HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Kamu Perlu Tahu! Kapan dan Kenapa Kamu Harus Menggunakan 301 Redirect

Jika kamu pernah mengganti nomor ponsel, pasti kamu pernah menyuruh beberapa teman atau kerabat untuk mengganti nomor ponsel kamu di ponsel mereka. Hal ini kamu lakukan agar mereka tidak salah dalam menghubungi kamu kedepannya. Nah, ini sama dengan melakukan 301 redirect pada halaman website. Apa itu 301 redirect? Penasaran? Yuk, langsung saja simak pembahasanya berikut ini!

Apa itu 301 redirect?

301 redirect adalah perintah permanen yang mengarahkan pengunjung website ke halaman baru. 301 redirect adalah kode status http yang mudah dipahami dan dijalankan oleh mesin pencari. Jadi dari segi SEO, sebenarnya cara ini adalah cara paling aman untuk mengubah URL website kamu.

Hal yang baik dari metode redirect 301 adalah kekuatan domain authority yang sudah dimiliki URL lama akan ikut terbawa. Artinya semua teknik SEO yang diterapkan tidak hilang dan otomatis halaman baru memiliki kekuatan dari halaman sebelumnya. Ini karena semua yang ada di halaman lama otomatis dipindahkan secara permanen ke halaman baru.

Kapan Harus Menggunakan 301 Redirect?

301 redirect adalah sebuah perintah yang mudah dipahami Google, yang membantu dalam mengindeks website baru dan semua halamannya dengan lebih cepat dan efisien. Jenis redirect lainnya mungkin bisa dilakukan, namun tidak mudah diinterpretasikan oleh mesin pencari. Redirect 301 juga mendatangkan sekitar 90-99% kekuatan SERP yang dapat mendorong URL kamu ke posisi tertentu di Google, seperti social share, backlink, dan referensi lainnya.

Lalu, kapan harus menggunakan 301 redirect? Sebaiknya kamu menggunakan jenis ini ketika:

  • Jika webiste kamu dipindahkan atau didesain ulang dan lokasinya berubah secara permanen.
  • Jika konten yang kamu miliki telah kedaluwarsa dan kamu ingin mengarahkan pengunjung ke halaman baru
  • Menggabungkan dua website menjadi satu
  • Mengubah CMS website (misalnya beralih menggunakan WordPress)

Bagaimana Cara Menggunakan Redirect 301

Mesin pencari membutuhkan waktu untuk mendeteksi redirecting. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan ini pada waktu yang tepat untuk menghindari kehilangan calon pengunjung website. Misalnya, melakukan redirecting sesaat sebelum website biasanya ramai pengunjung. Sehingga ketika website sudah ramai, redirecting sudah berhasil dilakukan.

Lalu, bagaimana cara menggunakan 301 redirect ini? Begini caranya:

1. Memasukkan Instruksi 301 Redirect pada Bagian Header URL Lama

Jika website kamu sebelumnya menggunakan PHP, Java, atau bahasa pemrograman lainnya, kamu dapat memasukkan instruksi 301 redirect di header halaman yang ingin kamu pindahkan.

Cara ini membutuhkan halaman yang nantinya akan menjadi tujuan redirecting dan ditempatkan di header halaman lama. Ketika pengunjung memasuki halaman lama maka secara otomatis mereka akan diarahkan ke halaman baru.

2. Menggunakan Plugin WordPress

Jika kamu pengguna WordPress, kamu bisa menggunakan plugin yang disediakan oleh Yoast. Caranya, masukkan halaman lama pada kolom yang tersedia dan halaman baru yang ingin dipindahkan pada kolom lain. Plugin ini direkomendasikan oleh banyak developer karena aman dan andal.

Namun, ada beberapa plugin lain yang tersedia jika kamu tidak ingin menggunakan Yoast. Kamu dapat menggunakan plugin 301 Redirects yang dapat digunakan untuk 301 atau 302, atau plugin bernama Redirection yang juga bekerja untuk mencari halaman error 404.

Nah, itulah kapan dan kenapa kamu harus menggunakan 301 redirect. Semoga bermanfaat!

5/5 - (3 votes)
Dwi H

Recent Posts

HP Mulai Lemot Saat Browsing? Coba 10 Browser Ringan Ini!

Browser merupakan salah satu aplikasi penting di HP karena digunakan untuk mencari informasi, membaca berita,…

21 hours ago

Kelebihan dan Kekurangan Mastercard, Visa, dan GPN

Memilih kartu debit atau kartu kredit tidak cukup hanya dengan membandingkan logo yang tercetak pada…

21 hours ago

(11+) Cara Meningkatkan Traffic Website Tanpa Harus Boros Iklan

Memiliki website saja tidak cukup untuk menjangkau banyak pengunjung di internet. Website perlu dikelola dengan…

1 day ago

Perbedaan Mastercard, Visa, dan GPN: Mana yang Tepat?

Mastercard, Visa, dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) memiliki perbedaan dalam cakupan penggunaan, penerimaan transaksi, dan…

1 day ago

Mengenal Data Lakehouse: Solusi Cerdas Mengelola Data Skala Besar

Perkembangan teknologi digital membuat perusahaan harus mengelola data dalam jumlah besar dari berbagai sumber, mulai…

1 day ago

Gaji Cepat Habis? Kenali Aplikasi Pengatur Keuangan yang Bisa Dicoba

Mengatur keuangan pribadi merupakan kebiasaan penting untuk menjaga kondisi finansial tetap sehat. Namun, mencatat pemasukan,…

2 days ago