Konten merupakan hal yang sangat penting untuk menarik pengunjung website/blog. Sebuah konten memiliki kekuatan untuk mencuri perhatian pengunjung web/blog. Apabila konten tersebut sesuai dengan minat mereka, maka mereka akan membagikan dan membuat jangkauan konten tersebut semakin luas.

Sebuah konten yang baru saja tayang untuk menarik minat pembaca akan cenderung mudah karena konten tersebut masih sangat fresh. Lalu bagaimana dengan konten yang sudah lama ditayangkan?. Konten yang sudah lama ditayangkan bisa kembali memiliki performa yang maksimal dengan cara melakukan repurpose (tujuan baru) yang seolah-olah anda menyajikan sesuatu yang baru. Repurpose dilakukan dengan format yang baru yang pada akhirnya membuat konten menjadi hilang tetapi malah menjadi salah satu penarik minat baru yang efektif bagi anda.

Berikut beberapa tips melakukan repurpose terhadap konten yang sudah lama

1. Menggunakan testimony dan data-data internal untuk membuat case study

Anda dapat membuat case study dengan memaparkan berbagai statistic yang membuktikan mengapa produk anda lebih unggul dari produk lainnya. Anda juga dapat menambahkan testimony dari para pelanggan sehingga dapat meyakinkan pembaca terhadap produk yang ingin mereka gunakan. Sebuah case study dapat memberikan kesempatan kepada pembaca untuk membentuk perspektif terhadap produk anda. Informasi yang didapat dari mereka bisa membuat anda mengerucutkan produk yang anda tawarkan agar sesuai dengan kebutuhan pembaca.

2. Membuat sebuah artikel yang berisi gabungan dari beberapa konten terbaik

Anda dapat menyajikan sebuah konten yang merupakan gabungan dari konten-konten anda yang tebaik, seperti yang paling banyak menjangkau pengunjung. Sehingga akan memudahkan seseorang untuk bisa menemukan konten-konten yang sudah lama tetapi bermanfaat bagi mereka.

3. Menyajikan kembali konten lama dalam bentuk infografis

Sebuah infografis 30x lebih disenangi oleh pembaca dibandingkan artikel berbentuk teks. Infografis akan menarik dan bermanfaat bagi pembaca, sehingga mereka cenderung menyebarkan melalui platform pribadi milik mereka. Hal ini dapat memberikan keuntungan bagi anda untuk menjangkau target pasar yang lebih luas lagi.

4. Menjadikan konten video menjadi video pendek atau GIF

Saat sebuah konten video sudah tidak mendapat perhatian lagi dari pembaca, anda dapat lakukan pemotongan dan penyajian konten video tersebut dalam bentuk video pendek atau GIF yang berisi poin-poin penting dari video yang disajikan. Video ini berfungsi untuk menarik pengunjung agar mau menonton versi lengkap dari video tersebut. Hal ini dapat memberikan manfaat untuk pengunjung dan mengingatkan mereka mengenai konten yang pernah anda buat, sehingga mendorong mereka untuk melihat versi lengkap dari video yang disajikan.

5. Mengubah konten video menjadi artikel atau sebaliknya

Anda dapat menyajikan transkrip dari video yang telah dibuat atau menambahkan bebagai detail yang mungkin tidak cukup untuk ditampilkan dalam video. Ini dapt membuat video menjadi lebiih lengkap dan lebih segar. Selain itu anda juga mengubah format dari artikel menjadi video, karena saat ini banyak pembaca/pengunjung lebih senang untuk menyaksikan konten dalam bentuk video.

6. Merangkum artikel dari blog menjadi sebuah e-book atau whitepaper

merangkum berbagai artikel ke dalam sebuah kompilasi tentu bisa menarik minat dari para pembaca baik itu yang sudah subscribe atau pembaca baru. Anda dapat menjangkau target pembaca yang lebih senang untuk mendownload konten yang ingin mereka baca.