persetujuan IT. Fenomena tersebut dikenal sebagai Shadow IT.
CASB dapat membantu menemukan aplikasi cloud yang digunakan organisasi, termasuk aplikasi yang belum secara resmi disetujui, sehingga tim keamanan dapat menilai risiko dan menentukan tindakan yang sesuai. Microsoft, misalnya, menyediakan kemampuan Cloud Discovery untuk memberikan visibilitas terhadap aplikasi cloud dan Shadow IT. Tanpa visibilitas tersebut, organisasi dapat kesulitan mengetahui ke mana data perusahaan mengalir.
Empat Pilar Utama CASB (Cloud Access Security Broker)
CASB secara umum dibangun berdasarkan empat fungsi utama.
| Pilar | Fungsi |
|---|---|
| Visibility | Mengetahui aplikasi cloud dan aktivitas yang digunakan organisasi |
| Compliance | Membantu menerapkan kebijakan dan memenuhi kebutuhan kepatuhan |
| Data Security | Melindungi data dari kebocoran, penyalahgunaan, dan akses yang tidak sesuai |
| Threat Protection | Mendeteksi dan membantu mencegah ancaman terhadap layanan cloud |
Empat pilar tersebut menjadi dasar kemampuan CASB, meskipun fitur dan kedalaman implementasinya dapat berbeda antara satu solusi dengan solusi lainnya.

Fungsi CASB (Cloud Access Security Broker)
CASB memiliki berbagai fungsi yang membantu organisasi mengamankan penggunaan cloud.
1. Cloud Visibility
CASB membantu organisasi mengetahui aplikasi cloud apa saja yang digunakan oleh karyawan. Hal ini penting karena perusahaan mungkin hanya mengetahui aplikasi yang secara resmi disetujui, sementara pengguna dapat menggunakan layanan cloud tambahan untuk menyimpan file, berbagi dokumen, atau mengolah data. Dengan cloud discovery, tim keamanan dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai penggunaan layanan cloud.
2. Mengatasi Shadow IT
Shadow IT adalah penggunaan aplikasi atau layanan teknologi yang tidak secara resmi dikelola atau disetujui oleh organisasi. Contohnya, karyawan menggunakan layanan penyimpanan cloud pribadi untuk mengirim dokumen perusahaan karena dianggap lebih praktis.
Masalahnya bukan hanya aplikasi tersebut tidak disetujui, tetapi perusahaan juga mungkin tidak mengetahui bagaimana data disimpan, siapa yang dapat mengaksesnya, atau apakah layanan tersebut memiliki tingkat keamanan yang sesuai. CASB membantu mengidentifikasi penggunaan aplikasi tersebut sehingga organisasi dapat menentukan apakah aplikasi perlu:
- diizinkan;
- dipantau;
- dibatasi;
- atau diblokir.
Beberapa platform CASB menyediakan mekanisme untuk mengklasifikasikan aplikasi sebagai sanctioned atau unsanctioned dan kemudian menerapkan kebijakan yang sesuai.
3. Data Loss Prevention
CASB dapat digunakan untuk membantu mencegah kebocoran data atau Data Loss Prevention (DLP). Misalnya, perusahaan memiliki aturan bahwa dokumen yang mengandung informasi sensitif tidak boleh diunggah ke aplikasi cloud tertentu. CASB dapat membantu mendeteksi aktivitas tersebut dan menerapkan kebijakan yang sesuai, seperti:
- memberikan peringatan;
- memblokir aktivitas;
- membatasi akses;
- mencatat aktivitas;
- atau meminta tindakan tambahan dari pengguna.
Kemampuan DLP dapat berbeda pada setiap produk CASB, sehingga implementasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
4. Threat Protection
CASB juga dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan layanan cloud. Contohnya:
- login dari lokasi yang tidak biasa;
- aktivitas pengguna yang tidak normal;
- pengunduhan data dalam jumlah besar;
- akun yang diduga telah diambil alih;
- aktivitas malware;
- penggunaan aplikasi cloud berisiko.
5. Access Control
CASB dapat membantu menerapkan kebijakan mengenai siapa yang boleh mengakses aplikasi atau data tertentu. Kebijakan dapat mempertimbangkan berbagai faktor, seperti:
- identitas pengguna;
- perangkat;
- lokasi;
- aplikasi;
- jenis data;
- tingkat risiko;
- aktivitas pengguna.
Dengan demikian, akses ke layanan cloud tidak hanya didasarkan pada username dan password, tetapi dapat dikombinasikan dengan konteks keamanan lainnya.
6. Compliance
Perusahaan yang beroperasi dalam industri tertentu mungkin harus mengikuti berbagai aturan mengenai pengelolaan data. CASB dapat membantu organisasi menerapkan kebijakan dan mendapatkan visibilitas terhadap penggunaan data cloud untuk mendukung kebutuhan compliance. Namun, CASB bukan berarti otomatis membuat perusahaan menjadi compliant. Kepatuhan tetap bergantung pada keseluruhan proses, kebijakan, konfigurasi, kontrol, dan regulasi yang berlaku.
7. Monitoring Aktivitas Cloud
CASB membantu tim keamanan melihat aktivitas yang terjadi pada aplikasi cloud. Informasi yang dapat dipantau dapat mencakup:
- pengguna;
- aplikasi;
- aktivitas login;
- upload;
- download;
- sharing;
- perubahan permission;
- aktivitas mencurigakan.
Monitoring tersebut membantu organisasi melakukan investigasi apabila ditemukan aktivitas yang tidak sesuai.
Cara Kerja CASB (Cloud Access Security Broker)
Secara sederhana, CASB bekerja dengan mengumpulkan informasi mengenai penggunaan layanan cloud dan menerapkan kebijakan keamanan terhadap aktivitas tersebut.
Gambaran sederhananya: Pengguna → CASB → Layanan Cloud
Namun, implementasi CASB di dunia nyata dapat lebih kompleks karena CASB dapat terintegrasi dengan identity provider, API aplikasi cloud, secure web gateway, endpoint, dan sistem keamanan lainnya. Secara umum, alurnya dapat dijelaskan sebagai berikut.
- Pengguna Mengakses Layanan Cloud
Pengguna mencoba mengakses aplikasi seperti cloud storage, CRM, SaaS, atau layanan cloud lainnya.
- Aktivitas Diidentifikasi
CASB mengumpulkan informasi mengenai aktivitas atau penggunaan aplikasi tersebut.
- Kebijakan Keamanan Diperiksa
Sistem menentukan apakah aktivitas tersebut sesuai dengan kebijakan yang telah dibuat.
- Tindakan Diterapkan
Jika aktivitas dianggap aman, akses dapat dilanjutkan. Jika ditemukan risiko, CASB dapat menerapkan tindakan seperti memberikan peringatan, membatasi aktivitas, atau memblokir tindakan tertentu, tergantung kemampuan dan konfigurasi solusi.
- Aktivitas Dicatat dan Dipantau
Informasi aktivitas dapat digunakan oleh tim keamanan untuk monitoring, investigasi, dan evaluasi kebijakan.
Metode Implementasi CASB (Cloud Access Security Broker)
CASB tidak selalu diterapkan dengan satu metode yang sama. Pendekatan implementasi bergantung pada kebutuhan organisasi dan arsitektur solusi.
1. Proxy-Based CASB
Dalam pendekatan proxy, CASB berada di jalur akses pengguna menuju layanan cloud sehingga aktivitas dapat diperiksa dan kebijakan dapat diterapkan secara real time. Pendekatan ini berguna ketika organisasi membutuhkan kontrol terhadap aktivitas pengguna secara langsung.
2. API-Based CASB
Pada pendekatan API, CASB terintegrasi langsung dengan aplikasi cloud menggunakan API yang tersedia. Metode ini memungkinkan CASB memperoleh informasi dari aplikasi cloud tanpa harus selalu berada di jalur trafik pengguna. Pendekatan API dapat berguna untuk melakukan monitoring, governance, data protection, dan aktivitas keamanan pada aplikasi yang didukung.
3. Multimode CASB
Beberapa solusi menggabungkan pendekatan proxy dan API sehingga organisasi dapat menggunakan metode yang berbeda sesuai dengan kebutuhan aplikasi dan skenario keamanan.
Contoh Penggunaan CASB (Cloud Access Security Broker)
Untuk memahami CASB dengan lebih mudah, bayangkan sebuah perusahaan menggunakan beberapa layanan cloud untuk aktivitas sehari-hari. Karyawan menggunakan:
- cloud storage untuk menyimpan dokumen;
- SaaS untuk mengelola pelanggan;
- aplikasi komunikasi untuk bekerja sama;
- aplikasi AI untuk membantu pekerjaan;
- layanan cloud lainnya.
Kemudian seorang karyawan mencoba mengunggah dokumen yang mengandung informasi sensitif ke aplikasi cloud yang tidak disetujui perusahaan. CASB dapat membantu organisasi:
- mengetahui aplikasi yang digunakan;
- mengidentifikasi bahwa aplikasi tersebut tidak disetujui;
- mendeteksi file atau aktivitas yang berisiko;
- menerapkan kebijakan keamanan;
- memberikan peringatan atau memblokir aktivitas;
- mencatat aktivitas untuk kebutuhan investigasi.
Dengan demikian, organisasi tetap dapat memanfaatkan cloud tanpa kehilangan visibilitas terhadap aktivitas yang terjadi.
CASB dan Shadow IT
Salah satu alasan penting menggunakan CASB adalah meningkatnya penggunaan Shadow IT. Shadow IT tidak selalu dilakukan dengan niat buruk. Karyawan terkadang memilih aplikasi tertentu karena lebih mudah digunakan atau lebih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Masalahnya muncul ketika penggunaan aplikasi tersebut tidak diketahui oleh tim keamanan.
Contohnya:
Karyawan → menggunakan aplikasi cloud pribadi → mengunggah dokumen perusahaan → data berada di luar kontrol organisasi.
CASB dapat membantu menemukan aplikasi tersebut dan memberikan informasi mengenai tingkat risikonya sehingga organisasi dapat menentukan apakah aplikasi perlu digunakan, dibatasi, atau diblokir.
CASB dan Data Security
Cloud membuat data dapat diakses dari berbagai lokasi dan perangkat. Karena itu, perlindungan data tidak cukup hanya dilakukan pada server internal. CASB dapat menjadi salah satu lapisan untuk melindungi data ketika digunakan dalam layanan cloud. Kontrol yang dapat diterapkan bergantung pada solusi, tetapi dapat mencakup:
- access control;
- DLP;
- encryption;
- activity monitoring;
- threat detection;
- policy enforcement.
CASB dapat menggabungkan berbagai kebijakan keamanan seperti autentikasi, authorization, encryption, malware detection, dan kontrol lainnya untuk membantu mengamankan aplikasi cloud.
CASB (Cloud Access Security Broker) vs Firewall
CASB dan firewall sama-sama berkaitan dengan keamanan jaringan, tetapi fokusnya berbeda.
| Aspek | CASB | Firewall |
|---|---|---|
| Fokus | Keamanan penggunaan layanan cloud | Kontrol lalu lintas jaringan |
| Cloud application visibility | Tinggi | Tidak menjadi fungsi utama |
| Shadow IT | Dapat dideteksi | Bukan fungsi utama |
| DLP cloud | Dapat didukung | Bukan fungsi utama |
| Access control | Berbasis konteks cloud | Berbasis aturan jaringan |
| Threat protection | Cloud-focused | Network-focused |
| Compliance cloud | Mendukung | Bukan fungsi utama |
Keduanya dapat digunakan secara bersamaan karena memiliki fungsi yang berbeda.
CASB vs SWG
Secure Web Gateway (SWG) berfokus pada pengamanan akses pengguna ke web dan internet, sedangkan CASB lebih berfokus pada keamanan penggunaan aplikasi dan layanan cloud. Keduanya dapat saling melengkapi. Dalam arsitektur modern, kemampuan CASB dan SWG bahkan dapat ditemukan dalam satu platform keamanan seperti Security Service Edge (SSE).
CASB vs SASE
CASB dan SASE (Secure Access Service Edge) juga bukan istilah yang sama. CASB merupakan salah satu kemampuan keamanan yang dapat menjadi bagian dari arsitektur SASE. SASE menggabungkan kemampuan jaringan dan keamanan yang disediakan dari cloud, sementara CASB fokus pada pengamanan penggunaan layanan cloud.
Secara sederhana:
CASB = salah satu komponen keamanan cloud.
SASE = pendekatan arsitektur yang menggabungkan berbagai fungsi jaringan dan keamanan.
CASB juga umum ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem SSE (Security Service Edge) dan SASE.
CASB vs Zero Trust
CASB dan Zero Trust juga memiliki hubungan yang erat tetapi bukan konsep yang sama. Zero Trust merupakan pendekatan keamanan yang menekankan verifikasi secara eksplisit, least privilege, dan asumsi bahwa pelanggaran dapat terjadi. CASB dapat membantu menerapkan prinsip tersebut pada penggunaan aplikasi cloud dengan memberikan visibilitas, kontrol akses, perlindungan data, dan deteksi ancaman. Defender for Cloud Apps sebagai salah satu komponen yang dapat mendukung penerapan Zero Trust pada aplikasi cloud.
Manfaat CASB (Cloud Access Security Broker) bagi Perusahaan
Penerapan CASB dapat memberikan beberapa manfaat.
- Meningkatkan Visibilitas
Tim keamanan dapat mengetahui layanan cloud yang digunakan organisasi.
- Mengurangi Risiko Shadow IT
Aplikasi cloud yang tidak diketahui dapat ditemukan dan dievaluasi.
- Melindungi Data
Kebijakan keamanan dapat diterapkan untuk membantu mencegah kebocoran atau penyalahgunaan data.
- Mendeteksi Aktivitas Mencurigakan
Aktivitas abnormal pada aplikasi cloud dapat menjadi indikator yang perlu diperiksa.
- Memperkuat Compliance
Organisasi mendapatkan kontrol dan visibilitas tambahan terhadap penggunaan cloud.
- Mendukung Kerja Modern
Karyawan tetap dapat menggunakan layanan cloud dengan kontrol keamanan yang lebih baik.

Tantangan dalam Penerapan CASB
Meskipun bermanfaat, implementasi CASB juga memiliki tantangan.
1. Kompleksitas Integrasi
CASB perlu terhubung dengan berbagai aplikasi cloud, identity provider, endpoint, atau sistem keamanan lainnya.
2. Banyaknya Aplikasi Cloud
Organisasi dapat menggunakan puluhan bahkan ratusan aplikasi SaaS. Mengelola semuanya membutuhkan proses discovery dan governance yang baik.
3. False Positive
Kebijakan keamanan yang terlalu ketat dapat menghasilkan peringatan atau pemblokiran terhadap aktivitas yang sebenarnya sah.
4. User Experience
Kontrol keamanan harus tetap mempertimbangkan produktivitas pengguna. Jika terlalu banyak pembatasan, karyawan dapat mencari cara lain untuk menyelesaikan pekerjaannya.
5. Konfigurasi Kebijakan
CASB hanya efektif jika kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Kebijakan yang terlalu longgar dapat meningkatkan risiko, sedangkan kebijakan yang terlalu ketat dapat mengganggu aktivitas bisnis.
Cara Memilih Solusi CASB
Sebelum memilih solusi CASB, perusahaan sebaiknya mengevaluasi beberapa aspek.
| Aspek | Hal yang Perlu Dipertimbangkan |
|---|---|
| Cloud visibility | Seberapa baik solusi menemukan aplikasi cloud? |
| DLP | Apakah mendukung perlindungan data yang dibutuhkan? |
| Threat protection | Bagaimana kemampuan mendeteksi ancaman? |
| API integration | Aplikasi cloud apa yang didukung? |
| Access control | Seberapa fleksibel kebijakan akses? |
| Identity integration | Apakah dapat terhubung dengan sistem identitas? |
| Reporting | Apakah laporan mudah dipahami? |
| Scalability | Apakah dapat mengikuti pertumbuhan organisasi? |
| User experience | Apakah kontrol keamanan mengganggu produktivitas? |
| Integration | Apakah dapat terhubung dengan security stack yang sudah ada? |
Perusahaan juga sebaiknya mempertimbangkan apakah kebutuhan mereka lebih cocok dengan CASB standalone atau platform keamanan terpadu yang sudah menggabungkan CASB dengan kemampuan seperti SWG, ZTNA, DLP, atau XDR.
CASB dalam Arsitektur Keamanan Modern
CASB saat ini semakin terintegrasi dengan teknologi keamanan lainnya. Sebuah organisasi dapat menggunakan kombinasi:
- CASB;
- SWG;
- ZTNA;
- DLP;
- IAM;
- XDR;
- SIEM;
- SSPM;
- endpoint security.
Tujuannya adalah membangun sistem keamanan yang dapat melindungi identitas, perangkat, aplikasi, jaringan, dan data secara lebih menyeluruh.
Apakah CASB Hanya untuk Perusahaan Besar?
Tidak selalu. CASB paling relevan ketika organisasi memiliki penggunaan cloud yang cukup signifikan dan membutuhkan kontrol terhadap aplikasi, data, serta aktivitas pengguna. Perusahaan kecil juga dapat membutuhkan kemampuan CASB jika:
- menggunakan banyak aplikasi SaaS;
- memiliki data sensitif;
- menerapkan kerja remote;
- mengizinkan penggunaan perangkat pribadi;
- memiliki kebutuhan compliance;
- sulit mengetahui aplikasi cloud yang digunakan;
- ingin mengontrol Shadow IT.
Namun, tidak semua organisasi membutuhkan solusi CASB dengan tingkat kompleksitas yang sama. Pemilihan teknologi sebaiknya didasarkan pada kebutuhan keamanan, jumlah aplikasi cloud, jenis data, risiko, regulasi, dan kemampuan tim IT.
Tips Menerapkan CASB (Cloud Access Security Broker)
Agar implementasi CASB berjalan lebih efektif, perusahaan dapat memulainya secara bertahap.
1. Identifikasi Aplikasi Cloud
Cari tahu aplikasi cloud apa saja yang digunakan organisasi.
2. Klasifikasikan Risiko
Kelompokkan aplikasi berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan bisnis.
3. Identifikasi Data Sensitif
Tentukan jenis data yang membutuhkan perlindungan khusus.
4. Tentukan Kebijakan
Buat aturan mengenai aplikasi, pengguna, perangkat, dan data.
5. Integrasikan dengan Identity Provider
Hubungkan CASB dengan sistem identitas agar kebijakan akses dapat diterapkan berdasarkan identitas pengguna.
6. Terapkan Monitoring
Pantau aktivitas sebelum menerapkan pemblokiran yang terlalu agresif.
7. Terapkan Kebijakan Secara Bertahap
Mulai dari aktivitas berisiko tinggi, kemudian perluas kontrol sesuai hasil evaluasi.
8. Evaluasi Secara Berkala
Ancaman, aplikasi, dan pola penggunaan cloud dapat berubah. Karena itu, kebijakan CASB juga perlu dievaluasi secara berkala.
Kesimpulan
CASB (Cloud Access Security Broker) adalah solusi keamanan yang membantu organisasi memberikan visibilitas, kontrol, dan perlindungan terhadap penggunaan layanan cloud. CASB dapat membantu menemukan aplikasi cloud, mengatasi Shadow IT, melindungi data, mendeteksi ancaman, menerapkan kebijakan akses, dan mendukung kebutuhan compliance.
Empat fungsi utama CASB adalah visibility, compliance, data security, dan threat protection. Dalam penerapannya, CASB dapat menggunakan pendekatan proxy, API, atau kombinasi keduanya, tergantung kebutuhan organisasi.
CASB bukan pengganti seluruh sistem keamanan perusahaan. Teknologi ini lebih tepat dipandang sebagai salah satu lapisan dalam arsitektur keamanan modern yang dapat terintegrasi dengan IAM, DLP, SWG, ZTNA, XDR, SSE, maupun SASE.
Dengan penggunaan cloud yang semakin luas, CASB dapat membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara fleksibilitas penggunaan cloud, keamanan data, visibilitas, dan kontrol akses.
Untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai cybersecurity, cloud, website, hosting, dan teknologi digital, Anda juga dapat membaca berbagai artikel informatif di Blog Hosteko.
Jika membutuhkan layanan domain dan hosting untuk mendukung website dan aplikasi bisnis, Hosteko Hosting Indonesia juga dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan.
