Apa Itu CNAME ?

CNAME singkatan dari Cononical Name adalah jenis DNS record yang digunakan untuk mengarahkan website atau domain ke IP Address dari  domain atau subdomain yang dimiliki.

Pada sebuah domain zone mungkin ada banyak sekali host yang merupakan subdomain dari domain utama tersebut. Besar kemungkinan host atau subdomain itu menggunakan server yang sama sehingga menggunakan IP Address yang sama. Dengan begitu akan memudahkan jika subdomain tersebut menggunakan CNAME record, sehingga jika ada perubahan server hanya mengubah satu record A dari IP Address utama.

Beberapa penggunaan umum data CNAME adalah :

  • Memberi nama host terpisah untuk layanan jaringan tertentu, seperti email atau FTP, dan mengarahkan nama host tersebut ke domain root.
  • Banyak layanan yang di hosting menyediakan subdomain untuk setiap pelanggan di domain penyedia layanan (misalnya nama domain perusahaan.hosting.com) dan menggunakan CNAME untuk merujuk ke domain pelanggan (www.perusahaan.com).
  • Mendaftarkan nama domain yang sama di beberapa negara dan mengarahkan versi negara ke domain utama “.com”.
  • Mengarahkan dari beberapa situs web yang di miliki oleh organisasi yang sama ke situs web utama.

Fungsi CNAME

Selain untuk membuat alias nama dari sebuah domain, CNAME memiliki beberapa fungsi yang lain, yaitu :

1. Untuk menghilangkan subdomain

Jika menggunakan layanan hosting gratis barangkali alamat website berbentuk subdomain. Misalnya situs.hosting.com maka dapat membuat CNAME dengan domain situs.com yang akan diarahkan ke subdomain tersebut.

2. Untuk menyambungkan layanan tertentu ke subdomain buatan Anda

Kemungkinan menggunakan layanan customer retention management atau CRM untuk sebuah bisnis. Dapat membuat subdomain misalnya crm.website.com dan menggunakan CNAME untuk menyambungkan platform layanan  CRM tersebut ke website. Dengan begitu dapat mengakses CRM dengen URL custom.

3. Untuk mengarahkan domain dengan ccTLD ke domain utama

ccTLD (country code top level domain) adalah nama dommain dengan ekstensi kode negara. Contoh dari ccTLD adalah .id, .uk dan .jp. Apabila membeli beberapa domain ccTLD untuk sebuah website CNAME dapat digunakan untuk mengarahkannya ke domain utama.

Baca Juga  Peran Pattern MVC dalam Pengembangan Web

Cara Kerja CNAME

Kegunaan CNAME sangat jelas yaitu agar dapat mengarahkan satu domain atau subdomain ke domain yang lainnya. Untuk memahaminya perlu mengetahui mekanisme yang terjadi ketika seseorang mengakses website yang menggunakan alias.

Misalnya mengakses www.situs.com di browser. Setelah memasukkan URL yang tadi maka browser akan mengirimkan DNS request. DNS resolver akan mencari name server yang memiliki DNS record dari situs.com. Kemudian DNS resolver akan memberikan CNAME record dari situs.com ke browser. Dari sini browser akan memahami bahwa www.situs.com adala alias dari situs.com.

Karena proses yang sama akan di ulang untuk meminta IP Address yang terdaftar di situs.com. Setelah itu pengguna browser akan masuk ke website yang akan dituju.

Proses Resolusi DNS Untuk Data CNAME

  1. Klien DNS (seperti browser atau perangkat jaringan) meminta alamat www.situs.com, dan permintaan DNS dibuat.
  2. Penyelasai DNS menerima permintaan dan menemukan Server Nama Otoritatif yang menyimpan file Zona DNS dengan data DNS untuk domain situs.com.
  3. Permintaan DNS diselesaikan dan data CNAME dikembalikan ke klien.
  4. Klien memahami www.situs.com hanyalah sebuah alias untuk alamat sebenarnya “situs.com” dan mengeluarkan kueri DNS baru untuk “situs.com”.
  5. Proses diulangi dan resolver mengembalikan A record untuk “situs.com” yang berisi alamat IP.
  6. Klien DNS sekarang terhubung ke “situs.com” menggunakan alamat IP nya.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Menggunakan CNAME

Jika ingin menggunakan CNAME ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

  1. Root domain (contohnya situs.com) tidak dapat digunakan sebagai CNAME karena root domain hanya dapat mengarah ke IP Address.
  2. DNS record ini hanya dapat diarahkan ke domain lain bukan IP Address.
  3. Hindari mengarahkan satu CNAME record ke CNAME record lainnya karena tidak efektif.
  4. Suatu domain tidak boleh memiliki DNS record (MX dan TXT record) selain CNAME.
  5. Tidak semua domain yang digunakan untuk server email memiliki DNS record.
  6. Jangan mengarahkan MX record dan DNS record ke domain alias.
Baca Juga  Pengertian, Manfaat, Kelebihan Serta Cara Kerja Child theme

Cara Mengarahkan Domain Lain Ke Domain Utama dengan CNAME

CNAME record memungkinkan untuk mengarahkan sebuah domain yang lain. Untuk melakukannya perlu mengakses akun cPanel  dengan mengetikkan URL website dan di ikuti /cpanel. Misalnya situs.com/cpanel.

Username dan password cPanel biasanya diberikan penyedian hosting ketika membeli paket hosting.

Setelah berhasil masuk klik menu Zone Editor. Di menu ini dapat menambahkan atau menghapus pengaturan semua jenis DNS record termasuk CNAME.

Multi-CDN: Kasus Penggunaan Lanjutan Untuk CNAME

Cara umum untuk menerapkan Jaringan Pengiriman Konten (CDN) adalah dengan menambahkan alamat CDN sebagai data CNAME untuk server asal yang menghosting konten situs web. Dengan cara ini siapapun yang mengakses sumber daya di server asal di alihkan ke CDN .

Dengan teknologi DNS generasi berikutnya, data CNAME yang sama akan memungkinkan pengguna di alihkan ke salah satu dari beberapa CDN berdasarkan parameter dinamis.

Platform DNS saat mengetahui atribut CDN seperti beban saat ini, lokasi geografis Point of Presence (PoP) terdekat, Bandwidth atau bahkan biaya. Saat pengguna mencari server asal dan di alihkan ke alamat CNAME, alamat tersebut secara dinamis diubah ke CDN yang dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna akhir.

Baca Juga  Penggunaan Teknik SEO Advance untuk meningkatkan Organic Traffic Website

NS1 adalah platform DNS terkelola generasi berikutnya yang dapat secara dinamis mengarahkan pengguna ke server CDN paling optimal (atau server lain dalam hal ini) berdasarkan :

  1. Rantai filter yang memberikan ratusan cara untuk menyesuaikan jawaban DNS untuk setiap pengguna berdasarkan parameter kaya yang menggambarkan kemampuan dan kinerja sistem target.
  2. Real User Monitoring (RUM) Steering yang secara otomatis merutekan lalu lintas berdasarkan data kinerja terkini dari pengguna nyata.

Membuat, Mengubah Dan Menghapus Data CNAME

Membuat, mengubah dan menghapus data CNAME adalah proses yang sederhana. Berikut ini adalah cara untuk membuat CNAME baru, yaitu :

1. Masuk ke akun cPanel-WHM.

2. Buka ‘Fungsi DNS’ dari Beranda dan klik ‘Edit Zona DNS’ di server WHM atau klik tombol ‘Editor Zona Lanjutan’ di bagian Domain atau akun cPanel.

3. Pilih Zona untuk Diedit dari sidebar kiri dan klik tombol ‘Edit’ di sebelah domain.

4. Selanjutnya gulir ke bawah ke bawah dan Anda akan melihat ‘Tambahkan Entri Baru’ di bawah bagian Baris ini.

Di sini Anda melihat field default termasuk Name, TTL dan kemudian menu drop down untuk memilih record mana yang ingin Anda tambahkan. Klik pada menu drop-down Select dan pilih CNAME . Di kolom pertama masukkan entri CNAME Anda seperti yang kami gunakan www, mail, ftp dan test. Kemudian Masukkan TTL dan Hostname di bidang yang tersedia di sebelah CNAME dan Klik tombol Simpan seperti yang ditunjukkan.

5. Setelah menyimpan perubahan, CNAME akan diperbarui dalam TTL yang dipilih. Jika ingin mengubah atau menghapus entri CNAME, biarkan semua entri kosong dan arahkan ke opsi ‘Pilih‘ atau pilih data DNS lain dan klik tombol Simpan.

0 Shares