Pada era yang serba canggih membuat berbagai macam profesi di bidang teknologi menjadi perhatian. Salah satu bidang yang cukup mendapatkan banyak peminatnya adalah UX research.

Profesi ini memang sangat diperlukan apalagi bagi perusahaan yang bergantung pada teknologi seperti website hingga aplikasi mobile.

Definisi UX Research

Menurut Interact Design user experience (UX) research adalah penelitian menyeluruh dari pengguna atau user dan kebutuhannya. Hal ini dilakukan untuk memberikan masukan pada proses desain user experience.

Proses riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menemukan kebutuhan, dan kesulitan dari para pengguna. Tujuan dilakukannya penelitian tersebut tentunya untuk meningkatkan kualitas dan membuat desain produk agar bisa menjadi lebih baik dan sesuai dengan keinginan dari para target pengguna.

Kesalahan dari UX Design pemula adalah tidak melibatkan user, maka penelitian ini menjadi penting.

UX research rupanya memiliki metode untuk penelitian yang cukup banyak sehingga bisa mendapatkan banyak informasi mengenai kebutuhan dari para pengguna. Tujuan utama dari UX research yaitu untuk memberikan desain produk yang sesuai dengan perspektif dari penggunanya. Jadi produk bisa dinikmati oleh pengguna dan mencegah untuk membuat desain yang hanya sesuai dengan keinginan desainer saja.

UX research harus bisa mengumpulkan data mulai dari apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna dari produk yang ditawarkan. Misalkan ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan pengguna, maka seorang UX researcher harus bisa menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Jadi pengguna bisa merasakan kemudahan saat menggunakan produk yang telah dibuat. Mulai dari desain, warna hingga pemilihan font juga perlu diperhatikan agar pengguna bisa mengaksesnya lebih mudah.

Penerapan UX Research

Bentuk penelitian penerapan UX research memiliki beberapa bentuk penelitian yang paling sering dilakukan sebagai berikut :

1. Wawancara

Di lansir dari Career Foundry, wawancara adalah salah satu metode yang paling umum dilakukan oleh UX researcher dengan para pengguna.

Terdapat sekitar 3 jenis wawancara yang memiliki konteks dan tujuan yang berbeda yaitu :

  • Wawancara terarah.

Jenis wawancara ini paling umum dengan peneliti langsung mengajukan pertanyaan yang spesifik dan terarah.

  • Wawancara tanpa arahan.

Jenis wawancara ini digunakan jika peneliti ingin lebih menyentuh pengguna. Biasanya wawancara akan dimulai dengan pertanyaan seputar keseharian pengguna. Di sini, peneliti juga akan cukup sering mendengarkan kisah dari para pengguna.

  • Wawancara etnografi.

Dalam jenis wawancara ini peneliti akan langsung melakukan wawancara ke rumah atau tempat bekerja dari pengguna. Lewat jenis wawancara ini peneliti akan lebih memahami seperti apa kebiasaan dan kehidupan dari pengguna.

2. Survei dan kuesioner

Survei dan kuesioner adalah salah satu bentuk penelitian yang cukup sering digunakan. Apalagi jika pengguna yang ingin dilakukan survei cukup besar, maka survei dan kuesioner akan lebih efektif.

Peneliti tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk langsung bertemu dan bertanya kepada pengguna dan hanya perlu mengirim survei lewat email atau bahkan Google Documents.

3. Tes A/B

Tes A/B cukup sering digunakan dan menggunakannya cukup mudah. Tes A/B digunakan untuk mengetahui dua hal yang ingin di pilih untuk mengembangkan produk.

Biasanya pengguna akan diberikan dua pilihan dan disuruh memilih salah satunya saja. Pilihan tersebut bisa saja dari desain yang berbeda, jenis font atau jenis konten.

Metode Riset UX Research

1. Penyortiran Kartu

Untuk menentukan apakah file Arsitektur Informasi (IA) menuju ke arah yang benar atau untuk memeriksa IA untuk produk baru.

Ada berbagai macam teknik penyortiran kartu dan memilih yang tepat itu penting. Lebih baik lagi, ada banyak alat online yang memungkinkan melakukan penyortiran kartu dari jarak jauh. Teknik digunakan secara global dan tidak hanya secara lokal.

Alasan menggunakan penyortiran kartu, yaitu :

  1. Bentuk penelitian yang sangat murah – terutama alat online tatap muka mungkin lebih mahal.
  2. Teknik yang sangat mudah bagi pengguna untuk dipahami dan untuk dipahami oleh klien.
  3. Metode yang sangat mudah untuk mendapatkan masukan pengguna (atau bahkan untuk mendapatkan validasi pengguna) untuk ide-ide di awal proyek UX.
  4. Tidak diperlukan upaya untuk mempersiapkan studi pemilahan kartu.
Baca Juga  Inilah 5 Plugin Cache Terbaik Untuk Mempercepat Situs WordPress

2. Review Ahli

Ulasan ahli melibatkan satu “ahli” yang berjalan melalui produk melalui Antarmuka Pengguna (UI) dan mencari masalah dengan desain, aksesibilitas, dan kegunaan produk. Tidak ada proses tetap yang harus diikuti dan tinjauan ahli dapat bervariasi dari profesional ke profesional juga dari produk ke produk. Semakin banyak keahlian yang dimiliki reviewer dalam kegunaan dan desain UX – semakin berharga masukan mereka (dalam banyak kasus).

Alasan menggunakan review ahli, yaitu :

  1. Cepat, mudah, dan murah. Ini menjadi dua kali lipat ketika membandingkannya dengan metode pengujian kegunaan yang lebih formal.
  2. Hanya diperlukan satu profesional untuk melakukan tinjauan ahli.
  3. Cara yang bagus untuk menginformasikan penelitian UX lebih lanjut dan kehati-hatian harus digunakan dalam melakukan tinjauan ahli secara langsung tanpa pengujian pengguna lebih lanjut.

3. Pelacakan Gerakan Mata

Mengetahui di mana pengguna melihat saat menggunakan sistem akan sangat berguna. Ini membantu dengan desain UI dan membantu dengan mengetahui bagaimana memprioritaskan jenis konten tertentu. Teknik ini dikembangkan untuk penelitian akademis dan telah digunakan secara luas dalam penelitian medis dan sekarang telah menjadi populer dan cukup hemat biaya untuk digunakan oleh tim UX juga.

Alasan menggunakna pelacakan gerakan mata, yaitu :

  1. Sistem pelacakan gerakan mata tidak lagi besar dan invasif dan tidak mengganggu hasil tes kegunaan.
  2. Teknologi ini cukup terjangkau sekarang. Itu tidak akan sesuai dengan setiap anggaran proyek tetapi sering juga tidak akan merusak bank.
  3. Teknologi tersebut sekarang cukup andal agar hasil mudah direproduksi dan bagi peneliti untuk dapat mengandalkan keluarannya.
  4. Cara yang bagus untuk menunjukkan mengapa mereka mungkin ingin berinvestasi dalam pengujian kegunaan lebih lanjut.

4. Studi Lapangan

Sejumlah teknik di bawah judul yang luas. Ini semua tentang keluar dan mengamati pengguna “di alam liar” sehingga perilaku dapat diukur dalam konteks di mana produk benar-benar akan digunakan. Itu termasuk penelitian etnografi, wawancara dan observasi, ditambah penyelidikan kontekstual.

Alasan menggunakan teknik studi lapangan, yaitu :

  1. Tidak ada bentuk penelitian yang lebih kuat daripada mengamati pengguna yang berperilaku seperti saat menggunakan produk.
  2. memberikan wawasan terdalam tentang masalah pengguna dan bagaimana pemecahannya.

5. Pengujian Kegunaan

Pengujian adalah pengamatan pengguna yang mencoba melakukan tugas dengan suatu produk dan dapat fokus pada satu proses atau lebih luas cakupannya.

Alasan menggunakan teknik pengujian kegunaan, yaitu :

  1. Meningkatkan antusiasme untuk pengujian semacam itu dan menunjukkan dengan jelas mengapa pengujian semacam itu menambah nilai.
  2. Uji kegunaan menghasilkan hasil spesifik yang mengarah pada tindakan tertentu.
  3. Representasi yang baik dari basis pengguna secara keseluruhan, tetapi itulah satu-satunya kendala.

6. Pengujian Kegunaan Jarak Jauh

Pengujian kegunaan tetapi tanpa perlu menyeret pengguna ke lingkungan laboratorium. Dulunya rumit dan mahal tetapi teknologi telah berkembang dan sekarang cukup mudah untuk disiapkan dan nilai uang yang masuk akal juga.

Alasan menggunakan teknik pengujian kegunaan jarak jauh, yaitu :

  1. Menghemat waktu dan uang jika dibandingkan dengan pengujian lab dan memungkinkan untuk lebih banyak peserta yang tidak harus mendapatkannya di lab.
  2. Memberikan hasil yang lebih baik dalam banyak kasus daripada lingkungan lab.

7. Persona Pengguna

Persona pengguna adalah representasi fiksi dari pengguna ideal. Mereka fokus pada tujuan pengguna, karakteristik yang mereka miliki, dan sikap yang akan ditunjukkan. Memeriksa apa yang diharapkan pengguna dari produk.

Persona pengguna dibuat dari bentuk lain penelitian pengguna dan dengan demikian menawarkan potret hidup nyata yang mendalam yang mudah diingat oleh seluruh tim saat merancang produk. Persona pengguna memiliki nama dan latar belakang. Menginspirasi imajinasi dan tetap fokus pada pengguna.

Baca Juga  Peran Pattern MVC dalam Pengembangan Web

Alasan menggunakan teknik persona pengguna, yaitu :

  1. Satu langkah di atas profil pengguna lama dan memberikan tampilan pengguna yang lebih mendalam dan spesifik.
  2. Mudah bagi orang untuk berhubungan dan menjadi bagian dari tim karena mereka terus-menerus dibicarakan selama proyek.
  3. Menyenangkan dan cenderung menarik, mudah bagi orang untuk terlibat dan lebih berkesan daripada banyak hasil penelitian lainnya.

Proses UX Research Populer digunakan Desainer

1. User Group

User Group adalah proses interview target audiens kamu yang dilakukan dengan cepat dan terstruktur. Tujuan User group yakni mencari tahu keinginan, pengalaman, dan sikap dari target audiens.

User Group adalah metode penelitian User experience yang dikenal tepat sasaran ketika perusahaan membutuhkan banyak wawasan dalam waktu singkat. Langkah awal yang harus mulai  ketika melakukan UX research adalah User Group.

Alasan Pentingnya User Group

Dengan User Group, Perusahaan akan lebih memahami pengguna dalam hal :

Bagaimana pengguna memandang suatu produk

  • Apa yang diyakini pengguna adalah fitur paling penting dari suatu produk.
  • Masalah apa yang dialami pengguna dengan produk.
  • Di mana pengguna merasa produk gagal memenuhi harapan.

User Group juga dapat digunakan untuk menghasilkan gagasan tentang apa yang ingin dilihat pengguna di masa mendatang.

User Group tidak memberikan pengukuran perilaku yang akurat karena User Group dilakukan dengan lebih dari satu pengguna pada satu waktu, peserta dapat saling memengaruhi pendapat dan preferensi masing-masing sehingga menjadi bias dan menghasilkan data yang tidak akurat.

Cara Menerapkan User Group pada UX Research

  1. Buat jadwal untuk proses recruiting, testing, dan menganalisa hasilnya
  2. Bentuk tim kamu sendiri yang terdiri dari moderator, pencatat / notaris, dan pemimpin diskusi
  3. Tentukan ruang lingkup riset kamu: Jenis pertanyaan apa yang akan kamu ajukan? Dan seberapa dalam kamu ingin menjelajahi jawabannya ? Ini akan menentukan jumlah orang dan jumlah kelompok yang perlu diuji dalam User Group.
  4. Buat panduan diskusi yang mencakup 3-5 topik untuk diskusi.
  5. Rekrut pengguna potensial atau yang sudah ada yang cenderung memberikan feedback atau ulasan yang baik.
  6. Melakukan pengujian User Group, dan merekam data.
  7. Menganalisis dan melaporkan hasil User Group.

2. Usability Testing

Dilansir dari website usability.gov, Usability Testing mengacu pada mengevaluasi suatu produk atau layanan dengan mengujinya dengan pengguna yang representatif. Selama tes, pengguna akan diminta untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu, sementara satu atau lebih pengamat mengawasi, mendengarkan, dan mencatat tesnya.

Tujuan utama dari metode pengujian User Experience ini adalah untuk mengidentifikasi masalah kegunaan, mengumpulkan data kualitatif, dan menentukan kepuasan keseluruhan peserta dengan suatu produk.

Cara Melakukan UX Research dengan Usability Testing

  1. Identifikasi apa yang perlu diuji dan mengapa (misalnya Produk baru, fitur, dan lain lain.)
  2. Identifikasi target audiens.
  3. Buat daftar tugas untuk dikerjakan peserta.
  4. Rekrut peserta yang tepat untuk ujian.
  5. Terapkan apa yang dipelajari.

3. User Interview

Metodologi User Experience yang paling terkenal adalah Interview atau wawancara.

Interview adalah metode penelitian User Experience yang digunakan untuk mencari tahu sikap, kepercayaan, dan pengalaman pengguna terhadap suatu produk.

Interview biasanya dilakukan oleh satu narasumber yang berbicara kepada satu pengguna pada suatu waktu selama 30 menit hingga satu jam. Interview dapat dilakukan secara tatap muka, melalui telepon, atau melalui streaming video

4. Online Survey

Survei adalah alat penelitian yang biasanya mencakup serangkaian pertanyaan yang digunakan untuk mengetahui preferensi, sikap, dan pendapat pengguna kamu tentang suatu topik.

Saat ini, survei umumnya dilakukan secara online dan dalam berbagai jenis dan format yang berbeda-beda. Data yang dikumpulkan dari survei diterima secara otomatis, dan alat survei yang dipilih umumnya menyediakan beberapa tingkat analisis, data yang kemudian dapat digunakan untuk studi user experience.

Baca Juga  Migrasi Wix ke WordPress dengan menggunakan Plugin CMS2CMS

Cara melakukan UX Research dengan Online Survey

Melakukan survei online dapat dipecah menjadi beberapa langkah utama:

  1. Identifikasi tujuan dan sasaran survei.
  2. Buat pertanyaan survei.

Pertimbangkan mengumpulkan informasi tentang seberapa puas pengguna terhadap produk Anda, apa yang disukai / tidak disukai pengguna, dan jika mereka memiliki saran untuk produk kamu.

  1. Pilih Tools untuk Online Survey (misalnya SurveyMonkey, Qualtrics).
  2. Rekrut peserta.
  3. Lakukan survei.
  4. Analisis dan laporkan hasilnya.

5. User Persona

User Persona atau Persona pengguna adalah representasi fiksi dari pelanggan ideal jany. Persona umumnya didasarkan pada riset pengguna dan mencakup kebutuhan, tujuan, dan pola perilaku yang diamati dari target audiens.

Memahami kebutuhan pengguna sangat penting untuk mengembangkan produk. Persona yang terdefinisi dengan baik akan memungkinkan mengidentifikasi dan mengkomunikasikan kebutuhan pengguna secara efisien.

Persona juga akan membantu menggambarkan individu yang menggunakan produk yang sangat penting bagi keseluruhan proposisi nilai.

Cara membuat User Persona pada UX Research

  • Diskusikan dan identifikasi siapa target pengguna dengan para pemangku kepentingan (misalnya Tim UX, tim pemasaran, manajer produk).
  • Survei dan / atau wawancarai pengguna real untuk mendapatkan informasi demografis, pain point, dan preferensi mereka.
  • Padatkan penelitian, dan cari tema untuk menentukan grup kamu.
  • Atur grup kamu menjadi persona.
  • Uji kepribadian / persona.

Bidang-bidang yang Terkait dengan Pengembangan UX

  • Project Management

Bidang satu ini berfokus ke perencanaan dan pengorganisasian proyek serta sumber daya yang ada. Project management juga termasuk mengidentifikasi dan mengelola siklus yang akan digunakan nantinya. Selain itu, juga dalam menerapkannya ke proses desain yang lagi-lagi sesuai istilah UX yaitu yang berpusat pada kepuasan dan kenyamanan pengguna. Tak sampai di situ, bahkan manajemennya termasuk juga merumuskan siapa yang termasuk kedalam tim proyek dan memandu tim itu secara efisien hingga proyeknya selesai.

  • User Research

Ini adalah riset yang berfokus pada pemahaman perilaku pengguna. Apa saja kebutuhan pengguna dan motivasinya apa. User research dilakukan dengan teknik observasi, analisis, dan metodologi mencari feedback yang lainnya.

  • Usability Evaluation

Evaluasi ini berfokus pada seberapa baik pengguna bisa belajar cepat dan memakai fitur fitur website yang ada demi mencapai tujuan mereka. Hal ini juga sebenarnya mengacu pada seberapa puas pengguna dengan proses pemakaian tersebut.

  • Information Architecture

Bidang satu ini berfokus pada bagaimana informasi bisa diatur menjadi terstruktur dan kemudian disajikan kepada pengguna website.

  • User Interface Design

Desain UI ini berfokus untuk mengantisipasi apa yang mungkin perlu dilakukan oleh pengguna website pada saat penggunaan. Selain itu, juga memastikan bahwa interface-nya punya elemen yang mudah untuk diakses dan dipahami, agar mudah dipakai seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

  • Interaction Design

Desain satu ini maksudnya adalah proses pembuatan sistem interaktif yang menarik bagi si pengguna website dengan suatu konsep interaksi yang telah dipikirkan dengan matang dan logis.

  • Visual Design

Desain visual ini berarti memastikan interface/tampilan website-nya yang artistik tetap sejalan dengan tujuan brand dari perusahaan.

  • Content Strategy

Strategi konten ini berfokus pada penulisan dan kurasi konten yang berguna bagi si pengguna website-nya, baik untuk memahami apa produknya atau kelebihannya maupun juga tips berguna lainnya yang terkait produk. Strategi ini dilakukan dengan merencanakan pembuatan, penyampaian dan tata kelolanya seperti apa.

  • Web Analytics

Web analytics ini berfokus pada pengumpulan, pelaporan, dan analisis data dari suatu website.

 

Selamat mengembangkan usaha Anda dan semoga berhasil

0 Shares