Meta Tutup Messenger.com, Pengguna Kini Wajib Akses Chat Lewat Facebook
Sejarah Messenger Singkat
Layanan pesan milik Meta Platforms ini awalnya hadir sebagai fitur Facebook Chat pada 2008 di dalam platform Facebook. Fitur tersebut memungkinkan pengguna bertukar pesan secara real-time tanpa harus keluar dari halaman utama Facebook.
Pada 2011, layanan ini berkembang menjadi aplikasi mandiri bernama Facebook Messenger, yang bisa diunduh terpisah di perangkat seluler. Kemudian pada 2014, Meta mewajibkan pengguna aplikasi Facebook di ponsel untuk mengunduh Messenger secara terpisah jika ingin berkirim pesan, menandai pemisahan resmi layanan chat dari aplikasi utama.
Meski sempat berdiri sendiri sebagai aplikasi dan situs terpisah, dalam beberapa tahun terakhir Messenger kembali diintegrasikan secara bertahap ke dalam ekosistem Facebook, termasuk melalui integrasi fitur chat di aplikasi utama dan kini pengalihan layanan web ke satu platform terpusat.
Kesimpulan
Penutupan Messenger.com menjadi langkah strategis terbaru dari Meta Platforms dalam menyatukan layanan perpesanan ke dalam satu ekosistem terpusat. Dengan mengintegrasikan akses chat web langsung ke Facebook, Meta menunjukkan arah konsolidasi layanan yang lebih efisien dan terintegrasi.
Bagi pengguna, perubahan ini berarti perlu menyesuaikan cara mengakses pesan melalui facebook.com/messages saat menggunakan browser, atau tetap memanfaatkan aplikasi seluler Facebook Messenger setelah April 2026. Meski memicu pro dan kontra, kebijakan ini menegaskan transformasi berkelanjutan dalam strategi layanan digital Meta.
📣 Baca Selengkapnya di Hosteko
Ingin tahu lebih dalam soal dampak penutupan Messenger.com, strategi terbaru Meta Platforms, serta perkembangan dunia teknologi digital lainnya?
Temukan ulasan lengkap, analisis mendalam, dan berita teknologi terkini hanya di Hosteko.
👉 Kunjungi sekarang dan tetap update dengan informasi teknologi terbaru hanya di Hosteko!
