AMP merupakan singkatan dari Accelerated Mobile Pages merupakan teknologi yang dikembangkan oleh Google yang berfungsi agar halaman website dapat diakses secara optimal dan cepat melalui perangkat mobile atau yang lebih dikenal dengan mobile Friendly. Proyek ini dibuat untuk mengoptimalkan kinerja halaman web dalam versi mobile.

Penggunaan internet lebih banyak menggunakan smartphone yang tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah pengunjung sebuah web memiliki dua tipe sumber trafik jika dilihat dari segi perangkat. Trafik yang berasal dari desktop dan mobile. Sehingga sangat baik jika website Anda mendukung teknologi AMP. Halaman web yang memuat berbagai konten seperti gambar, video, dan grafis lain nya bisa dimuat seketika. Halaman web yang telah menggunakan teknologi AMP bisa dimuat 4X lebih cepat dari biasanya. Selain itu, pengguna bisa menghemat data internet hingga 10X lipat. Namun, pemilik web harus rela tampilan laman nya jadi sederhana. Saat ini, teknologi AMP belum bisa mendukung berbagai jenis konten dan grafis seperti pada laman non-AMP sehingga tampilan laman nya lebih sederhana. Mengingat teknologi AMP ini masih dalam tahap pengembangan.

Teknologi AMP ini sangat cocok diterapkan bagi pemilik web yang memiliki jumlah pengunjung yang cukup banyak. Dengan menerapkan teknologi AMP, harapan nya pengunjung via mobile bisa lebih nyaman dalam mengakses web. Untuk pengguna platform WordPress, bisa menggunakan plugin AMP agar halaman web bisa menyesuaikan dengan format AMP. Sedangkan untuk pengguna platform Blogger, diharuskan menggunakan template yang mendukung fitur AMP.

Untuk pengguna platform Blogger menggunakan fitur AMP  pada blog baru. Selain template yang digunakan harus mendukung fitur AMP, ada beberapa hal dalam blog yang harus disesuaikan seperti gambar pada blog. Jika anda memiliki ratusan halaman posting, maka semua gambar pada posting harus di rubah satu per satu. Berbeda dengan platform WordPress, bisa menggunakan plugin yang mempermudah proses perubahan struktur pada halaman web. Untuk meminimalisir error pada laman web bisa menggunakan alat pengetes AMP.

Berikut beberapa  cara cek atau memeriksa apakah website sudah Valid AMP atau belum.

1. Menggunakan Google AMP Test

Alat tes AMP yang disediakan oleh google yaitu Google AMP Test. Masukkan url halaman web yang akan di tes. Jika struktur AMP nya sudah benar, maka akan muncul keterangan valid dengan tulisan berwarna hijau.

2. Menggunakan AMP Validator

Alat tes yang disediakan oleh tim proyek AMP di The AMP Validator.

Jika struktur halaman nya valid, maka akan muncul keterangan PASS yang menunjukkan bahwa struktur AMP yang dipasang telah sesuai dengan aturan nya.

 

Jika website belum valid AMP, maka pada Validation Status akan FAIL, dan akan muncul peringatan di baris mana yang error.

 

3. Menggunakan Ekstensi AMP Validator

Ekstensi ini di buat oleh tim AMP itu sendiri. Cara memasang ekstensi ini cukup mengunjungi halaman AMP Validator. Jika sudah terpasang maka akan muncul icon kecil disebelah kiri url bar pada browser. Jika halaman yang dites sesuai dengan aturan AMP, maka icon petir nya akan berubah menjadi warna hijau. Jika ada yang salah, maka akan berubah menjadi warna merah.

Demikian beberapa cara cek website valid AMP dengan mudah.

0 Shares